
“Apa yang diinginkan oleh ketua BKM itu?”
“Nona muda, diselidiki oleh ketua BKM karena lima tahun yang lalu, ketua tersebut mengalami kecelakaan yang parah, Nyonya. Aksi yang, Nona muda lakukan membuat orang-orang yang menyaksikannya menjadi takjub! Untuk itulah mengapa, ketua *** itu menyelidikinya karena, hanya melalui orang yang tak sengaja ditolong oleh, Nona muda. Membuat Nona memutuskan untuk menyerahkan sebuah kalung dari peninggalan anda, Nyonya.”
Mengapa kamu menyerahkan kalung berharga milik mama ke orang lain, Sayang? Apa yang telah kamu lakukan itu, mengantarkanmu pada seseorang yang ingin mengikat dan menjadikanmu sebagai miliknya. Tidakkah tindakan itu, menyebabkan mama yang harus turun tangan menemui seseorang, huh!
“Bagaimana, Nyonya, perintah apa yang ingin anda sampaikan pada kami?” tanya Agung yang tengah membuyarkan lamunannya.
“Kalian tak perlu cemas soal ketua BKM itu. Yang aku minta tutup semua akses pribadi milik putriku dengan rapi! Jangan sampai ada yang bisa membobolnya. Paham!”
“Baik, Nyonya, kalau begitu kami bertiga pamit undur diri,” pamit Agung yang diikuti oleh kedua temannya itu.
__ADS_1
Setelah ketiganya menghilang dari pandangan wanita paruh baya tersebut, dengan geram dan mengumpat kesal, ia pun melampiaskan rasa sakit dihatinya.
******
Di negara lain di sebuah perusahaan besar terdapat seorang pria paruh baya yang tengah menatap dingin ke arah sang tangan kanan pribadinya. “Bagaimana? Apa kau berhasil menemukan siapa pemilik kalung itu?”
Sebab, ia sendiri pun harus memastikan sesuatu tentang kalung yang dipakai oleh sang putra tercinta, tak banyak orang lain tahu termasuk putranya sendiri.
Bahwa sudah sangat lama ia selalu memperhatikan sebuah kalung, yang membuatnya merasa frustrasi karena tanpa ia sadar kalung tersebut membawanya ke arah seseorang yang sangat ia kenal baik.
“Lalu apa kau berhasil menemukan keberadaannya, Tra?” sela pria paruh baya yang bernama Jackson Orlando Alexander Azkalezy. Yang tak lain orang yang sangat berpengaruh di dunia gelap dan juga bisnis besar yang ia geluti karena, sekarang sang putra tercinta yang menduduki posisinya tersebut.
__ADS_1
“Aku tak yakin, Jack. Beberapa tahun yang lalu dia dinyatakan tewas dibunuh oleh seorang wanita, yang tiba-tiba naik ranjang ke atas sahabatmu itu.” sang tangan kanan bernama Putra pun menjelaskan perihal tentang nasib sahabatnya, setelah sekian lama tak bertemu.
“Apa!” pelik Jack sembari menggebrak meja sehingga membuat meja kerjanya menjadi pecah berantakan, tanpa melukai kedua tangannya. “Apa kau yakin dengan laporan yang ku' dapatkan ini, Tra?”
“Sejak kapan aku pernah membohongimu, Jack,” jawab Putra sambil mengumpat kesal pada atasannya ini. “Bahkan sampai sekarang aku punya kartu as yang dimiliki oleh istri kedua sahabatmu itu, Jack.”
“Maksudmu apa?” tanya Jackson.
“Sudahlah, Jack, kalau kau tak paham dengan perkataanku barusan. Sebaiknya kau tak perlu mencampuri urusan mereka,” jawab Putra yang sengaja membuat seorang Jackson untuk tak mencampuri urusan pribadi sahabatnya itu.
Mendengar hal tersebut membuat Jackson mendengkus kesal, entah mengapa ia menjadi penasaran, dengan salah satu sahabatnya yang mana dirinya merasa terkejut, tentang sebuah pernikahan dari sahabatnya itu.
__ADS_1
Apa yang telah aku lewatkan? Mengapa aku tak tahu kalau sahabatku menikah lagi! Rasanya sungguh sangat aneh. Padahal jelas-jelas dia sangat mencin–
Sebelum melanjutkannya tiba-tiba saja, salah seorang petugas penjaga lobi datang melapor. Bahwa ada seseorang yang sengaja ingin bertemu dengan dirinya.