
“Ada angin apa kau datang kemari?” tanya Jackson ketus.
Dengan bibir mengerucut kesal, wanita di depan Jackson itu pun mengumpat geram dengan pertanyaan yang diajukan untuknya. “Kau, masih sama tak pernah berubah selalu galak denganku,” jawabnya balik ketus.
Tak mengindahkan perkataan dari wanita barusan, dengan cepat Jackson memerintahkan sang tangan kanannya untuk menghandle rapat yang akan ia pimpin tapi, ia tak menduga akan kedatangan seseorang yang sangat menyebalkan, dan juga selalu membuatnya rindu dengan canda tawanya, ketika saat mereka menjalani sebuah misi. “Tra, tolong kau handle rapat ini terlebih dahulu! Aku ada urusan sebentar dengan wanita ini.”
Beberapa detik setelah tak melihat keberadaan tangan kanannya, ia pun kembali menanyakan maksud kedatangannya ke perusahaan ya ia pimpin itu.
“Ada angin apa kau datang kemari?” Jackson mengulang pertanyaan kembali, dan juga ia bertanya pada wanita tersebut bagaimana mungkin wanita itu bisa hidup setelah dinyatakan meninggal oleh orang-orang yang mengenalnya. “Lalu bagaimana kau bisa hidup kembali? Bahkan aku sendiri pun tak menahu, soal pernikahan suamimu itu dengan –”
__ADS_1
“Ku' pikir, kau dulu datang ke acara pernikahannya. Mengenai aku bisa hidup kembali, tentunya itu sudah direncanakan oleh wanita yang telah menjadi seorang istri kedua dari pernikahan sahabatmu sendiri.”
“Hei, katakan dengan jelas! Apa maksudmu itu, hah?” tanya Jackson yang merasa heran.
Dengan tatapan raut wajah sedih itu, membuat seorang wanita yang telah melahirkan Alana Stevannya Lucier tak bisa membendung sebuah perasaan yang membuat napas tercekat, sambil menahan semuanya ia pun menceritakan kejadian di mana pada waktu itu ketika hamil anak kedua yang secara tak langsung harus kehilangan janin di dalam kandungan, yang berjalan tiga bulan.
Adik dari Alana itu pun tak bisa melihat indahnya dunia sebab, pada waktu kehamilannya sudah direncanakan oleh wanita yang telah merenggut semua kebahagiaan yang dimiliki oleh sang putri tercinta. “Itulah mengapa aku memalsukan kematian ini karena, sampai saat sekarang wanita sundal itu tak akan pernah puas mendapatkan apa yang selalu diinginkan oleh mereka berdua. Bahkan dia terus-terusan mengincar seluruh harta yang susah payah ku' bangun dari nol! Kau sendiri sudah tahu 'kan? Bagaimana perjuanganku membangun perusahaan besar itu?”
Wanita tersebut pun menggeleng kepala, percuma saja ia mengoceh sana-sini untuk membuka mata hati suaminya, jika saja sang suami tak termakan hasutan dari wanita yang sangat ia benci itu.
__ADS_1
“Sudah terlambat. Semuanya sudah tak bisa terbentuk lagi setelah dia lebih memercayai bukti palsu itu, Kak.” tangisan wanita tersebut itu pun pecah seketika setelah dirinya mengeluarkan seluruh rasa sesak di dada.
“Hei, kau ini sudah lama tak bertemu denganku, kenapa malah jadi cengeng begini, hah!” ledek Jackson sinis.
Mendengar ledekan dari pria dingin itu, membuatnya mendengkus kesal, kakak satu-satunya ini begitu menyebalkan. Bahkan ia tak percaya ada seorang wanita yang mampu meluluhkan hati seorang Jackson Orlando Alexander Azkalezy.
“Sekali lagi kau mengataiku seperti itu, aku akan menyuruh istri kesayanganmu untuk, menembak belalai yang selalu membuatnya tak bisa bergerak bebas!” ancamnya pada Jackson.
“Hei, apa kau sedang mengancamku?” tanya Jackson yang merasa kesal dengan tingkah laku dari wanita di depannya ini.
__ADS_1
“Menurutmu!” jawabnya sambil meledek balik pada pria dingin itu. “Aku datang kemari karena, ada sesuatu hal yang ingin ku' beritahu padamu mengenai kalung yang dipakai oleh putramu itu, Kak.”