Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part empat puluh dua


__ADS_3

“Beneran, Kak.” Mata adik Arion berbinar saat sang kakak tercinta mau menuruti keinginannya untuk menemani berjalan-jalan dengan mama tercinta.


Arion mengangguk sembari tersenyum tipis. “Apa tak keberatan jika nanti Kakak menyusul kalian berdua setelah selesai melakukan rapat di kantor?”


Adiknya itu pun menggeleng. “Ya penting kamu harus menemaniku, dan mama.”


“Ya, sudah Kakak tak bisa berlama-lama karena sebentar lagi ada rapat.” Arion berkata sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Yang tak lama kemudian kedua orang tersebut berjalan meninggalkan mansion setelah berpamitan dengan nyonya Jackson.


“Jalankan mobilnya tapi ingat kau berhutang penjelasan dariku tentang jawabanmu dimeja makan tadi. Ku' tunggu nanti setelah selesai rapat.”


Boy sendiri tak menyangka bahwa Arion sekarang mencurigainya, yang tengah menyembunyikan tentang salah satu data mahasiswa telah di tandai oleh dia.

__ADS_1


Mau tak mau dengan terpaksa dia akan menjelaskan semua tentang rahasia yang tengah disembunyikan olehnya. “Oke fine nanti setelah rapat akan ku jelaskan semua padamu.”


Tanpa membalasnya Arion kembali menampilkan wajah yang begitu sangat dingin, dan datar.


Mobil yang ditumpangi Arion meninggalkan halaman mansion yang sedang dalam perjalanan menuju kantor. Tempatnya memimpin sebuah perusahaan besar milik sang kakek tercinta.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit mobil tersebut tiba di depan lobi perusahaannya, dengan Arion yang telah keluar dari mobil dahulu, tanpa harus menunggu Boy yang sedang memarkir mobil.


Lalu tak lama kemudian Boy sang asisten pribadi yang juga merangkap sekretarisnya itu menyusul Arion dengan cepat saat melihat sang atasan sedang masuk ke dalam lift khusus.


Kedua pria dingin ini pun telah sampai, dan memasuki sebuah ruangan pertemuan, dengan Arion yang memimpin jalannya rapat.


Ruangan pertemuan dipenuhi aura dingin, serta juga ketegasan di setiap perkataan yang dilontarkan oleh Arion sang CEO itu sendiri.

__ADS_1


Dalam memimpin dirapat kali ini hingga membutuhkan waktu 3 jam rapat tersebut akhirnya berakhir dengan *******.


Tentunya sebagai pewaris tunggal dia harus bersabar menemukan seseorang yang dianggap sebagai koruptor di kantor milik kakeknya. Yang mana membuat Arion turun tangan untuk menyelidiki keganjalan telah terjadi pada keuangan di kantor tersebut.


Sekembalinya dari ruangan pertemuan di sinilah dia tengah menatap dingin ke arah Boy yang kebetulan baru saja masuk ke ruangan pribadinya. “Tadi saat dimeja makan kau mengatakan suatu hal yang membuatmu ragu. Apa yang sedang kau sembunyikan dariku? Dan juga jelaskan mengenai data mahasiswa itu.”


Tanpa merasa takut Boy terpaksa menjelaskan semua perihal yang telah dia ketahui dari laporan dekan di kampus tersebut. “Oke akan ku jelaskan mengapa harus menyembunyikan hal ini darimu.”


Akhirnya mau tak mau Boy sang tangan kanan menjelaskan tentang data dari salah satu mahasiswa yang terlihat sangat misteri. Tanpa pernah ada yang mengetahui bahwa ia adalah seorang wanita tulen yang sedang menyamar untuk menutupi identitas aslinya.


“Jadi, begitu,” beo Arion sambil mengetuk meja. Yang mana ingatannya tertuju pada seorang gadis berambut hitam sepunggung itu kini telah menjelma menjadi seorang wanita. Namun, pada akhirnya hingga sekarang wanita tersebut lebih menyukai penampilannya yang sekarang.


Mengapa nama belakangnya itu seperti marga sahabat papa? Apa jangan-jangan ….

__ADS_1


__ADS_2