
Hati Mareta benar-benar dibutakan oleh obsesinya terhadap pria yang dulu menjadi bagian masa lalu dari suami Angelika Austin Fernandes Xavier. Ia yang sekarang menginginkan Sarah hanya mengenal pria bodoh sebagai papa kandungnya bukan Samuel yang muncul tiba-tiba muncul kembali.
“Kau hanya menginginkan Ayah kandung dari Sarah ku' bunuh begitu, hm!”
“Kenapa apa kau tak bisa melakukannya untukku?” Mareta dongkol dengan pria itu.
“Itu masalah gampang, Sayang!” Suara tawa mencekam tak membuat nyali Mareta takut. “Sepertinya kau lupa denganku, Mar. Bahkan dulu kau datang dan merengek denganku untuk membantumu melenyapkan ketua dari anggota organisasi itu! Bahkan sekarang kau merengek lagi untuk melenyapkan Samuel dari kehidupanmu? Aku akan mengabulkannya tapi itu tidak gratis ....”
“Kau mau uang berapa aku akan mengabulkanmu?” sela Mareta cepat.
“Astaga, Sayang! Aku tak butuh semua uangmu! Kau datanglah ke hotel nanti akan ku kirim alamat itu. Jangan harap aku mau membantumu lagi. Paham!”
Panggilan itu dimatikan secara sepihak. Membuat Mareta mengumpat geram karena ia tak menyangka orang yang sedang dihubungi olehnya meminta hal lebih. Tanpa diketahui bahwa pria itu pasti meminta untuk dipuaskan napsunya yang mau tak mau Mareta terpaksa mengabulkan keinginan dari pria tersebut.
Mengingat dulu mereka pernah melakukannya, dan kini terulang kembali. Mareta mengetahui betul bahwa pria tersebut bukanlah seorang yang bisa disentuh.
***
“Ada perlu apa kau memanggilku, Yon.” Boy menghampiri Arion yang tengah berdiri di depan kamar pribadinya.
“Aku memanggilmu kemari untuk menanyakan tentang persiapan kita apa sudah beres, Boy?” Tanpa menolehkan ke belakang Arion masih tetap mengarah pandangannya ke luar jendela.
“Persiapan kita sudah beres, Yon.” Boy melaporkan pada Arion bahwa dirinya dan beberapa anak buah telah bersiap untuk melakukan perang.
__ADS_1
“Ingat jangan sampai gagal, Boy!” titah Arion dingin.
“Oke! Apa ada lagi yang ingin kau katakan?” tanya Boy dingin.
“Pengkhianat sudah kau siksa?” Arion enggan menjawab. Namun, ia membalik pertanyaan.
“Apa perlu dia kau berikan pada mereka?” Yang dimaksud oleh Boy adalah hewan-hewan kesayangan Arion.
“Berikan saja, Boy!”
Tanpa membantah Boy sang asisten sekaligus tangan kanan Arion meninggalkannya seorang diri.
Di markas Dark Angel. Alana dengan Whepi telah kembali, dan mereka berkumpul di tempat seperti biasa. Namun, kebungkaman dari sang ketua membuat ketiga abang-abangnya merasa heran dengan tingkah laku dari Alana.
“Apa aku harus menjawab pertanyaan yang tak penting itu, Bang?” Alana sejujurnya enggan menjawab. Namun, desakan dari Whepi membuat ia merasa terpojok.
Yang Alana pikirkan saat ini adalah tentang mendiang sang mama tercinta, dan ia merasa mamanya tersebut masih hidup, serta bersembunyi di tempat tak diketahui oleh siapa pun, bahkan Alana merasa Gerry menyembunyikan sesuatu tentang sang mama tercinta.
Jadi, bila memang benar hal itu dilakukan oleh Gerry! Untuk apa dia menyembunyikan semua itu pada dirinya. Itulah yang sedang mengganggu pikiran dan hatinya.
Suara bas Fatah membuyarkan kebungkaman mereka. “Kau tak perlu memojokkan adik kita seperti itu, Whep! Kalaupun dia menyembunyikan rahasia sudah pasti itu sangat privasi.”
Whepi mendengkus kesal dengan pernyataan dari Fatah. “Dia-kan sedang merencanakan sesuatu yang tak kita tahu!”
__ADS_1
“Sudahlah jangan marah-marah, Whep.” Agung yang sedari diam membuka suara karena ia sedikit pening dengan perdebatan mereka.
Yang tak sadari oleh mereka bahwa Alana menyembunyikan rencana yang telah ia susun dengan rapi, tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya.
.
.
.
.
.
SAHABAR JADI NIKAH
Blurb
Gak ada acara NgaNu🤗🤗
Hanya cerita tentang perjodohan anak Sma. Babnya hanya sedikit.
Kawal sampai End😋😋
__ADS_1