
“Apa kau sedang melacak orang yang menyerangmu?” Boy tak menjawab tapi ia membalik pertanyaan.
“Apa kau tak lihat apa yang sedang ku lakukan, hah!”
Begitu membentak tangan kanannya Arion mengumpat geram karena tak menemukan petunjuk tentang kecelakaan yang dialami oleh dirinya.
Si'alan siapa mengapa aku tak menemukan apa pun di sana? Apa yang terjadi?
Boy yang melihat kegelisahan di diri Arion dengan tanggap dia menjelaskan beberapa hal tentang kecelakaan itu.
“Sudah ada yang menanganinya, Yon!”
Mata Arion memicing dingin begitu mendengar perkataan yang dilontarkan oleh tangan kanannya ini.
“Katakan dengan jelas.”
Mengangguk kepala tak lupa Boy pun menjelaskan dengan secara detil tentang kejadian yang dialami oleh Arion.
__ADS_1
“Mengapa kau baru mengatakan hal ini padaku, Boy.” Nada dingin Arion membuat seorang Boy sebagai tangan kanan tak bisa berkutik dengan kegesitan dan kelincahan dari para anggota Dark Angel.
“Maaf bila aku menyembunyikan hal ini darimu karena permintaan langsung dari tuan besar.” Tanpa merasa ia menjelaskan kembali pada Arion tentang Dark Angel yang lebih dulu menangkap orang yang telah menyerang ketuanya.
“Lalu kau sudah menangkap mata-mata yang ada di markas ini, hm!” Arion tanpa sengaja menyindir dengan terang-terangan.
Sebab, dia sendiri ingin melihat musuh mana yang berani menyerangnya.
“Tenang saja aku sudah mengatakan pada mereka untuk berpura-pura dengan memberi umpan pada pengkhianat kita.”
Tanpa membantah Boy mengangguk kepala. Dia pun juga teringat dengan Arion yang tiba-tiba berada di dalam bus yang ditumpanginya. “Ngomong-ngomong bus siapa yang memberimu tumpangan?”
“Ck, dasar, kau ini jangan katakan ingin menagih janji denganku?” Arion bertanya dengan nada berdecih sinis.
“Aku tak ingin kecolongan kembali, Yon!” jawab Boy dengan berkilah.
Sebelum melanjutkan perkataannya dengan mendengkus kesal. Arion mengatakan langsung pada intinya.
__ADS_1
“Virus, nama orang yang memberiku tumpangan, dan juga saat ada di dalam bus itu. Dia tidak sendiri ada beberapa orang di dalamnya termasuk orang yang bernama Andi.”
“Jadi, maksudmu, nomor ponsel kemarin itu bukan milik Virus, tapi milik Andi begitu, Yon.” Boy dibuat bingung dengan ketuanya. Yang meminta dia menyimpan nomor ponsel milik orang lain.
Mengangguk kepala Arion memerintahkan tangan kanannya untuk melacak identitas asli dari pria yang bernama Virus. “Lacak identitas aslinya karena aku merasa di antara Virus dan Gordon Cullen ada hubungan pribadi.”
“Kau darimana bisa menerka hal itu?” tanya Boy bingung.
“Aku tak begitu yakin dengan jelas. Mengingat wajah Gordon ada sedikit–” Arion tak melanjutkan karena ia sendiri masih ragu dengan pemikirannya.
Boy yang tanggap enggan melanjutkan pertanyaan yang ditunjuk untuk Arion. Lalu dengan berbasa-basi dia akan menanyakan pada ketuanya dengan memancing rasa penasaran tentang organisasi rahasia sahabat tuan besar.
“Apa kau tak penasaran dengan organisasi rahasia Dark Angel?” tanya Boy yang berusaha memancing rasa penasaran di diri ketuanya.
“Bukankah yang menjadi pemimpin dari organisasi rahasia itu sahabat kakekku sendiri.” Arion pun sama sekali belum mengetahui bahwa organisasi milik sahabat kakeknya tercinta saat ini telah berpindah tangan dengan Alana Stevannya Lucier yang menjadi pemimpinnya.
“Jadi, kau sendiri tak mengetahui tentang hal ini?” Boy tersenyum tipis secara tak langsung sang ketua tak mengetahui perihal tentang ....
__ADS_1