
Sambil berdehem lalu berucap. Arion tanpa berbasa-basi langsung mengatakan langsung tujuannya menghubungi memanggil Virus. “Bisa pinjam ponselmu sebentar?”
Virus mengernyit bingung dengan pertanyaan dari Arion yang tak lupa mengambil ponsel lalu ia sodorkan padanya.
Yang diterima oleh Arion dan seketika jemarinya lincah melihat sebuah peta di mana tempat tersebut menjadi lokasi penjemputan untuk dirinya.
“Terima kasih banyak dan bisakah kau antarkan aku ke tempat itu?” tanya Arion seraya memperlihatkan tempat titik lokasi penjemputannya.
Bola mata Virus membulat sempurna saat dia secara tak sengaja melihat sebuah peta di mana lokasi tersebut tak jauh dari arah tempatnya bersembunyi dari Gordon Cullen.
“Ini, kan, mengarah ke rumahku. Kalau begitu kita satu arah ke sana.” Virus menjawab sembari memasukkan kembali ponsel miliknya.
__ADS_1
Arion mengangguk lalu kemudian dia tersenyum tipis. “Sepertinya takdir mempertemukan kita pada musuh yang sama.”
“Kau benar, Yon. Terlepas dari itu semua sejujurnya aku sangat ingin bisa hidup bebas dari ketua mafia meresahkan itu.” Virus berkata sambil menceritakan setidaknya sedikit tentang kekejaman yang dilakukan oleh seorang Gordon Cullen.
“Bersabarlah semoga setelah aku berhasil menangkapnya. Kau pasti bisa terbebas dari mafia itu.” Arion menepuk pundak Virus seraya memberinya hiburan karena ia bersumpah akan membantu pria di depannya ini.
Tak ada yang mereka obrolkan sampai dari luar terdengar suara helikopter yang menandakan sebuah jemputan mengarah untuk seorang Arion Orlando Alexander Azkalezy.
“Sepertinya suara heli di atas adalah tangan kananku.” Arion membuka suara dan membuyarkan lamunan Virus.
“Andi aku pamit dulu, ya. Terima kasih nanti ku kirim email untuk membantu Wasabi.” Arion berkata sambil berpamitan pada Andi yang sedang duduk di kursi kemudi bersiap untuk ikut tapi di cegah dan meminta tetap duduk di tempat. “Tak perlu ikut mengantar biar Virus yang mewakili.”
__ADS_1
Sebelum masuk ke dalam helikopter dengan Boy yang sedang menatap dingin ke arah dirinya ini. Tak lupa Arion berjabat tangan sambil memberi pelukan sebagai tanda pertemanan. Bahwa ia berjanji akan membantu Andi mau pun Virus untuk menangkap Gordon Cullen.
“Aku pergi dulu, terima kasih tumpangannya.” Arion melepas pelukan sambil berjalan menghampiri heli yang sedang terparkir. “Secepatnya kau akan terlepas dari mafia itu. Tunggu kabar dariku.”
Tanpa banyak berkata Virus terdiam mengangguk. Terlepas dari itu pria yang menolong Arion tersebut memanglah benar-benar ingin melepaskan diri dari genggaman tangan Gordon Cullen. Ketua king mafia yang sangat berbahaya dan meresahkan. Namun, tak ada seorang pun yang menyadari sejujurnya Dark Angel telah memburunya.
Begitu Arion masuk ke dalam helikopter tersebut ia pun tak lupa melambaikan tangan ke arah Virus yang masih tetap menatap dirinya.
Perlahan-lahan helikopter yang di naikki oleh Arion meninggalkan tempat di mana sebuah bus terhenti dengan Virus yang masih menatapnya.
Sampai akhirnya helikopter tak terlihat oleh pandangan Virus kembali melajukan bus menuju ke arah rumah persembunyiannya dari ketua mafia tersebut.
__ADS_1
Di dalam helikopter Arion terus berdiam meskipun Boy mencecarnya sebuah pertanyaan. “Kau bagaimana bisa kecelakaan begini? Lalu juga kode yang terkirim untukku itu dari ponsel mana? Luka ini mengapa tak diobati, hah!”
Tiba-tiba Arion sedikit mendesis pelan ....