Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part enam puluh enam


__ADS_3

Di sebuah markas dengan dua orang yang sedang terikat di depannya berdiri seorang pemimpin organisasi rahasia Dark Angel menatap dingin pada keduanya.


“Apa kau langsung turun tangan, Lan?” Whepi sedikit heran dengan Alana yang tiba-tiba sangat ingin menginterogasi kedua orang tersebut.


Alana mengangguk sembari berjalan menghampiri dua orang dengan kedua tangan kakinya terikat.


“Bangunkan mereka dan siram dengan air es!” titah Alana dingin.


Setelah mereka terbatuk-batuk seraya membuka mata perlahan-lahan. Seketika ruangan di tempat tersebut mendadak dingin saat Alana mengeluarkan ekspresi dan sorot mata yang datar.


“Bagaimana tidur kalian nyenyak, hm!” Alana juga tak lupa dengan menggantikan nada suaranya menjadi sangat bas serta ser'ak.


“Kau!” ucap kedua orang itu dengan kompak.


“Aku, kenapa, hm?”


Dua orang tersebut semakin bingung dengan keadaan mereka yang terikat itu. “Bagaimana mungkin kami bisa ada disini?”


Tanpa menjawab pertanyaan dengan sorot mata yang datar Alana menghampiri mereka dengan memberinya sebuah pertanyaan.

__ADS_1


“Musuh mana yang mengincar ketua Black King Mafia, hm?”


“Cih, ternyata rumor Dark Angel itu memang benar seperti ini wujud ketua aslinya.” Nada ejekan yang dikatakan membuat Alana geram karena dia sangat membencinya.


Tangannya pun mengangkat sebuah sejanta yang dengan sengaja ditempelkan di ujung kening dari salah satu tahanan tersebut.


“Apa kalian ingin isi kepala dari salah di antara kalian keluar?” tanya Alana sembari menekan ujung senjata tersebut.


“Baiklah biar aku yang mengatakannya padamu.”


Alana pun menyimak dengan seksama tanpa ada yang terlewatkan mengapa seorang Arion Orlando Alexander Azkalezy bisa mempunyai musuh sepertinya.


“Katakan hal ini pada tuanmu. Ketua Black King Mafia dengan Dark Angel bersahabat baik. Kalau sampai masih berani mengusiknya. Bersiaplah menabuh genderang perang denganku.”


Selesai memberi ancaman Alana kembali bergegas ke tempatnya semua dengan kedua abang mengekor dari belakang.


“Mengapa melepaskan mereka begitu saja?” Agung begitu heran dengan tindakan dari adiknya ini. Yang begitu gampang melepaskan kedua tahanan tersebut.


“Memang sengaja ingin ku lakukan.”

__ADS_1


“Jadi, kamu sangat ingin mengetahui secara langsung musuh dari ketua mafia itu?”


Alana mengangguk sembari jemari tangannya menangkap sebuah sinyal dari arah lain.


“Sinyal ini tak mungkin!” Alana membeo yang terdengar langsung oleh kedua abangnya.


“Ada apa?”


“Sudah saatnya kita harus membantu organisasi Knight Black itu karena Gordon saat ini telah menahan tangan kanannya.” Alana berkata sembari tak lupa jemarinya mengetik pergerakan dan lokasi di tahannya seorang target yang mereka incar.


“Dapat!” Seperti yang dia duga penahanan untuk target atas nama Andi di tempat pada suatu tempat yang tak bisa dilacak dengan mudah.


“Bukankah tempat itu sangat sulit dilacak, Lan.”


“Ya, Bang target mereka disembunyikan supaya tak ada yang bisa melacaknya.” Alana menyahut tanpa menolehkan kepala ke arah samping.


Jemari-jemarinya terus menekan sebuah keyboard dengan tak lupa manik matanya menatap lurus ke arah satu titik yang menjadi tempat persembunyian target tersebut karena saat ini dia sendiri sedang menyiapkan strategi untuk menyelamatkan pria yang bernama Andi.


Menunggu beberapa menit kemudian dia pun akhirnya menemukan sebuah strategi untuk mengarah ke tempat tersebut dengan sebuah cara yang ....

__ADS_1


__ADS_2