Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part empat puluh sembilan


__ADS_3

“Sayang, apa kamu tak ingin menjadi presdir di perusahaan milik kakek dan opamu?


“Aku tak tertarik.”


“Baik-baik, Kakek tak akan memaksa untuk menjadikanmu seorang pemimpin di kantor tapi kedua kakekmu kan berterima kasih jika kamu melindungi semua data-data dari musuh yang mengincarnya.”


“Kek, berapa kali aku bilang, meskipun saat ini cucumu tak tertarik menjadi seorang pemimpin bukan berarti harus berdiam diri saja. Semua apa yang engkau dan opa punya harus selalu dalam lindunganku. Paham!”


“Astaga, sayang, sudah ya jangan marah. Kali ini kita langsung bahas ke intinya mengenai misi yang ku beri tugas untukmu.”


“Apa maksud Kakek menyuruhku menangkap gembong mafia yang menjadi incaranmu?”


“Salah satunya adalah ia mencuri uang milik sahabat kakekmu ini, Sayang. Sudah dengar berapa kerugian yang dialami olehnya?”


“10 triliun kan, Kek.”

__ADS_1


“Nanti di sana kamu akan bertemu dengan organisasi Knight Black yang di pimpin oleh seorang pria bernama Virus. Mengenai tentang datanya bisa kamu lacak sendiri. Bantu dia lepas dari ketua mafia yang sangat meresahkan itu.”


“Misi di terima dengan senang hati.”


“Jangan lupa bantu juga cucu sahabat Kakekmu ini. Kamu pasti paham dengan orang yang sedang kita bahas. Jika, belum mengerti juga tanyakan pada Gerry. Hati-hati misimu kali sangat berbahaya karena orang yang sedang diincar itu lebih licik dan picik dari ja'lang itu.”


“Baik cucumu akan berhati-hati nanti dalam waktu beberapa dekat setelah misi selesai aku kembali ke kota untuk memulai magang di kantor lain. Kakek tak keberatan kan bila ku hanya mengunjungi kantor milikmu dan mengecek kinerja karyawan di sana?”


“Tidak. Malah bagus kamu mau mengecek. Kakek tutup dulu. Terima kasih mau menghubungi meskipun tak bisa melacak keberadaanmu sekarang.”


Sambungan panggilan dari kakeknya terputus dengan dari arah seberang yang mematikannya. Hanya dengan mendengar suara tegas nan lembut membuat dia tak kuasa menahan air mata yang berkaca-kaca.


“Jangan lebih baik kakek tak perlu mengetahui bahwa aku sudah lama di tinggal di sini.”


Lalu mereka kembali membahas strategi untuk membantu seseorang melepaskan diri dari ketua king mafia Gordon Cullen.

__ADS_1


Sampai akhirnya ketiganya pun sepakat untuk berangkat hari ini juga dengan Gerry yang tertinggal di markas seorang diri bersama anggota yang tak ikut.


*****


Jika, di sana dengan Alana yang telah berangkat terlebih dulu. Kembali pada Arion sedang menemani sang mama tercinta berkeliling di Mall milik mereka.


Namun, mereka terlalu tak menyukai kemewahan. Terutama nyonya Jackson cenderung lebih sangat menyukai kesederhanaan, dan jika sedang berjalan-jalan atau pegi berbelanja ia akan menghabiskan lalu di bagikan pada orang-orang yang lebih membutuhkannya.


Kebaikannya hal tersebut tak luput dari sudut pandang putranya sendiri yang tak begitu mengetahui perjalanan cintanya dengan Jackson Orlando Alexander Azkalezy.


“Mama, tak ingin beli apa pun?” tanya Arion yang begitu heran dengan pilihan sang mama tercinta. Sebab, baru ini dia melihat di depan mata sendiri betapa baiknya nyonya Jackson jika sedang bertindak.


“Sudah jangan bawel kamu. Tak keberatan kan jika dompetmu harus terkuras banyak?”


Arion menggeleng kepala melihat betapa antusias sang mama dalam berbelanja kebutuhan sesuai dengan keinginan panti asuhan yang sering di datangi.

__ADS_1


“Tidak, Ma, tapi apa nanti perlu mampir ke panti juga?”


“Langsung di kirim saja karena di sana pasti mengerti kalau itu dari, Mama.”


__ADS_2