Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part enam puluh delapan


__ADS_3

Saat berada di perjalanan setelah mengintrogasinya. Ia yang bernama Andi ini menatap takjub ke arah Whepi.


Sampai di tengah perjalanan Andi baru menyadari mobil tersebut semakin menjauh dan dia sedikit familier dengan arah mobil melaju itu.


“Jalan ini kan mau ke arah rumah Virus.” Andi bergumam lirih yang masih bisa didengar oleh Whepi.


“Kau benar aku sedang mengarahkan mobil ini ke arah–” Whepi tak menduga Adiknya menyela perkataan yang dilontarkan dirinya.


“Rumah Virus untuk mengantarmu.”


“Mengapa kamu yang menyela perkataanku.” Whepi memprotes kelakuan dari sang adik tercinta. Namun, ia mengumpat geram dengan tindakan Andi yang menatap lama ke arah Alana. “Jangan menatapnya seperti itu.”


Tengkuk Andi merinding saat mendengar nada ancaman dari seorang pria yang sedang mengemudi karena dia tak sengaja menatap lama ke arah seseorang yang sedang duduk dengan tangan terlipat di atas perut.


“Kau bisa memanggilku, Alan.” Alana bukannya tak mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Andi dengan tanggap memberinya penjelasan tentang nama panggilannya.


“Maaf karena aku tadi memanggilmu seperti itu tapi tunggu bisahkah kau mengantarku ke tempat lain. Mengingat saat ini Virus masih dalam kondisi yang berbahaya.”

__ADS_1


Aku sangat yakin dia yang ada di belakangku itu adalah wanita. Dari segi fisik sudah terlihat sangat tapi mengapa suaranya seperti seorang pria?


Batin Andi melamunkan tentang seseorang yang hanya diam membisu. Namun, lamunannya buyar saat suara tersebut mengajak ia mengobrol.


“Jangan berterima kasih denganku. Aku datang karena Dark Angel dan Black King Mafia adalah dua organisasi rahasia dunia gelap yang saling berhubungan.” Alana tanpa berbasa-basi mengatakan hal langsung pada pria yang bernama Andi. Serta tak lupa dia menyerahkan sebua tas kepada pemilik aslinya.


“Oh, sayangku, akhirnya kau kembali lagi.” Andi tergelak lucu sendiri yang mana hal tersebut di saksikan langsung oleh Alana.


“Jadi, Lan, ke mana kita akan mengantarnya?” Whepi membuka suara yang sedang memecahkan keheningan.


“Bawa saja ke markas, Bang. Dia juga perlu privasi dan ingat pesanku jangan mencampuri urusannya. Paham!” Alana melakukan hal tersebut karena ia sendiri perlu mengetahui kegesitan untuk ketua mafia yang di pimpin oleh Arion Orlando Alexander Azkalezy.


“Kau bisa memilih kamar untuk tempatmu beristirahat karena aku dan para abangku tak akan menganggu privasimu.”


Tanpa menunggu ucapan terima kasih dari Andi. Alana membalik badan dengan meninggalkannya seorang diri. Yang masih sibuk mengagumi interior markas cabang milik kakeknya.


****

__ADS_1


Di markas lain lebih tepatnya di tempat milik Arion saat ini sedang mengetik dan mencari tahu tentang kecelakaan yang terjadi pada dirinya.


Saat dia sedang mencari tahu dalang musuh yang menyerang. Datanglah tangan kanannya alias Boy untuk memberi kabar tentang musuh yang ditangkap oleh anggota dari Dark Angel.


“Apa aku mengganggumu, Yon.” Boy membuka suara sembari mendudukkan bokongnya di atas sofa.


“Ada apa?” tanya Arion tanpa menolehkan kepala ke arah tangan kanannya.


Boy baru saja menduduki sofa terkejut saat melihat laptop Arion yang di pastikan sang ketua sedang melacak orang musuh yang menyerangnya.


“Apa kau sedang melacak orang yang menyerangmu?”


*****


Maaf baru nge up ya mohon dimaklumi karena anak lagi sakit


Jika aku ingin membuat grub wa apa ada yang mau masuk

__ADS_1


Berminat bilang langsung ya


See you next time


__ADS_2