Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part sebelas


__ADS_3

Beberapa jam kemudian setelah operasi pasien itu dilakukan, dengan Alana sendiri yang masih menahan sakit di punggungnya, tanpa berbasa-basi ia menanyakan langsung keadaannya pada dokter tersebut yang diketahui bernama, David. Justru mengucapkan banyak terima kasih pada Alana sebab, ia telah menyelamatkan nyawa dari pasien itu sendiri.


“Sekali lagi terima kasih banyak karena, kau sudah berkali-kali menyelamatkan nyawa sahabatku. Kalau boleh tahu siapa namamu, Nona?” ucap David sambil menanyakan nama identitasnya.


Tanpa berpikir panjang Alana pun tak menjawab perihal tentang namanya tersebut, justru ia mengalihkannya dengan bertanya balik tentang keadaan pria yang ia tolong. “Maaf, aku tak bisa memberitahukanmu perihal tentang namaku. Biarlah ini menjadi rahasiamu dengan rahasiaku, jangan katakan pada sahabatmu itu. Jika akulah yang menyelamatkan nyawanya! Lalu apa aku bisa melihat keadaannya sekarang?”

__ADS_1


David pun mengerjap-ngerjap berulang. Apakah ia tak salah lihat dengan kekhawatiran dari gadis tersebut? Mengapa justru ia tak memberikan perihal tentang namanya, bahkan ia harus ikut andil untuk menyembunyikan tentangnya yang telah menyelamatkan nyawa, Arion Orlando Alexander Azkalezy dari maut. Akan tetapi untuk didepan kedua orang tua Arion ia tak akan bisa menyembunyikannya, mengingat David sangat mengenal betul siapa sesosok dari sang papa sahabatnya tersebut.


“Kau tak perlu cemas dengan keadaan pria yang kau selamatkan itu! Mengenai keadaannya, ia mengalami koma, lalu jika ingin melihat langsung silakan, dan maaf aku tak bisa menemanimu. Apa kau tak keberatan?”


Tanpa menjawabnya, Alana pun meninggalkan David yang tengah terheran dengan sikap, dan tingkah yang diperlihatkan oleh ia sendiri.

__ADS_1


Kini, Alana pun berada di dalam kamar inap yang dihuni oleh pria yang telah ia tolong, sembari mendekatkan diri di dekat brankar yang di tempatinya.


“Aku tak ingin berbasa-basi denganmu, Om! Kedatanganku kemari, hanya untuk memberimu sesuatu yang harus kau jaga dengan baik karena aku tak yakin dia akan merebutnya dari tanganku. Jadi lebih baik kau yang menjaga barang berharga milikku, Om.” entah darimana keberanian Alana, tanpa merasa takut ia menyerahkan sebuah kalung dengan berbandul love yang di dalam terdapat sebuah inisial atas namanya, bahkan di sebelah nama tersebut terdapat sebuah foto seorang wanita cantik dengan tersenyum manis. Yang mana foto itu merupakan milik mendiang sang mama tercinta. “Maaf, Om, aku sudah lancang memakaikanmu sebuah benda berharga ini. Ingat ya, Om jagalah ini dengan baik-baik, dan juga maaf aku tak akan pernah kembali untuk bertemu denganmu.”


Setelah membisikkan suatu permintaan Alana, yang tanpa ia sadari alam sadar Arion merespons semua perkataannya, bahkan Arion berusaha membuka matanya tapi ia tak mampu melakukannya.

__ADS_1


Lalu tak lama kemudian, Alana berpamitan pada pria itu dan juga pada dokter yang menanganinya, setelahnya itu ia mengendarai motor sport kesayangannya, sambil mengganti pakaian yang ia gunakan dengan baru untuk menghilangkan jejak tentangnya yang telah menyelamatkan pria tersebut.


Begitu, Alana tiba di mansion megah, di dalamnya ia mendapat sambutan dari seorang pria paruh baya yang sedikit pun tak pernah adil memperlakukannya, bahkan ia sungguh tak siap saat pria yang dipanggil papa menanyakan perihal tentang privasinya yang baru saja dikhianati oleh sang kekasih tercinta.


__ADS_2