Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part enam puluh dua


__ADS_3

Alana mengangguk. Lalu seketika dia teringat dengan anggotanya yang saat ini ditugaskan untuk menangkap seseorang yang telah menyerang ketua dari Black King Mafia Arion Orlando Alexander Azkalezy.


“Jangan terlalu dipikirkan untuk orang yang bernama Virus itu. Bukan berarti kita tak mau membantu orang itu malahan kita harus membantunya. Apa pun tugas dari tuan besar tak boleh dianggap remeh.” Agung berusaha menghibur kegelisahan hati adiknya tercinta. Namun, bukan itu yang sedang dipikirkannya. “Lalu saat ini apa yang sedang kamu pikirkan?”


Saat Alana ingin menjawab pertanyaan dari Agung. Tiba-tiba dari arah lain datanglah empat orang anggotanya telah berhasil menangkap seseorang yang mereka tugaskan.


“Kenapa bisa babak belur begitu?” tanya Alana yang merasa heran dengan dua orang yang ditangkap tersebut.


“Mereka sempat ingin melawan, Ketua.” Salah satu dari anggota itu pun maju membuka suara.


“Lalu apa kau dan rekanmu terluka?”


Keempatnya pun kompak menggeleng karena selama masuk ke dalam organisasi yang dulu dibentuk oleh kakek ketua mereka cukup mendapat pelatihan yang sangat memuaskan.

__ADS_1


“Kerja bagus! Bawa dua orang itu ke tempat biasa!” titah Alana dingin.


Tanpa banyak kata keempatnya pun menyeret dua orang yang ditangkap oleh anggotanya.


“Siapa yang dibawa kemari oleh mereka, Lan?” tanya Agung.


“Seseorang yang menyebabkan kecelakaan di sebuah jalan mengarah lokasi tujuan kita. Kenapa memangnya?” jawab Alana balik tanya.


“Tidak.”


“Tenang saja aku akan menggagal rencana mereka yang menargetkan Andi.” Alana menyeringai karena waktunya telah tiba untuk berburu dan menggagalkan rencana ketua mafia yang mana ia berusaha menangkap otak cerdas dari organisasi Black Knight.


“Baiklah kalau begitu saatnya kita memburunya.”

__ADS_1


Lalu ketiga abang Alana itu pun mengumpulkan beberapa anggota yang ada di markas tersebut untuk memberi tugas menolong seorang pria bernama Andi. Langkahnya melaju lebih cepat dari ketua Black King Mafia Arion Orlando Alexander Azkalezy.


Selesai membuat strategi mereka pun berangkat ke tempat tujuan untuk menolong organisasi rahasia Black Knight. Namun, sebelum melangkah lebih jauh Alana menyempatkan diri untuk bertemu dengan orang-orang yang menyerang ketua Black King Mafia. Serta tak lupa menanyakan maksud tujuan menyerang sehingga menyebabkan kecelakaan dialami olehnya.


*****


Sementara itu di tempat lain begitu tiba di markas Boy segera memeriksa seluruh tubuh Arion. Apakah ada luka yang serius selain luka disudut bibir dan juga pelipis dari ketuanya. Namun, dia tak menemukan luka-luka tersebut.


“Boy!” Arion semakin mendesis saat sang asisten atau lebih dikenal dengan tangan kanan mengobati luka di sudut bibirnya. “Aku merasa ada seorang pengkhianat yang bertugas menjadi mata-mata. Apa kau tak tahu hal ini?”


“Aku tak kepikiran arah sana, Yon. Kalau memang ada mata-mata seharusnya mereka tak akan bisa lepas dariku.”


“Baguslah kalau kau sadar kan hal itu. Aku ingin tahu dan melihat musuh mana yang membuatku kecelakaan. Apa tak ada kabar dari anak buahmu?” Nada dingin Arion terdengar jelas. Bahwa dia sangat membenci yang namanya pengkhianat.

__ADS_1


“Bukankah aku sudah mengerahkan mereka untuk menangkapnya?” Boy bergumam lirih sambil bertanya. Mengapa anak buah yang ia tugaskan tak berhasil memberinya laporan.


__ADS_2