
“Orang-orang yang di tangkap oleh mereka pasti sudah diurus oleh organisasi itu. Aku sangat yakin saat ini mereka sedang dalam proses introgasi dari ketua Dark Angel.” Boy begitu sangat yakin dengan apa yang dipikirkan olehnya.
Benar saja seusai yang dikatakan oleh tangan kanan Black King Mafia bahwa sekarang ini kedua orang yang telah di tangkap anggota Dark Angel harus mendapati introgasi dari seorang Alana Stevannya Lucier.
“Maaf, Bos, kami gagal melakukan perintah dari Anda.”
“Tak perlu minta maaf denganku. Lebih baik kalian lakukan tugas dari tuan besar. Lacak dan selidiki kemana ketua mafia itu bersembunyi. Lalu tugas untuk kalian cari tahu siapa pengkhianat yang membuat ketua kita mengalami kecelakaan.”
Setelah Boy memberi ultimatim kedua yang gagal itu pun melakukan kembali tugas baru dari sang tangan kanan Black King Mafia.
****
Di sebuah mansion lebih tepatnya dengan Sean Mahendra menantikan kabar dari sang sahabat. Biarpun tak ada di tempat kontrak ia tetap kan pergi ke sana. Yang dinantikan pun telah tiba saat sebuah pesan singkat beserta alamat masuk ke dalam ponselnya.
__ADS_1
[“Datanglah ke alamat yang ada di sini. Ku tunggu kamu sekarang!”] Begitulah isi singkat dari pesan tersebut.
Membuat hati Sean berbunga-bunga bisa melihat gadis yang disukainya meskipun lewat sebuah foto.
Memacu kecepatan motor sport yang di kendarai olehnya. Membutuhkan waktu beberapa jam hingga ia sampai ke tempat alamat yang tertera di pesan itu.
Tanpa di duga-duga ia tercengang heran dengan alamat isi pesan yang dikirim oleh Raya tak sesuai harapan. Pada kenyataannya saat ini dirinya telah berdiri di depan lobi apartemen milik Alana Stevannya Lucier itu sendiri.
Dalam pikirannya ia bertanya-tanya siapa pemilik asli dari apartemen tersebut. Dan hal itu mengganggu pikiran dan hatinya.
Begitu sampai di lantai unit paling atas. Sean pun dibuat kaget lagi dengan segala kemewahan yang ada di dalamnya.
Setelah menemukan kamar unit yang di tuju dengan cepat Sean menekan bel yang ada di sebelah tempatnya berdiri. Saat pintu tersebut di buka dengan munculnya Raya yang sedang menonton film sambil menunggu kedatangannya.
__ADS_1
“Masuklah!” Raya mempersilakan Sean masuk ke dalam lantai unit milik Alana.
Pertama kali bagi Sean saat dengan mata kepala sendiri bisa melihat pemandangan yang begitu menyejukkan mata. Segala kemewahan begitu benar-benar membuatnya merasa sedikit tersentuh tentang seseorang yang dibalik kesederhanaan tersebut.
“Siapa, pemilik apartemen ini, Nda?” Sean membuka obrolan dengan bertanya langsung pada Raya Amanda.
“Oh, ini, aku menyewa atas persetujuan dari kedua orang tuaku.” Raya berkilah sambil berjalan menuju untuk menyiapkan minuman pada sahabatnya.
“Apa orang tuamu setuju kamu tinggal sendiri di sini?” Sean berteriak dari arah depan ruang tamu saat melihat Raya tengah membuatkan minuman untuknya.
Raya sedikit kesal dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Sean. Tanpa menjawabnya ia pun bergegas menemui sang sahabat dan menanyakan tujuannya datang ke apartemen ini.
“Kamu datang kemari karena apa sih?” tanya Raya ketus.
__ADS_1
“Bukankah aku sudah mengatakan hal ini padamu, Nda. Tentang kejadian di kampus. Apa kamu dengannya tak ada masalah ....”