Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part tiga puluh empat


__ADS_3

Ya, ketiga pria paruh baya tersebut adalah sepasang sahabat yang ingin melepas rindu. Namun, tidak bagi kedua besan itu pun masih mempunyai sebuah dendam yang belum terselesaikan karena, ayah kandung dari mama Alana masih mendendam atas perlakuan tak adil yang dilakukan oleh putranya itu.


“Mau sampai kapan kalian akan saling perang dingin begitu,” tegur kakek Arion dingin.


“Maaf,” ucap keduanya dengan kompak.


“Kalau kalian masih seperti ini terus, jangan pernah bertemu denganku lagi. Menyusahkan saja!” gerutunya bibir mencebik.


“Jangan! Iya … kami tak akan begini lagi.” Kakek Alana atau yang lebih dikenal sebagai ayah dari Angelika meminta maaf pada sahabatnya ini untuk, tak akan mengulang kembali apa yang dia lakukan itu. “Akan tetapi aku masih ada dendam dengannya karena, gara-gara putra kesayangannya ini. Aku harus kehilangan putri dan cucuku. Kau tahu kan aku begitu menyayanginya, bahkan sampai sekarang rasa bersalah ini terus muncul saat mendengar kabar yang begitu menyakitkan.”


“Apa benar yang dikatakan oleh besanmu itu, hm?”


Kakek Alana atau yang lebih akrab dikenal sebagai ayah kandung dari papa Alana ini mengangguk cepat. Membenarkan semua jawaban yang diberikan oleh besannya tersebut.


“Apa yang telah terjadi di antara anak-anak kesayangan kalian? Sampai membawa kalian pada suatu dendam?”


“Ini terjadi sudah ada belasan tahun. Sebelum putranya membawa dan mengenal seorang ja'lang. Yang mana wanita itu hanya menyodorkan sebuah berkas hasil tes DNA palsu. Agar dia bisa berpikir bisa menikahi putranya. Untuk menguasai seluruh harta warisan yang selama ini dibangun oleh putriku. Tahu sendiri kan? Dua perusahaan yang telah menjadi satu merupakan hasil kerja kerasnya. Dan seenaknya ja'lang itu merebut semua yang menjadi kerja keras putri kandungku. Bahkan gara-gara wanita itu aku harus kehilangan cucu keduaku dan putriku sendiri,” ucapnya sambil menjelaskan pada kakek Arion ini.


Yang mana mendapat sahutan dari besannya. “Maafkan aku yang tak bisa mencegah kebo'dohan putraku sendiri. Justru aku selalu mengatakannya kalau wanita yang kau benci itu tak lebih dari seonggok sampah. Dan sialnya dia tak memercayai semua perkataan dari ayahnya sendiri.”


“Itulah mengapa aku masih mendendam dengan putranya. Yang tak bisa menjaga kesucian pernikahannya. Bahkan sampai saat ini aku sama sekali tak menemukan jejak dari cucuku. Yang menghilang bagai ditelan bumi. Setelah cucuku menolong cucumu sekitar lima tahun yang lalu. Dan menitipkannya sebuah kalung dan kalian pasti bisa menebak isi dari kalung itu 'kan?”


Semua penjelasan di antara ketiganya ini masih belum menemukan titik terang dari permasalahan kedua anak-anaknya. Bahkan kakek dari Arion sendiri terkejut saat mendengar sebuah kabar kecelakaan. Yang menimpa sang cucu tercinta sekitar lima tahun yang lalu. Dan yang menolongnya itu adalah cucu dari kedua sahabat yang telah lama menjadi besan.


“Mengapa kabar kecelakaan yang di alami oleh cucuku tak terdengar olehku sendiri?” beo kakek Arion sembari bertanya-tanya dibenaknya.


“Kenapa kau tak tanya sendiri pada putramu itu? Pasti ada alasan lain berita itu tak terdengar olehmu.” Ayah kandung dari papa Alana ini menyahut beo dari sahabatnya sendiri.


“Hei, bagaimana kau bisa mengetahui mengetahui bahwa cucuku yang mengalami kecelakaan itu?”

__ADS_1


“Aku tahu semua tentang kecelakaan karena saat itu aku dan istri akan berkunjung ke mansion. Hanya untuk menengok keadaannya. Dan tak ku' sangka saat sampai di mansion. Diri ini mendengar pertengkaran hebat yang berasal dari putraku. Yang sialnya lagi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Cucuku keluar dari mansion itu membawa sebuah koper besar dan di sanalah aku kehilangan jejaknya.”


Tentunya kakek dari Alana itu sendiri pun masih mengingat dengan pertengkaran hebat. Yang mana membuat darahnya mendidih dengan perlakuan dari putranya. Yang lebih memedulikan seorang anak yang tak mengalir darah dari tubuhnya. Bahkan sangat tak adil bagi cucu kesayangannya tercinta Alana Stevannya Lucier.


Flashback on


Pada saat itu terdapat sepasang suami istri yang sedang dalam perjalanan menuju ke arah mansion tercinta. Kedatangannya ke mansion tersebut hanya sekedar melepas rindu untuk cucu kesayangannya tercinta. Bahkan kedua orang itu pun tak memedulikan keberadaan seorangan anak yang tinggal di mansion putranya.


Dia tak menyangka sang putra tercinta mengkhianati sebuah janji pernikahannya. Yang telah memberinya seorang cucu dengan nama Alana Stevannya Lucier. Dan itu terjadi ketika putranya meminta restu untuk menikahi seorang wanita yang sial lagi dia adalah seorang ja'lang yang bekerja sebagai sekretaris di sebuah kantor miliknya.


Hal tersebut membuatnya makin meradang saat sang putra lebih memercayai sebuah bukti palsu ketimbang perkataannya ini. Bahkan sampai sekarang pun dia dengan istrinya tercinta tak akan pernah memberikan restu untuk seorang wanita yang telah merenggut kebahagiaan orang lain.


“Pa, bisakah untuk cepat sampai di mansion? Perasaanku mendadak tak karuan. Aku khawatir terjadi sesuatu dengan Alana. Papa, tahu sendiri 'kan sampai mati pun pernikahan untuk kedua putramu itu. Tak akan pernah bisa mendapat restu dariku karena aku juga tak pernah sedikit pun mengakuinya sebagai menantu.”


Mobil yang mereka tumpangi ini seketika mendadak terdengar suara petir yang menyambar dengan tiba-tiba, dan juga disertai cuaca yang sedikit mendung.


Ya, mereka harus menerima kenyataan bahwa putranya menikah lagi dengan sekretarisnya itu. Dan setelah diselidiki oleh keduanya tujuan dari ja'lang itu adalah ingin menguasai seluruh harta warisan milik Alana Stevannya Lucier seorang.


“Kamu mendoakannya ya, Hon? Tak dengarkah tadi ada petir yang menyambar. Mungkin alam semesta ini menjawab seluruh doamu. Biarlah putra kita menyesali perbuatannya. Oke!”


Selang beberapa menit kemudian mobil tersebut tibalah di halaman parkir. Namun, pandangan mata mereka menatap ke arah cucu kesayangannya yang tengah menarik koper besar dengan melihat kedua mata cucunya sehabis menangis.


“Mau pergi ke mana cucu kita, Pa?”


“Sebentar, Hon. Sabar dan tenangkan dirimu, Hon. Aku akan menghubungi anak buahku untuk mengikuti jejaknya.”


Beberapa menit setelah memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti jejak Alana. Tanpa banyak kata dirinya dengan sang istri tercinta menemui sang putra. Dan memintanya untuk menjelaskan maksud dari cucu kesayangannya itu.


Saat sampai di depan pintu mansion. Dia begitu terkejut mendengar teriak istrinya yang begitu keras. Dan tak di sangka yang membuatnya semarah ini karena ada sepasang ibu dan anak yang terlihat senang. Hal tersebut mulai menarik perhatiannya, dan juga yang membuat sang istri tercinta mengamuk.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Kira-kira menarik gak? 🤔🤔


Maukah dibuat spin off cerita untuk para orang tua Arion dan Alana?


Pastinya nanti kalian akan menemukan bagaimana cara si papa Alana bisa menikah lagi


Yuk kasih dukungan yak


Jika ingin spin off dari sebelumnya


Angkat kaki


E canda ding


Angkat tangan


Aku lagi ngetik lagi

__ADS_1


__ADS_2