
Kembali lagi pada seorang wanita paruh baya. Yang mana setelah melampiaskan semua rasa sakit dihatinya, dengan tatapan yang sangat dingin ia pun memutuskan untuk menemui seseorang yang telah membuatnya jatuh cinta pada seorang pria, di mana pria tersebut telah memberinya seorang putri cantik tapi putrinya ini harus mendapatkan sebuah ketidakadilan.
Tak lupa ia meminta bantuan pada anak buahnya yang lain, untuk memeriksa sebuah proposal, yang berisi tentang kerja sama perusahaannya dengan pria dingin tersebut.
“Bagaimana, apa kau menemukan berkas yang aku maksud?”
Beberapa detik kemudian anak buahnya menyerahkan sebuah proposal dari perusahaan yang akan ia datangi itu, dan memeriksanya dengan teliti tanpa ada kekurangan dalam proposal yang sedang di ajukan.
“Menarik!” gumamnya dengan menyeringai sebab, ia akan segera bertemu dengan seseorang yang sangat ia kenal baik di dunia gelap. “Antar kan aku ke kantor itu!”
Meninggalkan sebuah ruangan rahasia yang menjadi tempat bertemunya para permisi yang ia tugaskan, termasuk tiga orang yang selama ini menjaga dan melindungi putrinya tercinta.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan menuju kantor tersebut, ingatannya tertuju ke arah sebuah kenangan yang begitu menyakitkan. Ya, ia tak akan pernah bisa melupakan kenangan buruk itu, bagaimana mungkin seseorang yang sangat ia cinta justru mengkhianati kepercayaan, hanya pada seonggok bukti omong kosong yang diucapkan oleh wanita sundal.
Selama aku masih hidup! Kau tak akan pernah bisa bahagia di atas penderitaan dan luka hati ini, mas. Aku bersumpah jika nanti kau mengetahui kebenaran itu, jangan pernah kau sesali atas apa yang telah kau lakukan pada, kami.
Lamunannya pun buyar tak kala sebuah mobil yang ditumpanginya tiba di kantor tersebut, dengan sorot mata yang dingin ia memasuki sebuah kantor mewah, tanpa memedulikan bisikkan dari karyawan kantor yang tengah membicarakan kedatangannya.
Dari arah lobi ia pun di cegah oleh kedua penjaga yang bertugas di kantor tersebut. “Mohon maaf siapa anda, Nyonya?”
“Tapi, Nyonya.” salah satu petugas itu pun sedikit ragu dengan kehadirannya di kantor yang sedang ia datangi.
“Aku tak ingin berbasa-basi! Tunjukkan padaku apakah pemilik kantor ini ada?” sedikit memaksa itulah keinginannya untuk segera bertemu dengan pria dingin.
__ADS_1
Dengan patuh salah satu rekannya pun mengantar seorang wanita misterius ini untuk bisa bertemu, dengan pemilik perusahaan Jackson Orlando Alexander Azkalezy.
Setelah tiba di ruangan paling atas, petugas yang mengantarnya pun mengetuk pintu, dan langsung mendapat sahutan dari dalam. Tanpa di duga-duga dengan lantang ia menerobos masuk ke dalam ruangan pribadi milik seorang Jackson, yang terkenal dingin di masa jabatannya sebagai ketua Mafia, yang kini jabatan itu di pimpin oleh sang putra tercinta.
“Long time no see. Apa kabarmu, hai, pria dingin!” tanpa merasa canggung dan malu ia dengan lantang menyapa seorang pria paruh baya, yang tengah menatapnya dengan tatapan dingin itu.
“Ka –” tak melanjutkan sapaan dari wanita di depannya, membuat lidah Jackson mendadak menjadi kelu sehingga, ia hanya bisa menatap dingin ke arah wanita tersebut.
“Ya, ini, aku yang dulu menjadi musuhmu, hahaha!” potongnya dengan sedikit tertawa. “Apa harus sekaget ini! Melihatku bisa hidup kembali begitu, hm?”
“Ada angin apa kau datang ke mari?”
__ADS_1