
Lain halnya yang sedang dilakukan oleh Sarah, di tempat lain Alana Stevannya Lucier tengah terbersin-bersin, bagaimana tidak dirinya menjadi seperti itu dikarena 'kan ada dua orang yang tengah membicarakannya.
Namun, dia sendiri pun tak menyadari bahwa yang membicarakannya itu merupakan sang mama tercinta tapi, tak menutup kemungkinan Alana sedikit merasakan bahwa mamanya tersebut masih hidup.
Ma, entah mengapa aku merasa mama masih hidup tapi yang aku rasakan adalah keberadaanmu ini sangat sulit untuk di temukan! Mengingat, pada waktu itu mayat yang dikubur kan itu bukanlah tubuh asli mama seorang. Melainkan orang lain yang menyerupai, dan hanya diri ini yang bisa merasakan hal ini.
Semoga apa yang dirinya harapkan menjadi kenyataan, dan Alana akan selalu menunggu kabar dan selalu percaya bahwa sang mama tercinta masih hidup meskipun belum pernah bertemu sekali pun.
****
Sementara itu di sebuah kampus ternama, masih dengan Raya Amanda yang terlihat seorang diri di dalam perpustakaan. Tempat tujuannya mencari sebuah bahas untuk dirinya ajukan sebagai proposal skripsi.
Namun, dirinya tak menyadari bahwa ada segerombolan geng yang di gawang oleh seorang wanita cantik, yang mana wanita tersebut selalu iri dengan kecantikan yang dimiliki oleh Raya sendiri.
“Lihatlah si bodoh itu sudah sedang sendirian,” ucap Eva sambil menunjuk ke arah Raya yang tengah sendirian.
__ADS_1
“Aku juga sedari tadi tak melihat keberadaan Sean. Ke mana 'kah dia?” sahut rekan Eva sembari bertanya.
Tak ada yang mengetahui bahwa wanita yang dipanggil Eva tersebut sangat menyukai Sean Mahendra. Seorang most wanted tapi ketika Eva mengungkapkan perasaannya kala itu, selalu mendapat penolakan dari Sean itu sendiri.
Sebab, Sean hanya menyukai seseorang yang telah membuat hatinya meluluh, jika sedang bersama dengan orang itu.
“Bagaimana kalau kita kerjai dia,” sahut Ella yang sengaja mengompori Eva untuk memberi pelajaran pada seseorang yang sedang mereka incar.
“Kau yakin cara ini akan berhasil?” tanya Eva yang merasa ragu.
“Oke-oke aku ikuti apa katamu.”
Keempatnya pun beranjak dari kursi yang tengah mereka duduki untuk mengerjai Raya dengan, menyewa beberapa preman yang mereka bayar, dan melakukannya di luar area kampus sebab saat melakukan di dalam kampus tersebut, akan mencoreng nama baiknya sebagai primadona di kampus itu.
“Aku ada tugas untuk kalian,” titah Eva sambil menunjuk empat orang preman itu.
__ADS_1
“Apa yang kau inginkan dari kami, Nona?” tanya salah satu preman dengan tampang yang sangar.
Eva pun membisikkan sesuatu pada salah satu preman itu. “Bagaimana apa kau dan temanmu itu mau?”
“Itu tak gratis, Nona!”
“Kalau kalian semua berhasil melakukan perintahku. Maka aku akan menambah bayaran 2x lipat dari ini! Bagaimana?” tawar Ella dengan bernegoisasi.
“Apa jaminan dari kalian, Nona?” salah satu dari rekan preman itu pun angkat bicara.
“Jaminan ya?” beo Eva. “Kalau kalian benar-benar bisa berhasil melakukan itu, kalian boleh memiliki ponsel dari kami berempat.”
“Kami tak butuh, Nona! Bayar sesuai dengan kesepakatan awal saja uang senilai 25 juta apa, Nona sanggup?”
Keempatnya pun merasa terkejut dengan permintaan dari para preman tersebut karena sudah kepala tanggung terpaksa ...
__ADS_1