Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part tiga puluh lima


__ADS_3

“Dasar ja'lang tak tahu diri … Sudah puas kau mengusir cucu kesayangku, hah … Bisa-bisanya, kau meracuni otaknya … Selama ini aku diam bukan tak menyayangi suamimu itu … Akan tetapi sebagai bentuk kasih sayangku untuk Alana seorang, dan itu bukan untuk putrimu …. ”


Amukan dari istrinya terdengar langsung dipendengaran putranya tercinta. Yang saat itu kebetulan sedang berada di ruang kerja setelah tak kuat melihat Alana pergi meninggalkan mansion.


“Mama, Apa-apain ini.” Papa Alana terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya yang tiba-tiba mengamuk dan memarahi istrinya tersebut. “Apa yang, Mama lakukan?”


“Kau itu bo'doh atau buta, hah!” bentaknya dengan nada tinggi. “Dua orang yang selalu kau banggakan tak lebih dari seonggok sampah. Lihatlah cucuku keluar dari mansion dengan menarik koper besar. Sedangkan mereka merasa senang karena tak ada lagi penghalang untuk menguasaimu yang bo'doh.”


“Ma, Sarah juga cucumu. Mengapa Mama tak pernah memberinya kasih sayang seperti Alana.”


“Cih, sampai mati aku tak sudi menganggapnya sebagai seorang cucu kandungku karena di dalam tubuhnya tak mengalir darah darimu. Masih kau terus menyayanginya? Kau itu telah dibutakan cinta palsu dari ja'lang itu.”


Pernyataan dari nenek kandung Alana membuat mama dari Sarah meradang tak terima ketika putrinya mendapat hinaan dari mertua yang tak menganggapnya ada.


“Kalau kau ingin marah denganku … Marah saja langsung di depan suamimu itu … Tak perlu menutupi topeng dan akal busukmu itu ….”


“Sudah ya, Ma. Aku sangat memahamimu yang masih belum menerima pernikahanku kali ini. Akan tetapi jangan menyebutnya seperti itu, Ma.”


“Lalu sebutan yang cocok untuk dia apa menurutmu? Wanita baik-baik tak akan merebut hak bukan miliknya. Dia lebih cocok di sebut ja'lang, pelakor karena telah merebut sebuah barang bekas, dan sialnya putraku sendiri yang telah menjadi sampah!”


Semua yang di katakan oleh nenek Alana benar adanya. Dan sang putra tercinta tak bisa membela istrinya ketika mendapat hinaan dan cacian yang dilontarkan oleh mama yang merupakan nenek kesayangan dari Alana.


“Sekarang jawab pertanyaan, Mama. Apa kau yang mengusir, Alana dari mansion ini, hm?”


“Aku tak mengusirnya, Ma. Dia yang memilih keluar sendiri dari mansion.” Sambil menunduk papa Alana tanpa berani menatap mata kilatan amarah dari mamanya tercinta.

__ADS_1


Mendengkus kesal saat mendengar alasan yang tak masuk akal dari putranya sendiri. “Apa kau pikir aku akan percaya begitu saja, hah!”


“Pelayan!”


Seketika kedua orang pelayan muda yang terlihat sangat polos itu. Merupakan mata-mata dari sang Nyonya Besar. Tentunya mereka mendapat sebuah tugas untuk mengawasi dan memantau apa yang telah dilakukan oleh putrinya, dan juga dengan mereka yang membuat nyonya besar tersebut sangat membencinya.


“Lemparkan semua bukti itu untuknya!”


Tanpa banyak bantahan kedua orang pelayan langsung memberikan sebuah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa selama ini Alana putri kandungnya mendapat siksaan batin dan psikis dari dua orang yang selalu dia banggakan.


“Bagaimana masih tak percaya dengan bukti yang, Mama tunjukkan ini?”


“Apa Alana mengadu pada, Mama?” Pertanyaan balik justru dilontarkan oleh papa Alana.


“Hei, dengar aku dan papamu kemari hanya untuk menengok keadaan, Alana. Namun, tak ku' sangka harus melihat bagaimana bo'dohnya seorang kau yang tak pantas disebut Papa.”


“Sudahlah, Mama sudah muak dengan kebo'dohan dan kebutaan yang kau buat. Ingat ini baik-baik dan camkan yang ada di otakmu. Aku sampai kapan pun tak akan pernah merestui pernikahanmu kali ini. Dan juga sampai terjadi dengan Alana, jangan pernah kau menganggap wanita tua ini sebagai, Mamamu. Paham!”


Lalu setelah itu kedua orang kakek dan nenek Alana meninggalkan mansion putranya, setelah mendapat kekecewaan yang begitu mendalam.


Namun, keduanya tak menyadari mama Sarah sedari tadi diam diri. Menyimpan dendam besar untuk keduanya, bahkan dengan ambisi yang besar dia merencanakan untuk membunuh kedua mertua. Yang tak lain kedua orang tua dari suaminya.


Beberapa bulan setelah penghinaan dari kedua orang yang membencinya. Mama Sarah pun melakukan rencana pembunuhan itu. Yang tak di sangka-sangka rencana yang dirinya susun dengan rapi. Terbaca oleh tangan kanan dari kakek Alana. Dan tentunya kakek beserta nenek dari Alana mengikuti permainan dari seorang ja'lang.


Sampai mereka membuat berita kematian palsu untuk mengecoh wanita yang begitu mereka benci. Dan mengantarkan keduanya bertemu dengan sahabat lama, beserta seorang pria dingin. Yang tak lain besannya sendiri.

__ADS_1


Flashback off


“Ngomong-ngomong apa yang akan kita bahas sekarang?”


Lamunnya seketika buyar setelah mendengar nada dingin. Yang berasal dari suara seorang pemimpin di suatu organisasi dengan julukan sang jenderal. Yang dapat menumbangkan lawannya di dunia gelap.


“Oh iya, sampai lupa mengapa aku mengajak kalian berdua bertemu di sini karena ingin meminta bantuan. Terutama, aku ingin meminta bantuan melalui putramu Jackson untuk mencari keberadaan putri dan cucuku. Kau tahu kan sampai sekarang kematian dari putriku masih menjadi misteri, dan istriku selalu yakin bahwa putri kami masih hidup. Entah sembunyi ada di mana dia, benar-benar hilang di telan bumi.” Kakek Alana yang selalu dipanggil jenderal ini pun menceritakan bahwa dia masih belum bisa menerima kematian dari putrinya yang bernama Angelika Austin Fernandes Xavier.


“Jadi begitu, ya.”


“Apa perlu aku mengerahkan tangan kananku untuk membantumu mencari keberadaan, Lika?” tanya kakek Arion sembari menawarkan diri.


“Silakan kalau kau ingin ikut membantu, dan itu tak membuatmu keberatan,” jawabnya dengan bertanya ke arah besannya. “Lalu bagaimana denganmu sendiri. Yang tiba-tiba membuat berita kematian palsu, dan menggemparkan publik atas kematian kalian berdua.”


“Tentu saja aku terpaksa melakukannya karena, saat itu kami berdua tengah mengikuti permainan ja'lang itu. Dan mengumpulkan semua bukti-bukti palsu tes DNA itu. Bahkan aku sekarang telah menemukan sesuatu yang akan membuatnya menyesal nanti.”


“Jangan bilang kau telah bertemu dengan ayah biologis dari seorang anak yang tak kau anggap cucu itu. Apa tebakanku benar?” sahut kakek Arion sembari bertanya.


Kakek dari Alana yang merupakan besan dari papa Alana mengangguk cepat. Dirinya pun sangat mengetahui tentang kebenaran yang selama ini disembunyikan rapi oleh ja'lang itu.


Bahkan dia dengan sang istri tercinta sangat mengenal dekat dan keduanya sepakat menyuruh pria misterius untuk tak muncul, sebelum menemukan keberadaan sang cucu tercinta.


“Jadi, kau meminta bantuan pada Jackson karena ini?”


“Tentu saja, di dunia gelap yang dulu kau pimpin sekarang ini telah berganti generasi yang dipimpin oleh putramu.”

__ADS_1


“Kau, salah besar, Bung. Sekarang yang menjadi pemimpin adalah cucu kesayanganku, Arion Orlando Alexander Azkalezy. Namun, putraku masih berdiri dibalik layar.”


__ADS_2