
“Dari mana saja kamu, Na?”
Alana yang baru saja datang itu pun merasa geram, dengan pertanyaan konyol yang selalu ditujukan untuk dirinya. “Apa pedulimu tentang diriku ini, Pa!” jawab Alana dingin.
“Bukankah selama ini kau sedikit pun tak pernah melirik ke arah diriku ini, Pa!” kata Alana dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan. “Lalu sekarang kau berusaha keras mendekat ke arah putrimu ini! Dengan dalih seolah-olah, kau sedang memedulikan keberadaanku. Yang ada kau selalu membandingkanku dengannya, tidakkah kau merasa ini tak adil untukku, Pa?”
Tanpa pernah ia duga, sang papa tercinta pun justru memberinya tamparan keras, yang mana sudut bibir samping Alana mengeluarkan darah segar.
“Ana, apa maksudmu itu, hah!” sahutnya yang merasa tak terima dengan perkataan dari putrinya. “Papa, sama sekali tak bermaksud berlaku tak adil padamu, Na. Hanya saja …”
__ADS_1
“Hanya apa, hah?” sela Alana cepat. “Bahkan kau sendiri tak pernah sedikit pun, berusaha mempertahankan seseorang yang selalu berharga buatmu. Kau dengan teganya memberi kami sebuah luka yang tak akan pernah bisa termaafkan. Ingat itu, Pa!”
“Jaga ucapanmu itu, Na. Papa, harus melakukan itu karena, dia memang anak kandung, Papamu ini. Apa itu salah?”
“Anak kandungmu kau bilang, Pa!” cetus Alana dengan sarkas. “Kau mengatakan lelucon yang sangat menggelikan, tidakkah kau berpikir terlebih dahulu. Apa benar dia yang, selalu kau bandingkan denganku anak kandungmu? Kau jangan terlalu naif, Pa. Aku sangat yakin kedua orang yang selalu kau banggakan tak lebih dari seonggok sampah.”
“Alana!” teriaknya dengan menggelegar. “Tidak bisakah kau menghargai perasaanmu, Papa ini, hah? Dan juga bukankah hasil tes DNA itu telah menunjukkan hasilnya sendiri, bahwa Sarah memanglah saudara tirimu itu.”
Tentunya Alana melakukan itu bukan tanpa alasan yang sebab, hanya saja ia tak ingin hasil jerih payah yang di bangun oleh mendiang sang mama tercinta, dinikmati oleh kedua orang yang sangat ia benci itu.
__ADS_1
Sebelum hal itu terjadi, ia harus segera pergi keluar dari mansion tersebut, tanpa memedulikan teriakan dari papanya yang terus memintanya untuk tetap berada di mansion tersebut.
Namun Alana tetap bersikukuh untuk terbebas dari mansion yang selama ini ia sebut neraka, setelah berhasil keluar dari tempat yang selama ini membuat hatinya dikecewakan, dengan perasaan yang terluka itu Alana Lucier Stevannya mengubah penampilan yang ada di dalam diri, dengan mengubahnya menjadi seseorang yang tak akan bisa mengenali ia sendiri.
Tak lupa juga untuk meminta bantuan abangnya tercinta, agar ia bisa menyembunyikan identitas aslinya dan juga meminta sang abang untuk menghapus semua kejadian di mana, kejadian itu yang telah membuat ia harus berhati-hati dengan Sarah! Seseorang yang selama ini iri, dengki, dan selalu berusaha merebut apa yang dimiliki oleh Alana itu sendiri.
Flasback off
Om, apa kabarmu? Semoga kau masih bisa menjaganya dengan baik.
__ADS_1
Bahkan sebenarnya Alana pun bisa meminta bantuan pada abangnya, untuk melacak keberadaan pria yang pernah ia tolong itu tapi, tak menutup kemungkinan identitas aslinya terbongkar, bahkan hingga sekarang ia masih betah dengan keadaan sejatinya yang sekarang ini