
“Kau masih mengingat wanita sial itu?” Sarah bertanya sinis tanpa memedulikan rasa sakit di sudut bibirnya.
“Sebutlah dia sesuka hatimu karena kau yang tiba-tiba datang merusak persahabatan kami.”
“Lalu aku harus bagaimana? Kau sendiri yang terlalu percaya dengan bualanku.”
“Ku peringatkan padamu jangan pernah kau menampakkan diri di depan mataku. Kau tahu tidak selain serakah dan tamak dengan segala yang selalu menjadi incaranmu. Lalu ingin mengincarnya juga begitu, heh. Jangan mimpi Sarah.”
“Apa maksudmu itu, hah?” Sarah membentak karena dia tak terima semua perkataan yang terlontar dari adik Arion.
“Jangan pura-pura bodoh kau. Dulu bisa merebut Dion dari tangan Alana. Sekarang ingin mendekatinya? Sampai kapan pun aku tak sudi menjadi iparmu. Sekarang puas!”
Tanpa di sangka-sangka adik Arion dengan lantang mengetahui rencana Sarah yang telah terobsesi dengan pria dingin sedari tadi berdiam diri sambil menyimak obrolan mereka.
Bahkan nyonya Jackson sendiri begitu kaget dengan perkataan dan tindakan yang dilakukan oleh putri bungsunya itu.
“Sayang jangan bicara seperti, ya. Tak baik tadi kan memang kebetulan tak sengaja bertabrakan den–”
“Apanya yang tak sengaja, Ma. Memang peringai dia seperti itu.”
__ADS_1
Tak sadar ada beberapa orang yang menyaksikan diam-diam Sarah menyeringai tipis saat orang berlalu lalang menatap sinis ke arah mantan sahabatnya.
Namun, Arion menyadarinya berdehem untuk menghentikan berdebatan sang mama dengan adiknya itu.
“Sebaiknya kita harus segera pulang ke mansion, orang berlalu lalang dari tadi melihat perdebatan kalian.”
Tak sang kakak tercinta marah terpaksa mereka pun membubarkan diri dengan meninggalkan Sarah yang begitu membenci adik Arion karena ia belum mengetahui jika keduanya mempunyai hubungan darah.
Aku tak terima kekalahan ini. Tunggu pembalasan dariku. Kau pikir ku akan mundur sekali mengincarnya. Maka tak sedikit pun terlepas dari genggaman ini. Seperti Dion, pria yang sangat bodoh dalam urusan cinta.
Begitu sampai di dalam mobil Arion mencecari sang dengan berbagai pertanyaan. “Siapa wanita itu? Mengapa kamu begitu mengenalnya? Apa maksudmu dengan perkataan soal Alana? Dan Alana itu siapa?”
“Pertama kali melihatnya di kantor dan sayangnya dia sudah terikat kontrak kerja sama dengan perusahaan, Kakak. Kenapa memangnya?”
“Kamu harus selalu berhati-hati dengan tingkah lakunya ya, Kak. Dia sangat berbahaya, licik, dan penuh ambisi dalam setiap melakukan tindakan.”
“Lalu Alana itu siapa bagimu?” tanya Arion yang sedikit tertarik dengan nama tersebut.
“Oh itu sahabatku, Kak. Kami berpisah karena wanita tak tahu malu itu yang memfitnah sana-sini dan bodohnya aku terlalu memercayai perkataannya.”
__ADS_1
Akhirnya adik Arion menceritakan sedikit tentang sang sahabat yang begitu sangat ia rindukan.
“Berdoa suatu saat kamu akan bertemu kembali dengannya. Mumpung belum magang bolehkah Kakak minta tolong denganmu, Sayang?” hibur Arion sambil meminta tolong.
“Apa yang kamu minta, Kak?”
“Jaga mama selama aku pergi karena papa sedang ada di luar negeri. Kakek memberiku misi penting dan ini sangat berbahaya.”
Obrolan kedua adik kakak itu hanya terdengar oleh Boy yang sedang menyetir dengan sang nyonya Jackson yang tengah terlelap karena kelelahan.
“Hati-hati di sana, Kak. Kapan kamu berangkat ke Texas?”
“Malam ini aku berangkat ke sana untuk memulai misi dari kakek.” Arion bertekad bulat untuk tetap berangkat menangkap ketua mafia yang ....
******
Ada yang kenal sama Virus kan?
Coba tebak mengapa Alana bisa mengetahui identitasnya?
__ADS_1
Berbeda dengan Arion yang sama sekali tak mengetahui hal apapun!