
“Bagaimana apa yang akan kau lakukan setelah mendengar semua penjelasanku?” tanya Boy sambil berdehem.
Lamunannya buyar saat Boy berdehem lalu menanyakan tentang rencana yang akan Arion lakukan.
“Kau uruslah sendiri sesuai dengan penyelidikanmu.” Arion berkata sambil memberinya perintah. “Lalu apa sudah menemukan dalang dibalik koruptor yang sedang kita incar?”
“Aku sedang menyuruh beberapa hacker di markas untuk menyelidikinya.” Boy menjawab pertanyaan dari sang sahabat. Sambil berpikir tentang seseorang yang sedang menabuh genderang dengan Arion Orlando Alexander Azkalezy.
“Oh iya mumpung tak ada lagi jadwalku sebaiknya temani aku keluar karena, adik, dan mama sudah menungguku di sana.” Arion bergegas meninggalkan kantor untuk berjanji menemani sang mama berkeliling di sebuah Mall tempat asli miliknya sendiri.
Tak lupa tangannya mengambil ponsel untuk menghubungi manager mall dan memintanya agar dia tak perlu mendapat sambutan apa pun. Cukup melakukan tugas pengawasan seperti biasa.
__ADS_1
“Aku akan datang kesana beberapa menit mungkin bisa sejam. Ingat jangan menyambut seperti biasa dan juga jika ada mama serta adikku datang lebih dulu jangan disambut karena kami sangat tak menyukai keramaian lalu lalang. Kau paham kan tugasmu cukup mengawasi dan memantau dari jauh. Mengerti!” Nada perintah dingin dari Arion menegaskan pada manager itu untuk tak terlalu melakukan hal berlebihan pada keluarganya. Tanpa menunggu jawaban dia telah lebih dulu memutuskan panggilan.
Bersiap menuju halaman parkiran gedung kantornya. Namun, selang beberapa menit kemudian ponsel milik Boy pun juga bergetar di dalam saku celana yang sedang dipakai olehnya, tak lupa juga langsung menyuruh Arion menunggu di dalam mobil sedangkan dia sendiri menjawab panggilan yang masuk.
“Apa kau bisa menungguku di mobil?”
Mendengkus kesal tanpa menjawab pertanyaan dari sang tangan kanan. Arion pun telah meninggalkan ruangan pribadi dengan Boy seorang diri sedang mengangkat panggilan yang masuk ke dalam ponselnya.
“Seperti bukan perusahaan yang di sini saja sedang bermasalah. Aku menduga cabang di sana bermasalah, dan menurutku orang itu sama. Beberapa keuangan di perusahaan milik ketua sedang terjadi kebocoran.”
“Berapa kerugian yang terjadi pada dua perusahaan milik tuan besar?”
__ADS_1
“Jika, digabungkan kerugian yang di alami oleh tuan besar sekitar 10 triliun dalam waktu tiga bulan terakhir ini.”
Rahang gigi Boy menggeretak gemuruh saat mendengar laporan kerugian yang dialami di dua perusahaan milik tuan besar. Yang tak lain kakek dari Arion sendiri.
“Lalu apa kau sudah mendapatkan siapa yang menyuruh koruptor itu?”
“Petunjuk yang aku temukan mengarah ke Texas. Cabang perusahaan milik tuan besar. Sepertinya orang itu merupakan king mafia dari Los Angeles yang sangat berbahaya, dan ditakuti. Bahkan organisasi rahasia dari sahabat tuan besar sejak dulu telah mengincar Gordon Cullen sebagai buronan yang meresahkan.”
“Jadi tuan besar saat ini sedang memburu king mafia yang meresahkan itu?”
“Untuk lebih detil sebaiknya kau tanyakan sendiri saja pada tuan besar karena aku mendapat laporan dari mata-mata beliau yang menyamar menjadi salah satu rekanku.”
__ADS_1
“Ya, sudah kalau begitu tugasmu tetap terus melacak dan memantau para koruptor itu. Laporkan kembali saat kau menemukan sesuatu yang mencurigakan.” Boy berkata sembari memutus panggilannya. Lalu dia berganti menghubungi kakek Arion untuk ....