
“Putrimu!” Kanaya wanita sepuh menahan napas gusar ketika hendak menyebut nama putri dari pria di depannya ini.
“Katakan saja, Nyonya, jangan merasa sungkan dengan saya.” Pembawaan tenang bagai riak air dari ayah kandung Sarah sama sekali tak membuatnya takut.
“Sudah saatnya kau menampakkan diri di depan ja'lang itu!” titah Kanaya tegas.
“Lalu apalagi yang harus saya lakukan, Nyonya?”
Bukannya menjawab tapi sang Nyonya Besar membalik pertanyaan. “Apa kau masih menyimpan bukti tes DNA itu?”
Pria itu mengangguk. “Nyonya, tak perlu cemas, dan risau, saya sendiri masih menyimpan rapi bukti tes DNA yang hanya kita sendiri mengetahuinya!”
Seringai licik tersungging diwajah cantik wanita sepuh tersebut. “Aku menugaskanmu untuk menempati posisi sementara di cabang salah satu perusahaan milik suamiku yang dikelola oleh sekretaris kepercayaanku. Apa kau tak keberatan melakukannya?”
“Baik, Nyonya, akan saya lakukan perintah dari, Anda!” Tanpa ragu pria itu pun menerima misi sekaligus ia bisa bertemu dengan putri kandungnya sendiri.
“Kerja bagus!” puji Kanaya. “Sebab, aku sangat ingin melihat reaksi wajah kaget dari ja'lang itu. Ketika melihat keberadaanmu di kantor yang akan kau pimpin!”
Nathan yang diam menyimak tak menyangka kemarahan dari sang istrinya ini. Puncak dari awal kehancuran seorang wanita yang telah menghancurkan kebahagiaan sang putra tercinta.
“Nyonya, tak perlu cemas, sekali lagi saya minta maaf atas perlakuan putri kandung saya untuk cucu, Anda.”
“Sudah-sudah untuk apa kau meminta maaf denganku, hm! Aku memang sangat membenci dia yang berbuat salah tapi kau yang menanggungnya perbuatannya!” Kanaya dengan tegas enggan memaafkan putri dari pria itu.
__ADS_1
Pria paruh baya yang seumuran dengan putra kandung Kanaya dan Nathan tertegun dengan sorot kilatan mata kebencian di dalam diri daripwanita sepuh yang sedang mengobrol dengannya ini.
“Saya merasa gagal menjadi orang tua untuk–”
“Cukup!” Kanaya memotong dengan setengah membentak. “Aku tak ingin mendengar lagi tentangmu yang terus mengatakan maaf untuk putrimu. Kau cukup buat ja'lang itu tak bisa berkutik dengan kehadiranmu di sana. Paham!”
Tanpa membalas pria itu pun mengangguk kepala. Ia juga tak bisa berbuat banyak atas kesalahan yang dilakukan oleh putri kandungnya tersebut.
“Jika, kau sudah paham dengan tugasmu. Sekarang kembali ke tempat atau kau bisa memilih unit lantai yang bisa kau gunakan. Nanti aku akan menghubungi sekretaris istriku untuk mempersiapkan penyambutanmu di sana. Sudah siap dengan segala risiko yang akan kau hadapi nanti?” Nathan menggantikan Kanaya dengan memberi sedikit peringatan untuk pria itu.
Sambil mengangguk kembali pria itu tak lupa berpamitan dengan sepasang suami istri yang sangat ia hormati ini. “Baik, Tuan Besar, kalau begitu saya pamit undur diri.”
Setelah tak melihat punggung orang yang dianggap putra kandung. Nathan mengambil benda pipih untuk menghubungi sekretaris sang istri yang selama bertugas mempertahankan posisi Alana Stevannya Lucier sebagai pewaris tunggal. Sebab, dia sendiri juga tak menginginkan perusahan miliknya jatuh ke tangan cucu yang tak mengalir darah dengannya.
Di markas Alana yang terlihat sepi di dalam sebuah kamar yang telah ditempati oleh Andi saat ini sedang melacak keberadaan Gordon. Sambil jemari tangannya pun tak lupa membalas pesan singkat dari Arion yang bisa ditebak dengan mudah oleh ia sendiri.
Yang mana ia mendapat sebuah ....
.
.
.
__ADS_1
.
.
Pesan apa hayo?
Aku datang lalu pergi
Apalagi balik dengan karya punya teman
Mampir ya
Twins A And Miss Ceriwis
Blurb: Si kembar Arash dan Abash yang terjebak dengan satu wanita bernama Sifa. Di mana wanita itu mencintai Arash yang berprofesi sebagai perwira polisi dari pada Abash yang seorang CEO muda dari perusahaan IT yang sedang berkembang.
Sifa berfikir Arash adalah Abash yang pernah menyelamatkan dirinya saat tenggelam di kolam renang salah satu hotel ternama.
Apakah Sifa akan mencintai Abash? Di saat dirinya tahu jika yang menyelamatkan nyawanya adalah Abash? Bukan Arash?
Yuuk, simak terus kisah cinta si kembar A
__ADS_1