Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part empat puluh empat


__ADS_3

Lalu dia berganti menghubungi tuan besar untuk menanyakan langsung pada beliau tentang misi yang akan di terima oleh Arion serta dengan para anggota, dan juga dirinya sebagai tangan kanan.


Begitu panggilan tersambung kakek Arion langsung mengetahui tujuannya menghubungi beliau.


“Aku tahu kau ingin menanyakan tentang misi ini kan, Boy?”


“Anda benar, Tuan. Saya hanya ingin memastikan apakah misi ini memang ditujukan untuk kami menangkap buronan mafia itu.”


“Itu misi khusus yang sudah lama aku persiapkan untuk menangkap ketua king mafia Los Angeles Gordon Cullen. Sudah mengerti mengapa ia sudah ku incar terlalu lama?”


“Kerugian 10 triliun Anda berasal darinya begitu, Tuan?”


“Itu salah satunya juga, Boy. Namun, ia telah menjadi buronan di organisasi rahasia yang dipimpin oleh sahabatku. Jadi, di sana nanti ada tangan kanan dari organisasi itu. Ingat jangan katakan hal apa pun pada Arion.”


“Baik, Tuan, saya pastikan misi kali ini aman sesuai dengan persiapan matang yang Anda susun.”

__ADS_1


“Ya sudah kalau begitu. Jalankan misi kalian sesuai dengan moto kita di dalam ***. Paham!”


Panggilan itu pun terputus secara sepihak. Lalu tak lama kemudian dia bergegas menyusul Arion yang sudah menunggunya di dalam mobil.


“Kenapa lama sekali, Boy?”


“Maaf, Yon, aku juga harus memastikan bahwa misi kita kali ini benar dari tuan besar atau bukan. Lalu saat aku menghubungi beliau membenarkan misi itu memang di peruntukkanmu dengan menangkapnya.” Boy berkata sambil menjalankan mobil menuju ke arah Mall. Tempat di mana adik serta juga mama Arion menunggu.


“Lalu kapan kita akan berangkat?” tanya Arion.


“Secepatnya, Yon, dan ini permintaan langsung dari tuan besar.” Boy menjawab sambil tak lupa mengingatkan pesan dari tuan besar yang tak lain kakek Arion untuk berhati-hati karena misi kali ini sedikit berbahaya.


Begitu mobil jemputan tiba dan ia dengan cepat menyuruh sopir pribadinya menjalankan ke arah mansion. Yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit tiba di prakiran mansion.


“Ma!” panggilnya dengan berteriak keras.

__ADS_1


“Jangan teriak-teriak seperti itu,” omel nyonya Jackson dengan bibir mencebik.


“Ayo, Ma, kita harus menghabiskan waktu bersama karena nanti aku tak akan menemanimu jalan-jalan.” Putri bungsu dari Jackson melakukan semua ini karena nantinya ia akan magang di tempat lain.


Sampai nada dering panggilan dari ponsel nyonya Jackson masuk dengan nama sang suami tercinta yang sedang menghubunginya.


“Sebentar ponsel Mama berbunyi, dan sepertinya itu dari papamu.”


“Lama sekali mengangkat panggilanku. Sedang apa, hm!”


“Putrimu sedang merajuk karena dia ingin sekali di temani jalan-jalan olehku. Kenapa memangnya, Pa?”


“Tak ada apa-apa hanya ingin menyapa istri sendiri tak bolehkah?”


Nyonya Jackson itu pun terkekeh saat mendengar nada cemberut yang berasal dari suaminya tercinta, dan itu mengalahkan putri bungsunya yang sedang merajuk.

__ADS_1


“Ya ampun, Mas. Kamu ini sama dengan putrimu itu. Like father like daughter.”


“Jangan menggodaku dengan tawamu seperti itu. Tahu tidak lama-lama aku tak tahan untuk tak memb'ungkam dan menci'ummu di bawah kung'kunganku.”


__ADS_2