Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part tiga puluh


__ADS_3

“Tanpanya Mama tak akan pernah bisa menikah dengan papamu. Dia bukan sekedar sahabat bagi Mama tapi, semua kenangan itu tak pernah sedikit pun terlupakan, bagaimana dirinya melindungi dan menjaga kesehatan Mama dari musuh yang mengincar. Bahkan saat itu dia tak memperbolehkan Mama menjalani sebuah misi yang berbahaya karena, dari dulu memang misi-misi itu tak pernah bisa terlakukan.”


“Apa!” Arion sedikit kaget setelah mendengar sebuah cerita dari mamanya ini. “Mama dulu pernah melakukan misi yang berbahaya?”


Mama Arion itu pun menggeleng.


“Tidak juga, Xan. Misi yang Mama lakukan hanya di dalam sebuah markas khusus yang didirikan oleh suatu organisasi, dan sahabat Mama sendiri yang menjadi pemimpinnya.” Jawaban dari sang mama membuat mata Arion membelalak kaget. Bagaimana mungkin Mamanya ini menyimpan sebuah rahasia yang tak dirinya tahu. “Tak perlu sekaget ini, Sayang.”


“Siapa yang tak kaget dengan ceritamu, Ma. Yang diam-diam menghanyutkan, pantaslah papa tak pernah membawamu ke negara X. Rupanya papa ingin melindungi dan menjaga mama dari musuh.” Arion telah mencari jawaban atas kegelisahan hatinya tentang sang papa yang tak membawa mamanya keluar negeri.


"Kamu benar, Xan. Mama begitu sangat dicintai oleh papamu, bahkan dulu ada banyak konflik yang menimpa diantara kita sampai cintanya begitu sangat kuat untuk, Mamamu ini.”


Dirinya sangat teringat dengan jelas bagaimana seorang Jackson yang begitu tergila-gila dengannya yang hanya seorang wanita penyakitan. Bahkan harus berhadapan langsung dengan Angelika yang telah menjadi seorang kakak baginya. Namun, usaha si pria berhati dingin seorang Jackson tak main-main meskipun terdapat banyak halangan dan konflik, pada akhirnya sang kakak merestui dia yang dipersunting oleh pria berhati dingin tersebut.


“Untuk, soal kalung yang kamu pakai itu boleh kah Mama menebaknya, Xan?”


Seketika jantung Arion berdebar saat mamanya ini menyinggung tentang kalung yang dipakai olehnya. “Maksudnya ditebak bagaimana, Ma?”


“Apakah isi di dalam kalung itu adalah sebuah bandul dengan nama inisial A, dan juga di sebelahnya terpasang sebuah foto seorang wanita cantik dengan wajah yang sangat natural tanpa polesan make-up, Xan?

__ADS_1


Arion yang mendengar pertanyaan yang diajukan untuknya terkejut, saat mamanya mengatakan hal tersebut. “Tidak mungkin!” pekik Arion kaget. “Bagaimana Mama bisa tahu isi dari kalung yang ku' pakai ini, Ma?”


“Mama sangat tahu dengan pemilik asli dari kalung ini, tanpa pernah sedikit pun melihat isinya.”


“Jangan bilang kalung yang sedang ku pakai ini milik asli sahabatmu, Ma.” Kata Arion yang berusaha menerima kenyataan yang ada.


“Kamu benar, Sayang!” jawab mamanya sembari menghela napas panjang. “Untuk itulah mengapa Mama begitu ingin menyelidiki identitas seorang gadis yang berhasil menyelamatkan nyawamu karena, sikap gadis itu mengingatkan Mama pada almarhum, Sayang.”


"Ck, Ma, aku sangat keberatan dengan sesuatu yang Mama lakuin itu. Meskipun demi diri ini, Ma. Aku tak rela ada orang lain yang menyelidiki identitasnya selainku, termasuk Mama dan papa.” Arion berkata demikian pada sang mama tercinta yang ingin menegaskan bahwa gadis yang pernah menyelamatkan nyawanya itu hanya dirinya seorang yang boleh menyelidiki identitas aslinya.


“Hei, mengapa kamu jadi serakah begini, Xan. Mama dan papa menyelidiki identitasnya karena ingin mengucapkan terima kasih pada gadis yang telah menyelamatkanmu, dan sekalian juga ada yang ingin Mama tanyakan pada dia. Apa itu juga salah, hah?” tanya sang Mama tercinta dengan raut wajah yang kesal.


Nada rayuan yang diiringi dengan sedikit merajuk membuat seorang wanita paruh baya menghela napas panjang, dia sendiri tak begitu mengerti mengapa sang putra melarangnya menyelidiki identitas dari gadis tersebut. Benar-benar titisan dari seorang pria berhati dingin yang kini sedang berada di negara X untuk melakukan pengecekan di kantor cabang miliknya.


“Ya sudah kalau itu maumu, Mama akan menyuruh papa untuk berhenti menyelidikinya. Sekarang sudah puas, hm!”


Puas dengan pernyataan dari sang mama tercinta membuat hatinya berbunga-bunga. Jika boleh meminta, dirinya hanya ingin segera bertemu, dan akan mengatakan bahwa, dia jatuh cinta pada gadis berambut hitam sepunggung itu.


“Lalu apa kamu sudah melupakan wanita itu?” lanjut sang mama sambil menanyakan kabar untuk seorang pengkhianat yang telah menorehkan luka, dan membuatnya hampir meregang nyawa.

__ADS_1


“Hei, Mamaku Sayang! Sejak kapan Mama tahu kalau hubunganku sudah berakhir?” Arion justru balik bertanya pada sang mama tercinta. “Lagipula untuk apa Mama bertanya soal, dia?”


“Kamu harus tahu suatu hal, Sayang. Insting Mama merasakan pada saat nanti, dia akan mendatangimu. Dan Mama, sangat berharap banyak denganmu untuk tak terlalu dibodohi olehnya kembali. Sampai sini paham!”


“Tak perlu cemas berlebihan seperti, Ma! Tahu tidak aku pun bahkan enggan membahas soal sampah sepertinya untuk apa harus setakut ini. Sampah seperti wanita itu tak perlu dibicarakan, Ma!” ucap Arion dingin. “Aku bahkan sudah lama membuang semua perasaan cinta untuk sampah itu, Ma.”


“Ya sudah kalau kamu berbicara seperti itu, Sayang karena tandanya wanita tak tulus mencintaimu. Kalaupun dia tulus tak akan pernah sampai tega mengkhianati cintamu. Toh, Mama sendiri juga tak pernah menyukai keberadaannya.”


Arion yang mendengar suara datar sang mama tercinta membuatnya merasa tertegun. Dirinya tak menyangka bahwa mamanya tersebut sama sekali tak pernah merestui hubungannya di masa lalu. Bahkan yang membuat dia heran sendiri jika pun sang mama tak menyukai, lalu untuk apa harus berpura-pura di depannya sendiri? Benar-benar sulit ditebak untuk Arion sendiri, bagaimana cara seorang ibu yang memandang, menjaga dan melindungi putra kandung tercinta.


“Ma.” Memanggil mamanya dengan nada lirihan. “Jadi selama ini Mama tak merestui hubunganku di masa lalu?”


“Sayang, tidak begitu juga konsepnya.” Gemas dengan raut wajah memelas sang putra. Tak kuasa membuatnya mencubit pipi tersebut. “Bukannya Mama tak merestui hubunganmu hanya saja sebagai seorang ibu tentunya tak ingin terlalu mencampuri urusan percintaan putra Mama sendiri. Itu sikap Mama yang sebenarnya karena hanya dari jauh bisa mengawasi dan memantau saja. Paham!”


Tanpa membantah hanya anggukan kepala. Membuatnya berpikir keras untuk bisa memahami apa yang diinginkan oleh mamanya ini, merupakan jalan terbaik untuk dirinya. “Lalu apa Mama akan melarangku mencintai gadis itu?”


"Sudah ya, Sayang! Yang satu ini biar hatimu sendiri yang memilihnya. Mama, sudah mengantuk dan sebelum tidur Mama juga ingin menghubungi papamu. Ingat satu hal ini jangan terlalu keras memforsir pekerjaanmu, jagalah tubuhmu karena kesehatan itu mahal harganya.”


Setelah memberinya peringatan. Dia pun meninggalkan sang putra yang tengah melamun sendiri, mengurai sesuatu hal yang sulit Arion artikan.

__ADS_1


__ADS_2