Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part enam puluh satu


__ADS_3

Baik Fatah maupun Agung dibuat penasaran dengan suara tawa yang dilontarkan oleh Alana.


Mereka pun akhirnya menghampiri dan menanyakan apa yang telah membuat seorang Alana bisa tertawa seperti ini.


Whepi pun berinisiatif dengan terbatuk lalu berucap membuyarkan tawa dari adiknya tersebut. “Apa yang membuat seorang ketua Dark Angel bisa tertawa lepas seperti ini, hm!”


Alana yang mendengarnya pun dibuat kesal dengan panggilan yang disematkan oleh Whepi.


“Aku sangat membenci panggilan itu. Jangan ada yang berani menyebutnya.” Alana menegur dengan nada yang begitu dingin untuk memberi peringatan pada ketiga abangnya ini.


Ketiganya itu pun terdiam membisu saat sang adik tercinta menegur mereka dengan nada dingin dan juga tatapan raut wajah yang sangat datar.


“Maaf.”


“Kalian semua tahu 'kan aku ini sangat tak menyukai jabatan yang diberikan oleh kakekku.” Alana sedikit mengeluhkan tentang jabatan ketua Dark Angel dari sang kakek tercinta.

__ADS_1


Saat salah satu dari mereka memprotes keluhannya dengan cepat ia menyela kembali. “Untuk itulah aku membutuhkan kalian berempat di sini karena tanpa campur tangan dari kalian ku tak akan bisa berdiri sendiri.”


Tak ada yang menduga jika adik kesayangan mereka mengatakan hal tersebut mengingatkan pada nyonya yang begitu menyayangi keempatnya seperti anak kandung sendiri.


“Terima kasih sudah mau menyayangi kami semua.” Agung mendekapnya ke dalam pelukan dimana ia sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan adik kesayangannya ini.


“Ck, kenapa kalian bisa melow begini, hm!” Alana membuyarkan suasana kegalauan dihati ketiga abangnya.


Hal tersebut membuatnya mendapat sentilan dikening yang dilakukan oleh Whepi. Dan bibir Alana tak hentinya mengerucut kesal karena ia sama sekali tak suka disentuh sembarangan.


Sedetik kemudian Alana pun teringat dengan pertanyaan dari ketiga abangnya. Yang membuat dia berdehem lalu berucap dingin. “Apa yang kalian inginkan dari rasa penasaran itu?”


Ketiga abangnya itu pun kompak mengangguk kepala.


“Aku baru saja menemukan sesuatu hal yang luar biasa.” Alana berkata sambil memperlihatkan sebuah rekaman yang sempat dia salin dari laptopnya.

__ADS_1


“Wah ini penemuan yang sangat istimewa dan bagaimana caramu meretas rekaman itu?” Agung merasa senang dengan penemuan yang di peroleh dari adiknya ini.


“Kau, benar, Gung. Akan tetapi aku sependapat denganmu. Bagaimana rekaman ini bisa terlacak olehmu, Lan?” Fatah bertanya. Yang mana sedikit takjub dengan penemuan tersebut.


Alana tak tahan mendengar cecaran pertanyaan dari kedua abangnya dengan nada dingin ia pun menceritakan tentang rencana yang akan dilakukan oleh ketua mafia tersebut.


“Lalu apa kamu sudah melacak dan menyelidiki identitas pria yang bernama Virus ini?” Whepi sedikit penasaran pada seorang bernama Virus ini.


“Itu yang ingin ku lacak Bang tapi–” Alana sedikit meragu karena identitas Virus benar-benar tak bisa ditembus dengan mudah.


“Kenapa, Lan?”


“Aku tak bisa menembus data pribadinya hanya tangan kanannya bernama Andi yang mampu ku lacak.” Alana berkata demikian karena memang ia sedikit pusing dengan data pribadi dari seorang yang bernama Virus.


“Apakah nama Virus ini adalah orang yang nanti akan kita bantu?”

__ADS_1


Alana mengangguk. Lalu seketika dia teringat dengan anggotanya yang saat ini ditugaskan untuk menangkap ....


__ADS_2