Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part tujuh puluh satu


__ADS_3

Arion yang melihat isi balasan pesan dari Andi itu pun terkejut. Seketika ia tak menyangka seorang yang sangat dikenalnya itu mengetahui tentang tujuannya mengirim untuk meminta bantuan.


[“Bagaimana, kau, bisa langsung tahu kalau aku ingin meminta bantuanmu, Ndi?”]


Bunyi nada dering isi pesan singkat masuk ke dalam ponsel Boy. Ketika Arion baru pesan dari Andi. [“Sudah, terbaca olehku dengan jelas, semua yang mengirim pesan singkat ini, pasti mau meminta bantuan pada Andi yang paling ganteng nan kece.”]


Arion terbatuk-batuk saat secara tak sengaja membaca pesan dari Andi. Dia pun tak menyangka orang yang ingin dimintai bantuan itu bisa narsis. Jauh dibandingkan dengan adik kesayangannya tercinta.


“Astaga, narsis sekali dia. Hm mengherankan!” Bergumam lirih yang masih terdengar langsung Boy.


“Siapa yang narsis?” celetuk Boy yang membuat Arion terkaget.


“Tidak ada.”


Lalu ia pun membalas kembali pesan yang dikirim untuk Andi. [“Aku langsung saja, Ndi. Bisakah kau mau membantuku melacak identitas seseorang? Ku kirim datanya melalui emailmu.]

__ADS_1


[“Tunggu masalahku di sini selesai. Kau tak keberatankan, Yon?”]


Tanpa membalas kembali jemari tangan Arion mengirim data seseorang yang ingin ia lacak dengan meminta bantuan pada Andi.


Semoga dengan ini aku dapat menemukan keberadaanmu. Agar rasa bersalah pada kau tak terus-terusan membayangi pikiranku.


Lalu tak lama kemudian dia teringat misi yang harus diselesaikan oleh dirinya.


“Apa anggotamu sudah berhasil menemukan pengkhianat itu?”


“Aku tak mau tahu, Boy. Cepat tangkap pengkhianat itu, sebelum ia kabur dari pandangan mataku!” Sekali lagi Arion menegaskan bahwa saat ini dirinya benar-benar sangat membenci pada orang yang berani mengkhianati kepercayaannya.


***


Di tempat lain terdapat sepasang suami istri yang berusia perkiraan enam puluh tahunan itu tengah mengobrol satu sama lain.

__ADS_1


Kehidupan rumah tangga mereka pun tak lekang oleh waktu. Namun, pada kenyataannya kedua insan yang saling mencintai itu pun terpaksa menelan kekecewaan mendalam untuk putra kesayangannya tercinta.


Ya, mereka terkecewakan oleh tingkah laku dari sang putra yang lebih memercayai bukti palsu dari seorang ja'lang. Bahkan si'alnya cucu kandung kesayangannya pun terlukai karena sikap tak diperlakukan adil dari putranya tersebut.


“Mau sampai kapan kita berdua bersembunyi seperti ini, Mas? Aku benar-benar lelah dengan tingkah laku putramu itu!” Kanaya nama wanita sepuh berparas cantik dengan beberapa kerutan menghiasi diwajahnya mengeluhkan semua yang terasa sesak didada.


“Ku mohon bersabarlah, aku sangat tahu kamu begitu lelah dengan drama kematian palsu yang kita rencanakan ini.” Nathan nama pria sepuh yang menjadi pujaan hati Kanaya itu. Tak menyangka harus kehilangan dua orang yang sangat berharga di dalam kehidupan rumah tangga mereka.


“Lalu kapan kita akan beraksi, Mas? Aku sudah sangat tak sabar ingin melihat reaksi dari ja'lang yang harus mengetahui kalau kita berdua masih hidup!” Sorot mata dingin Kanaya tak mengurangi kecantikan di dirinya.


Sudah belasan tahun ia dan suami tercinta akan menuntut pertanggungjawaban dari seseorang yang merusak rumah tangga menantu kesayangannya tercinta.


“Jadi, kamu masih tidak terima dengan kematian yang terjadi pada cucu laki-laki kita itu, hm?”


“Ja'lang itu harus membayar mahal atas perbuatannya! Karena dia aku tak bisa melihat cucu laki-lakiku lahir ke dunia ini! Kamu tahu sendiri 'kan? Istrimu ini sangat menyayangi ....”

__ADS_1


__ADS_2