Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part empat


__ADS_3

Sementara itu pria yang mendapat perawatan kritis, tanpa menunggu waktu yang lama, dengan keajaiban dari Tuhan ia membuka perlahan kelopak manik matanya, lalu kemudian ia terkejut saat mendapati kenyataan. Bahwa ia sekarang berada di sebuah rumah sakit miliknya sendiri.


Aku, ada di mana ini? Bukankah, Gadis itu yang telah menyelamatkanku? Aku, masih ingat dengan jelas. Pengorbanannya yang begitu besar, untuk mengeluarkan dan menyeret tubuh ini dari mobil kesayanganku.


Sejak saat itu, ia pun bertekad untuk menemukan keberadaan dari gadis yang menyelamatkannya, dan juga ia telah berusaha memeriksa siapa seorang musuh, yang tiba-tiba menyerang sehingga membuatnya meregang nyawa di tempat. Jika saja ia tak segera mendapatkan perawatan dan pertolongan.


Flashback off


Saat pria tampan dingin itu pun melamun, dari arah beberapa jarak di kursi kebesarannya, terdapat seorang pria yang sebelas dua belas dengan dengan kepribadian itu pun, memberikan sebuah laporan tentang penyelidikan dan pencarian terhadap seorang gadis berambut hitam sepunggung yang pernah menyelamatkan lima tahun yang lalu.


“Aku minta maaf padamu, Bos!” sapa pria itu, seraya meletakkan beberapa berkas yang di bawa olehnya. “Anak buah kita yang ada di markas belum bisa melacak keberadaan, Gadis itu.”

__ADS_1


Pria yang di panggil bos itu pun menatap dingin ke arah sekretaris sekaligus sahabatnya. “Apa tak ada cara lain untukmu, Boy? Kenapa mencari keberadaannya saja susah. Apa yang dilakukan olehmu dan mereka, hah!”


“Sekali lagi aku minta maaf padamu, Bos. Jejaknya sangat sulit untuk di ambil kembali, menurutku gadis yang kau cari itu sangat susah di kenali,” jawab Boy dengan tenang.


“Sudahlah, Boy percuma saja, kau sama sekali tak becus mencari keberadaannya.” pria dingin itu pun menatap malas ke arah sekretaris pribadinya. “Apa jadwalku hari ini, Boy?”


“Hari ini, kau akan melakukan rapat dengan sahabat dari papamu itu, Bos.”


Boy yang mendengar keluhan dari sang atasan itu pun memutar bola mata malasnya, ia tak bisa menebak jalan pikiran yang sedang di pikirkan oleh sahabat sekaligus atasannya itu


“Lama-lama, aku bisa jadi gila bila terus berada di dekatmu ini, Yon!” sembari menggerutu, Boy pun meninggalkan sahabatnya menuju ruangan kerja pribadinya.

__ADS_1


Arion sendiri pun kembali memikirkan tentang seorang gadis berambut hitam sepunggung, yang mana tak bisa ia lupakan begitu saja, sejak ia bangun dari masa kritisnya lima tahun yang lalu.


Di manakah dirimu berada wahai kau, gadis berambut hitam sepunggung? Aku bisa gila karena tak bisa menemukan keberadaanmu.


*******


Lain halnya apa yang di lakukan oleh Arion, di tempat lain di sebuah perusahaan yang jauh di bawah milik perusahaan Arion, terdapat seorang wanita cantik dengan mata yang tajam itu tengah menunggu laporan dari anak buah yang ia tugaskan, untuk memberinya sebuah laporan tentang seseorang yang selalu membuatnya iri.


Tentunya tak ada yang bisa menyangka, bahwa ialah yang telah berhasil mengusir seseorang yang sangat ia benci itu.


Sambil menggenggam sebuah ponsel pintar, yang tersambung pada anak buahnya itu, tanpa berbasa-basi ia pun menanyakan langsung penyelidikan pada seseorang yang ia sebut sebagai wanita sial itu.

__ADS_1


__ADS_2