Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part dua puluh lima


__ADS_3

“Sudah jangan takut lagi ya, Nda,” hibur Alana. “Mengapa kau bisa disekap oleh mereka?”


“A–ku tak tahu,” jawab Raya dengan terbata-bata.


“Oke aku bawa kamu ke apartemenku dulu apa tak keberatan, hm?” tawar Alana. “Untuk masalah keluargamu biar aku yang mengurusnya.”


Tanpa menunggu persetujuan dari Raya dengan terpaksa Alana pun memacu motor sport miliknya menuju apartemen pribadinya. Selama membelah jalanan yang ramai dia pun membagi pikiran, dan juga tengah memikirkan seseorang yang berusaha membuat sang dikerjai oleh mereka.


Sialan! Siapa yang telah menyewa preman itu untuk mengerjainya? Jika saja aku menemukan orang itu, kan ku buat kau tak bisa bernapas kembali.


Saat sampai di parkiran apartemennya, dari arah lobi lain dirinya pun meminta bantuan pada kedua penjaga yang bertugas untuk mengantarnya ke arah unit paling atas, tempat yang sering disebut sebagai penthouse unit yang paling mewah karena tak ada satu orang pun yang mengetahui, bahwa Alana tinggal seorang diri di penthouse tersebut.


“Antarkan dia ke lantai unit paling atas! Pastikan saat aku kembali nanti dia sudah berganti pakaian, dan juga suruh pegawai kebersihan wanita yang mengganti pakaiannya, lalu suruh dia untuk menunggu ku kembali.” Nada dingin Alana membuat dua penjaga tersebut menjadi takut sebab, selama ini mereka tak terlalu mengenal dekat dengan pemilik asli dari penthouse unit paling atas.


“Baik! Mari, Nona silakan Anda ikut dengan kami.” Salah satu dari penjaga itu pun dengan tanggap mengantarkan seorang tamu untuk unit paling atas.

__ADS_1


“Kau ikutilah dengan mereka dulu, ya!” titah Alana. “Jangan takut disini tak ada yang mengenal ku sebagai pemilik penthouse paling atas.”


“Kau mau ke mana, Lan?” tanya Raya yang masih sedikit takut.


“Aku ada urusan sebentar yang harus aku lakukan. Apa tak keberatan jika aku tinggal sebentar, hm!” jawab Alana. “Tenang saja mereka semua yang ada disini tak akan berani mengganggumu karena, di antara mereka tak ada yang mengenal ku sebagai, Alana.”


“Apa aku tak terlalu merepotkanmu? Lalu bagaimana dengan keluargaku, Lan?” Raya bertanya sambil memikirkan sang mama yang begitu mencemaskan keadaannya.


“Nanti aku menghubungi mamamu, oke. Kau jangan cemas, ya!” Alana pun menegaskan pada sahabatnya ini untuk tak perlu memikirkan tentang keluarga, terutama mamanya tersebut.


“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya. Nanti akan ada pegawai kebersihan wanita yang akan menemanimu, dan memberi pakaian untuk kau kenakan,” pamit Alana yang tak lupa juga menjelaskan pada sahabatnya ini.


Begitu sampai di tempat rumah tersebut dengan bergegas dirinya pun menemui sang abang, dan juga menyelidiki sendiri siapa yang telah mengerjai sahabatnya tersebut.


“Bagaimana, Bang Ger? Apa Abang berhasil menyelidikinya?” tanya Alana dingin.

__ADS_1


“Sudah Abang dapatkan orang yang telah mengerjai sahabatmu itu, Lan. Dan kamu jangan kaget dengan mereka,” jawab Gerry. “Yang mengerjai dan menyewa para preman itu adalah primadona di kampusmu. Bahkan salah satu di antara mereka begitu membencinya karena Raya Amanda bisa sedekat itu dengan Sean Mahendra. Apa kamu tak tahu, jika Sean menjadi idola kampus yang dijuluki most wanted.”


Mendengar penjelasan dari abangnya membuat darah di dalam tubuhnya mendidih, dia tak menyangka ada seseorang yang begitu membenci Raya, dan lebih sial lagi, mereka merupakan musuh dari Raya sendiri karena sahabatnya itu, selalu dekat dengannya dan juga Sean itu sendiri.


Tak menutup kemungkinan jika primadona kampus tersebut sangat membenci Raya, mengingat mereka menganggap Raya menyukai Sean tapi kenyataan justru sebaliknya, di antara ketiganya hanya Sean sendiri yang memendam perasaan yang mendalam untuk Alana Stevannya Lucier.


“Jelas saja Sean menjadi idola kampus karena saat berada di kampus semua orang memandang Sean tinggi. Sedangkan denganku mereka tak begitu mau melihatnya.”


“Kamu rasa harus perlu tahu, Lan. Jelas saja tak ada yang mengenalmu sebagai Alana, di kampus itu kamu terkenal dengan sebutan, Lucy. Aku benar, kan!” ujar Gerry yang merasa gemas dengan adiknya ini. “Bahkan mereka sedikit meragukanmu, apakah kamu ini wanita atau seorang pria itulah yang di pikir oleh mereka.”


“Ck, Bang apa mau aku menendang benda pusakamu itu, hah!” ancam Alana dengan mendengkus kesal.


Gerry mendengar nada ancaman langsung menutup ke arah bawah perut dengan kedua tangan miliknya. “Eh, jangan dong. Sembarangan ingin main tendang.”


“Jangan berisik!” sahut Alana dingin. “Aku akan membaca laporanmu sebelum kembali ke penthouse.”

__ADS_1


Suasana di dalam rumah tersebut menjadi hening, saat Alana dengan sibuk membaca laporan tentang dalang dibalik preman yang mengerjai Raya Amanda, dan dirinya pun terkejut saat membaca satu persatu nama tersebut yang ternyata menyukai Sean Mahendra.


Jadi dia dalangnya. Menarik! Apakah dia akan mundur begitu tahu identitas asliku? Sepertinya mereka selalu salah paham dengan Sean. Yang ada Sean sendiri yang memendam perasaan padaku, bukan Raya yang menyukai. Kalian harus diberi –


__ADS_2