Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part lima puluh empat


__ADS_3

“Arion Orlando Alexander Azkalezy. Jakarta asalku. Mengenai yang kau tanyakan aku datang kemari karena suatu misi dari kakekku.” Arion menjawab pertanyaan itu tanpa sedikit pun merasa takut.


“Tujuan kita sama karena aku sedang mengantarkannya ke arah Texas. Aku Diego.” Diego berkata sembari mengulur tangan untuk berjabat. Yang diterima oleh Arion.


“Senang berkenalan denganmu.”


“Jakarta, ya?” beo Andi.


Yang membuat Arion mengangguk seraya mengernyit heran dengan beoan dari pria yang sedang menatapnya. “Ada apa denganmu?”


“Tak ada. Salam kenal aku, Andi.”


“Andi, ya? Sepertinya aku pernah melihatmu tapi di mana?” Arion berujar sembari bertanya dengan sedikit mengingat.


“Aku juga sama sepertimu yang sedikit mengenal tapi di mana juga? Yang ku kenal kau dari kalung itu.” Andi berkata tak lupa ia ikut berpikir.


“Kau teman Wasabi?” tanya Arion kaget karena ia begitu teringat akan sesuatu hal.

__ADS_1


“Astaga, kau, Arion!” Andi terpekik kaget. Begitu mengetahui pria yang ditolong oleh Virus merupakan dirinya.


Hal tersebut membuat ia terkekeh pelan dengan kehebohan yang dilontarkan oleh Andi.


“Diamlah, Ndi!” tegur Diego yang sedikit kesal dengan tingkah laku dari Andi. “Apa kau tadi tak mendengar ia menyebutkan namanya?”


Bukannya menjawab pertanyaan dari Diego. Justru Andi sedang memastikan sesuatu yang saat ini mengganggu pikirannya. “Ketua Black King Mafia dari negara Eropa. Punya cabang markas di mana-mana. Namun, tempat tinggal di Jakarta aku benar, kan!”


“Tunggu dari mana kau tahu hal itu.” Arion bertanya tapi sedetik kemudian ia teringat dengan satu nama. “Ck, rupanya memang benar Wasabi detective handal itu temanmu, kan?”


Arion tak menyangka ada sebuah senjata menempel di keningnya dengan Diego yang tiba-tiba mengangkat senjata setelah mendengar nama mafia.


“Jangan gegabah, Diego. Aku sangat mengenal baik dengannya.” Andi berkata sembari mengulur tangan untuk mencegah Diego bertindak pada Arion.


“Kau bisa memeriksaku.” Arion menyahut sembari sedikit menantang pria yang masih menempelkan ujung senjata dikeningnya. “Jika kau dulu ikut dengan Wasabi. Bagaimana sekarang bisa ikut dengannya?”


“Oh soal itu ceritanya panjang,” jawab Andi.

__ADS_1


Kemudian Arion pun duduk bersebelahan dengan Andi yang sedang menyetir sambil mengobrol bersama Diego dan beberapa wanita yang tak begitu ia kenal.


“Bisa kita bicara sebentar,” sela Arion yang sengaja menyela obrolan Andi.


“Kenapa tak bicara di sini saja?” tanya Andi sembari mendengkus kesal dengan Diego. “Jangan lupa kita gunakan bahasa indo saja.”


“Loh bukannya wajahmu sekarang seperti bule, ya!” ledek Arion seraya tertawa renyah.


“Enak saja kau bilang. Wajah putih ini sudah bawaan dari bayi lahir yang dulu saat di dalam kandungan ibuku selalu minum susu putih dengan air kelapa tanpa ada campuran seperti teh, kopi, dan coklat sehingga kulit ini tercipta putih.” Andi berkata seraya mengikuti apa yang dikatakan oleh sang ibu tercinta.


“Apa itu berpengaruh?”


“Entah aku pun tak tahu.” Andi menjawabnya yang kemudian teringat dengan perkataan dari Arion. “Lalu kau bilang tadi ingin bicara denganku! Ada apa?”


“Bagaimana mengatakan ini ten–” Arion menjeda perkataan karena deringan nada ponsel masuk ke dalam milik Andi.


“Sebentar, ya, aku mau angkat dulu.”

__ADS_1


Sejujurnya Arion sedikit terlihat murung saat niat hati ingin meminta bantuan pada Andi ....


__ADS_2