
Tiba-tiba Arion sedikit mendesis pelan saat Boy tak sengaja menekan luka dibibir dan juga pelipisnya. Yang mana membuat dia lupa dengan luka dari kecelakaan tersebut.
“Pelan-pelan, Boy!” Arion membuka suara tapi dia juga enggan menjawab pertanyaan dari tangan kanannya itu.
Seakan mengerti terpaksa Boy juga enggan menanyakan tentang kecelakaan itu. Biarlah Arion yang bercerita sendiri tentang kejadian menimpanya.
“Kau jangan salah paham dengan keadaanku yang tiba-tiba ada di dalam bus tersebut. Nanti akan ku cerita semuanya padamu di markas.”
Mengangguk kepala tanpa diminta Boy pun tak terlalu mempermasalahkannya. Namun, ia juga langsung mengatakan bila saat ini beberapa anak buahnya sedang mendapat perintah untuk menangkap seseorang yang membuat Arion mengalami kecelakaan. “Aku sudah mengerahkan beberapa anak buah kita untuk menangkapnya.”
Helikopter yang di tumpangi Arion dan Boy masih terus mengundara dengan dia menanyakan ponsel cadangan miliknya. “Apa kau membawa ponsel cadangan milikku, Boy?”
“Jadi ponselmu ikut meledak dengan mobil itu, Yon?” jawab Boy seraya balik tanya.
Seketika Arion mendengkus kesal dengan jawaban dari Boy.
“Semuanya ikut hancur. Seperti hati ini yang dulu dipatahkan oleh kenyataan.” Arion berkata sambil membuka kembali luka sendiri yang diciptakan oleh mantan kekasihnya tersebut.
__ADS_1
Boy pun menelan ludah saat Arion tak sengaja menyinggung luka dihatinya sendiri.
“Jangan diteruskan bila kau tak sanggup menahannya.”
“Apa kau sedang ingin menghiburku?” tanya Arion dingin.
“Tidak.”
Lalu kemudian tak ada lagi obrolan yang dilakukan oleh keduanya. Sampai beberapa detik helikopter tersebut mendarat di halaman markas cabang yang ada di negara ini. Menuntaskan sebuah misi dari kakek Arion dengan menangkap ketua mafia dan juga membantu Virus melepaskan diri dari mafia itu.
*****
“Nyonya, nona muda sekarang ini sedang berada di Texas karena mendapat misi dari tuan besar.” Gerry berkata tanpa berbasa-basi dari arah seberang.
“Katakan mengapa ayahku memberinya misi itu?”
“Baik, Nyonya.” Gerry menjawabnya dengan menceritakan detil misi yang sedang dilakukan oleh Alana.
__ADS_1
“Hm, begitu, ya!” beonya. Namun, di dengar langsung oleh Gerry.
“Perintah apa yang Anda inginkan?” tanya Gerry yang tengah membuyarkan lamunan sang Nyonya tersebut.
“Cukup kau awasi putriku dari sini, Ger!” jawabnya dengan bertanya balik. “Apa dia sedikit curiga kalau kau adalah seorang pria yang mengakuisisi sebuah perusahaan dulunya ku bangun dari bawah.”
“Sementara ini tak ada yang curiga dengan penyamaran saya.”
“Lakukan dengan rapi jangan sampai ada yang kau lewatkan!”
Sambungan panggilan terputus dengan Gerry yang telah bersiap untuk mendatangi sebuah perusahaan misi khusus yang saat diembannya.
Sarah jangan kau kira bisa menggunakan nama papa Alana untuk mendapatkan warisan yang seharusnya miliknya. Aku tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi sampai darah penghabisan ku' pertaruhkan hanya untuk menjaga semua milik adik kesayanganku tercinta.
Gerry telah bertekad akan membantu Alana dibalik layar untuk mendapatkan semua hak milik Alana Stevannya Lucier.
Di tempat lain dengan Sean Mahendra yang sedang berada di mansion merasa kesal dengan kedua sahabatnya yang tak pernah mau direpotkan oleh dirinya.
__ADS_1
Bahkan sampai sekarang dia telah berusaha memahami tentang wanita yang disukainya Alana. Sedikit pun tak pernah ....