Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part dua puluh empat


__ADS_3

“Tak perlu mengingatkanku, Boy. Bahkan aku sudah lebih dulu tahu, dia menyelidiki identitasku yang pasti berhubungan dengan kalung ini.” Arion berkata demikian sambil memegang sebuah kalung berharga dari seorang gadis yang pernah menolongnya itu.


Di dorong rasa penasarannya Boy pun menanyakan langsung pada Arion tentang berharganya kalung yang dipakai oleh sahabatnya itu. “Lalu apa kau tahu isi dalam dari kalung itu, Yon?”


“Hei, Boy mengapa kau sedikit kepo dengan isi dari kalung ini, hah?” tanya Arion setengah membentak. “Kau tak ku izinkan melihat isi kalung ini, hanya aku yang boleh melihatnya karena dia telah memberikannya padaku lima tahun yang lalu.”


Memutar bola mata malasnya Boy pun sungguh tak mengerti dengan jalan pikiran dari sahabatnya itu. Apakah begitu berharga kalung yang di pakai oleh Arion sehingga, membuatnya sulit mendapat isi dari kalung itu sendiri.


Sambil berdehem lalu berucap kembali. Boy pun mengatakan pada sahabatnya itu, bahwa tuan besar juga tengah menyelidiki tentang seorang gadis yang telah menyelamatkan nyawa Arion itu sendiri. “Oh iya, Yon. Menurutku tuan besar juga tengah menyelidiki gadis yang kau cari itu.”


Arion yang mendengarnya pun mengernyit heran dengan perkataan dari sahabatnya ini, dirinya pun mulai berpikir untuk apa sang papa tercinta menyelidiki gadisnya itu? Hal tersebut yang mengganjal di pikirannya. “Untuk apa papa menyelidikinya, Boy?”

__ADS_1


“Aku tak begitu mengerti, Yon. Kenapa tak kau tanya sendiri pada papamu itu, hm?” jawab Boy seraya bertanya balik.


Mendengkus kesal mendengar jawaban dari sahabatnya ini, Arion pun memutuskan untuk tak terlalu mencampuri urusan papanya tersebut.


Saat ini yang sedang dirinya lamun kan adalah tentang, gadis yang telah menyelamatkannya! Bagaimana dia bisa melakukan hal itu, tanpa berpikir kalau terlambat sedikit saja bisa-bisa mereka berdua benar-benar meregang nyawa di tempat.


Namun dirinya sendiri pun mulai menebak kalau gadis tersebut bukanlah seseorang yang bisa dianggap remeh, dia meyakini gadis itu tak begitu gampang ditindas oleh siapa pun, itulah yang membuat dirinya jatuh hati dan akan membuat gadis itu menjadi pemilik hati yang sesungguhnya.


“Oke tapi apa kau yakin hal ini, Yon?”


“Lakukan saja, Boy karena aku merasa ini ada hubungannya dengan pengkhianatan yang dilakukan olehnya itu!” Arion pun menegaskan bahwa dirinya begitu sangat yakin dengan kecelakaan yang dialaminya.

__ADS_1


“Yang pasti bukan untuk kembali dengannya, kan?” tanya Boy sembari menyindir.


“Hei, yang benar saja kau bicara! Untuk apa aku harus kembali dengan sampah sepertinya. Cih, seperti tak ada wanita lain saja untuk menggantikan posisinya dihatiku. Andai saja kau mengerti, bahwa sudah ada wanita lain telah mengisi hatiku.”


“Memangnya siapa dia? Apa aku sangat mengenalnya?”


“Sudahlah Boy sebaiknya kau tak perlu kepo dengan urusanku. Yang jelas kau akan tahu sendiri nanti,” jawab Arion tegas. “Ngomong-ngomong apa perusahaan ku telah menerima proposal yang diajukan dari kampus itu, Boy?”


“Aku sudah mengirimimu email dari kampus itu. Memangnya kau tak membacanya, hah!” jawab Boy yang merasa kesal dengan sahabatnya ini. “Apa kau ingin melihat data sebagian siswa kampus yang akan magang di sini kan?”


“Tak perlu!” tolak Arion tegas. “Intinya aku ingin memastikan dan memberitahukan padamu untuk para siswa itu agar, mereka yang akan magang di tempat ini mau mengikuti aturan yang ada di perusahaan ini kau paham, kan Boy!”

__ADS_1


__ADS_2