Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part lima puluh


__ADS_3

“Ya, sudah kalau begitu. Apa Mama benar-benar tak ingin membeli sesuatu?” tanya Arion kembali.


“Tidak, Sayang.”


Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa keduanya merupakan sepasang ibu dan anak. Namun, Arion tak memedulikan pandangan orang-orang yang menatap ke arahnya.


Sampai akhirnya dia tak menyadari dari arah lain Sarah yang sedang berbelanja bersama mama tercinta. Secara tak sengaja melihat dan kebetulan bertemu dengan pria dingin yang menjadi targetnya.


Apa yang sedang dia lakukan. Lalu siapa wanita itu? Apa itu kekasihnya? Jika, iya, maka secepatnya harus ku singkirkan karena aku tak mau siapa pun mendekati pria dingin selain diri ini.


Bertekad menaklukkan hati seorang Arion Orlando Alexander Azkalezy menjadi tantangan untuk Sarah karena dia akan membuat pria dingin itu bertekuk lutut di depannya.


Sarah memutuskan untuk menarik perhatian Arion dengan berpura-pura menabrakkan diri sendiri sampai membuat nyonya Jackson menjadi salah paham.


“Ups, maaf, Tuan.” Nada suara yang di buat selembut itu membuat Arion menjadi jijik karenanya. “Kebetulan kita bertemu di sini. Apa, Anda tak ingin membantu saya berdiri. Sakit sekali pergelangan kakiku.”

__ADS_1


Nyonya Jackson atau mama Arion itu pun salah paham dengan perlakuan yang dilakukan oleh putranya. Bukan tanpa alasan bagi ia tak mau menolong wanita yang dengan sengaja menarik perhatiannya.


Justru ia sangat bisa memaklumi drama yang sedang di buat oleh wanita itu. “Untuk apa aku harus menolongnya, Ma. Sementara kami tak begitu saling mengenal.”


Perkataan dari pria dingin itu membuat wajah Sarah menjadi pias. Saat pria yang ia sukai memanggil wanita canti itu dengan sebutan mama.


“Kamu ini bagaimana sih!” omel nyonya Jackson dengan menggeleng kepala. “Cepat sana kamu tolongin dia.”


Mau tak mau terpaksa Arion menolongnya dengan raut wajah dingin dan tatapan yang sangat datar.


Saat akan membalas perkataan dari arah lain muncul adik Arion yang tiba-tiba menampar dirinya.


Sebelumnya di toko sepatu adik kesayangan dari Arion sedang memilih sebuah sepasang sepatu yang akan ia bawa ke tempat magang nanti.


Tak lupa juga memilih sepatu kesukaan dari Alana menyimpannya sebagai bentuk permintaan maaf untuk dirinya yang telah salah paham dengan sahabat.

__ADS_1


Alana semoga aku dapat bertemu kembali denganmu untuk menyelesaikan urusan kita yang telah menjadi kesalahpahaman ini.


Batinnya bertekad bulat untuk meminta maaf pada sahabatnya yang saling terhubung dengan sang kakek tercinta.


Sesampainya di kasir tak lupa meminta kurir untuk mengantar barang miliknya ke mansion. Setelah itu ia mencari keberadaan kedua orang terlebih dulu menghilang.


Lalu beberapa menit berkeliling mencari dua orang tersebut manik matanya menatap curiga ke arah seseorang yang sedang berpura-pura jatuh.


Bola mata membulat sempurna begitu melihat dan mengenali pelaku tersebut. Yang seketika membuat darah di dirinya naik ke atas ubun-ubun.


Tanpa banyak kata ia menghampiri sang kakak yang tengah membantu wanita itu berdiri dengan gerakan cepat tangan kanan mendarat sempurna di pipinya hingga sudut bibir mengeluarkan darah sedikit.


“Kau!” cetus Sarah dengan sarkas sambil meringis menahan perih di pipinya. “Apa masalahmu denganku?”


“Hai, long time no see, tamparan itu hadiah pertemuan dariku karena kau aku harus kehilangan sahabat yang selama ini ku sayangi sepenuh hati.”

__ADS_1


__ADS_2