
“Jadi, kau sendiri tak mengetahui tentang hal ini?” Boy tersenyum tipis secara tak langsung sang ketua tak mengetahui perihal tentang organisasi rahasia Dark Angel yang telah pindah tangan.
Yang kebetulan saat ini sedang dipimpin oleh seorang gadis berambut hitam sepunggung pernah menolongnya itu.
Namun, Arion tak menyadari semua hal tersebut karena memang saat ini Alana menyamarkan dirinya.
Agar semua orang tak mengetahui jati diri aslinya tengah menyembuhkan sebuah luka hati tak berdarah yang sedang dialaminya itu.
“Apa yang sedang ku lewatkan ini, Boy? Mengapa kau tak mengatakan hal langsung pada bahwa organisasi milik sahabat kakekku telah berpindah tangan. Sejak kapan hal ini terjadi?” Arion justru mencecarnya balik dengan bertanya.
Menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan terpaksa Boy menceritakan semua hal tentang organisasi rahasia tersebut. Sampai di mana membuatnya merasa frustrasi karena tak bisa melacak identitasnya dengan mudah.
“Sudah lama berpindah tangan atau lebih tepatnya ketika kau menggantikan posisi tuan besar.”
Arion bermanggut-manggut saat tangan kanannya ini menjelaskan semua apa yang sedang ingin diketahui. “Mengapa aku tak pernah melihat pengganti sahabat kakek dipesta itu?”
__ADS_1
“Mungkin saat acara pesta berlangsung dia memang tak ingin menampakkan diri. Lalu sejak Dark Angel berpindah tangan ketika aku ingin melacak identitas aslinya. Tak ku sangka mendapat hadiah darinya dengan kehilangan seluruh data-data yang ada dilaptop pernah ke pakai untuk melacaknya.” Boy menyahut lirihan dari Arion yang masih terdengar oleh dia sendiri.
“Kau tak bercanda, Boy.” Arion di buat kaget dengan pernyataan yang dilontarkan oleh sahabatnya ini.
“Aku tak pernah mencandaimu untuk itulah mengapa dulu saat melacak gadis yang kau cari laptop milikku sedang dalam masalah dan butuh setahun lebih memulihkannya seperti semula.”
Setelah obrolan berhenti keduanya pun sama-sama berdiam membisu dengan Boy yang tiba-tiba ingat satu nama yang saat ini tengah mengganggu pikirannya.
Alan, mengapa nama ini sedikit misteri, ya? Sejak aku melihat data pribadi mahasiswa semua termasuk data itu membuat kepalaku sakit memikirkannya. Siapakah kau sebenarnya?
Yang mana beliau juga merayakan pesta tersebut bersama dengan pesta dilakukan oleh Dark Angel karena di sini sangat membingungkan tentang sesosok yang kini pemimpin organisasi rahasia tersebut.
Beberapa menit kemudian selesai melamun terbesit dipikiran Arion untuk meminta bantuan pada Andi dengan melacak identitas asli dari gadis yang pernah menolongnya itu.
“Boy!”
__ADS_1
“Hm.”
“Ponselmu masih menyimpan nomor yang ku kirim kode itu?” tanya Arion.
Tanpa menjawab dengan cepat Boy meletakkan ponsel miliknya di atas meja. Yang mana Arion menyambar ponsel tersebut secara kasar.
“Hei, pelan-pelan, jangan sampai pecah,” peringat Boy dengan nada dingin.
Tak menggubris peringatan dari sahabatnya. Arion membuka ponsel pribadi Boy untuk mengirim pesan singkat pada Andi.
[“Andi, aku Arion. Apa kau ada waktu?”] Begitu isi pesan yang dikirim untuk seseorang dari arah seberang.
Menunggu balasan yang hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Arion begitu senang pesan yang ia kirim dibalas langsung oleh Andi.
[“Oh, ternyata itu kau. Ku pikir musuh lain yang mengetahui nomor ponsel milikku. Ada apa mengirim pesan? Apa sedang butuh bantuan?”] Andi dengan tanggap mengerti tentang tujuannya.
__ADS_1