Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part tiga puluh enam


__ADS_3

Ketiga pria paruh baya tersebut saling mengagumi masing-masing kepemimpinan dari generasi ke generasi. Yang mana membuat salah di antaranya bertanya-tanya.


“Lalu kalau begitu apa cucu perempuanmu itu menjadi ketua organisasi juga?” tanya kakek Arion.


Kakek Alana yang merupakan seorang jenderal menggeleng. “Aku tak tahu karena pada waktu putriku meninggal tak sempat membuat perpindahan untuk ketua baru. Bahkan perusahaan yang di bangun oleh, Lika saat ini di pegang oleh sekretaris pribadinya. Namun, aku tak mengerti kenapa dia tak menunjukkan bahwa Alana berada di suatu tempat. Yang tak bisa aku lacak keberadaannya mau pun identitas aslinya.”


“Rumit sekali masalah anak yang berimbas pada cucu kita.”


“Kita tak bisa gegabah dalam bertindak. Namun, kita bisa menolongnya dari layar jika memang hal itu dibutuhkan.”


“Lalu selanjutnya apa yang harus kita lakukan sekarang?”


“Untuk saat kita cukup memantaunya. Dan juga menurut mata-mataku yang bertugas menyamar di kantor milik putraku sendiri. Saat ini aku baru saja mendapat kabar kalau ada seseorang yang mengakuisisi, dan menekan beberapa investor yang bekerja sama karena aku mendengar laporan juga kalau anak dan istrinya ini tengah mengincar perusahaan yang seharusnya menjadi milik Alana.” Kakek Alana yang merupakan besan dari sang jenderal ini pun menjelaskan semua perihal tentang rencana ibu dan anak tersebut.


“Apa! Kau tak bercanda?”


“Tidak.”


“Aku akan menghubungi sekretarisku untuk memastikan perkataanmu itu!”


Untuk memastikan yang dikatakan oleh besannya tersebut, tanpa banyak kata dirinya mengeluarkan ponselnya serta tak lupa menghubungi sekretaris. Yang dia tugaskan untuk menjadi mata-matanya.

__ADS_1


Setelah mendengarkan semua laporan itu akhirnya apa yang dia takutkan menjadi kenyataan. Dan mengapa putranya itu justru lebih memercayai ucapan ja'lang itu ketimbang dia yang merupakan orang tuanya sendiri.


“Apa yang kau katakan memang benar. Aku mendapat laporan kalau ibu dan anak itu tengah mengincar perusahaan yang selama ini di bangun susah payah oleh Angelika. Dan ku' tak habis pikir bagaimana mungkin putraku itu bisa terpedaya rayuan licik mereka. Bahkan lebih parahnya lagi dia tengah mengincar sebuah kalung yang di pakai oleh putra Jackson, itu laporan dari mata-mataku saat mereka melakukan rapat.”


“Hm, begitu ya!” beo kakek Arion. “Kalau begitu saat aku mengunjungi menantuku nanti, akan ku peringatkan dia untuk berhati-hati terhadap orang yang mengklaim kalung berharga milik putrimu itu.”


“Itu saja pembahasan kita. Yang pasti sekarang ini aku tak mau mendengar kalian masih saling mendendam. Biarlah itu menjadi urusan mereka yang terpenting kita melindungi dari balik layar,” lanjutnya dengan nada dingin dan tegas.


Kemudian ketiganya memutuskan untuk membahas bisnis mereka, terutama tentang cinta di antara ketiga yang tak lekang waktu. Meskipun dulu sebelum saling mengenal tentunya mereka saling bersinggungan.


****


Sekembalinya ketiga orang yang tengah bertemu ketua organisasi. Di sinilah keempatnya tengah duduk di ruangan khusus. Sembari dibenaknya masing-masing memikirkan tentang misi rahasia yang mereka emban itu.


“Yang pasti nyonya meminta kita berempat untuk selalu siaga menjaga, nona muda. Kau tahu kan alasan nyonya bersembunyi adalah agar beliau bisa menemukan keberadaan pria yang merupakan ayah kandung dari wanita itu.” Kata Agung yang menyahut pertanyaan dari Gerry.


“Kita juga harus memperketat keamanan identitas, Alana. Supaya orang-orang nanti tak ada yang bisa melacak keberadaannya. Terutama ketua BKM yang saat ini masih terus menyelidikinya, ” sahut Whepi sambil memberi peringatan untuk ketiga rekannya.


“Memangnya buat apa ketua itu menyelidiki, Alana?” tanya Fatah yang masih belum mengerti dengan jalan pikiran dari ketua BKM itu.


“Kalung yang di pakai olehnya adalah kalung milik, Alana,” jawab Gerry. “Kita lihat sejauh mana dia menyelidiki, dan mengacak-ngacak organisasi ini.”

__ADS_1


“Kau tak tahu, kan. Kalung itu sangat berharga untuk nyonya, dan kita harus benar-benar memantaunya agar kalung yang di pakai ketua BKM itu tak diincar oleh ja'lang yang selalu mengambil hak milik, Alana.” Perkataan Whepi mengundang kekagetan di antara ketiga rekannya.


“Apa!” pekik ketiganya dengan kompak. Namun, Agung yang mendengarnya tanpa sadar menggebrak sebuah meja kaca dengan keras sampai meja itu menjadi pecah berantakan.


“Hei, Gung jangan di pecahin lagi meja ini.” Mendengkus kesal itulah yang ada dipikiran Fatah karena ulah Agung yang selalu memecahkan barang yang ada di depan matanya.


“Apa kau pikir aku akan diam saja saat mendengar ja'lang itu berusaha merebut hak yang bukan miliknya. Sampai nyawa pun akan ku pertaruhkan untuk, Alana yang selama ini tak pernah mendapat keadilan dari papa kandungnya sendiri.” Tanpa memedulikan rasa sakit dari yang melukai punggung tangannya. Agung begitu geram dengan tingkah laku dari Sarah.


“Apa kalian lupa kelicikan dan kekejaman dari wanita ular seperti mereka harus dibalas lebih. Bahkan tuan besar sampai harus membuat drama kematian palsu mereka untuk mengecoh sejauh mana kedua wanita itu menginjak-injak milik, Alana,” lanjut Agung sambil menjelaskan tentang drama kematian dari kakek dan nenek Alana.


“Lalu bagaimana dengan ketua BKM itu?”


“Tak usah gegabah selagi mereka tak membuat masalah dengan kita masa bodo tapi jika sampai melukai para anggota. Otomatis mereka menabuh genderang dengan organisasi ini!”


Selang beberapa menit kemudian keempatnya pun berdiam diri dengan Gerry yang pamit meninggalkan ketiganya.


Tak ada yang menduga bahwa Gerry adalah mata-mata asli dari kakek Alana. Dia mendapat tugas untuk mengecek sebuah berkas yang saat ini dipegang oleh papa Alana. Yang artinya hanya dirinya sendiri mengetahui bahwa perusahaan yang akan di wariskan untuk Alana menjadi incaran dari seorang Sarah.


Memasuki kamar pribadinya dengan gerakan cepat Gerry mengambil ponsel untuk menghubungi seorang sekretaris untuk melaporkan perihal keganjalan yang terjadi di perusahaan milik papa Alana. Tentunya tanpa sepengetahuan orang lain bahwa dirinya yang mengakuisisi para investor dan menekan sendiri perusahaan yang kini tengah dikelola oleh Sarah.


Begitu selesai mendengar laporan tiap laporan sampai pada tahap di mana Sarah tengah mengincar sebuah kalung yang dipakai oleh ketua BKM itu. Membuat Gerry mengumpat geram dengan tingkah laku dari Sarah yang tak pernah puas merebut semua yang menjadi milik Alana.

__ADS_1


“Pantas Agung begitu geram karena wanita itu benar-benar tak pernah puas mendapatkan apa yang diinginkannya. Kalau saja Alana tahu kalung yang dia titipkan diincar kembali. Sudah pasti akan menjadi senjata makan tuan ....”


__ADS_2