
“Jangan bilang kalung yang dipakai oleh Arion itu, kalung berharga milikmu, hm?”
“Aku sungguh tak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh putriku sendiri. Dan gadis yang sedang kau cari itu adalah putri kesayanganku, Kak." Wanita pemimpin dari sebuah organisasi rahasia itu pun menjelaskan semua perihal tentang putrinya. Yang selalu di cari-cari keberadaannya itu.
“Aku sudah lama curiga dengan kalung tersebut. Ku' pikir hanya sebuah kebetulan, kalung yang dipakai putraku mengantarnya bertemu denganmu,” sahut Jackson. “Lalu ada di mana putri kesayanganmu itu? Sudah sejak lama aku tak bertemu dengannya, pastinya saat ini putrimu sudah besar 'kan?”
“Yang pasti sudah besar tapi menurut para anggotaku, dia merubah penampilannya sehingga banyak yang tak mengenali wajah aslinya,” jawab wanita itu sambil membayangkan wajah seseorang yang sangat ia rindukan. “Satu hal yang harus perlu kau tahu, Kak. Aku berharap kau jangan sampai terkecoh dengan olah seseorang.”
Kening Jackson mengernyit heran saat mendengar nada peringatan dari wanita tersebut. “Maksudmu apa lagi, hah?”
“Aku hanya sekedar mengingatkanmu, Kak. Kalung yang dipakai putramu itu jangan sampai, ada orang lain yang mengklaimnya sebagai pemilik asli dari kalung itu. Sampai sini kau paham, Kak!” Wanita itu pun menegaskan pada orang yang ia panggil kakak untuk berhati-hati dengan orang yang akan mengklaim kalung berharga miliknya.
“Oke-oke aku paham! Nanti aku akan meminta asisten pribadiku untuk menyelidikinya,” ucap Jackson dengan tegas.
__ADS_1
“Ingat baik-baik ya, Kak! Kalung itu jangan sampai jatuh ke tangan orang lain, dan juga ingatkan hal ini pada istrimu untuk tak memercayai sesuatu hal yang tak hubungannya dengan kalung itu.”
Setelah mengatakan hal tersebut, wanita itu pun beranjak dari tempat yang ia duduki, dan selang beberapa detik kemudian ia meninggalkan Jackson yang tengah melamunkan seorang diri.
******
Kembali lagi di kota Jakarta dengan Sarah yang tengah menahan kesal pada seorang pria yang baru kali ini menolak ajakannya itu.
Tak jarang juga beberapa pria lain bisa takluk dengan kecantikan yang ia miliki, akan tetapi tidak bagi Arion Orlando Alexander Azkalezy dengan terang-terangan menolak tawaran makan siang darinya.
Untuk itulah ia akan menyelidiki sesuatu yang berhubungan dengan kalung tersebut sembari mengambil ponsel pintarnya, dan menghubungi seseorang dari arah seberang telepon.
“Aku ada tugas baru untukmu,” titah Sarah begitu panggilan tersambung.
__ADS_1
“Apa yang harus saya lakukan, Bos?”
“Cari tahu identitas asli dari Arion Orlando Alexander Azkalezy. Laporkan padaku, identitas itu harus ada di email kurang dari 5 jam sekarang!”
Orang yang berada di seberang telepon itu pun terdiam membisu setelah, Bosnya menyuruh untuk mencari tahu identitas asli dari seorang pria yang baru saja disebut, bagaimanapun ia tak mungkin mengatakan secara langsung bahwa pria tersebut tak bisa diusik. Mengingat di dunia gelap, ia terkenal dengan seorang ketua yang sangat di segani oleh seluruh kelompok mafia yang mengenalnya.
Namun, lamunannya buyar tak kala ia mendapat bentakkan dari Bosnya itu sendiri.
“Hei, apa kau mengerti dengan tugasmu, hah!” Sarah pun sedikit menggeram kesal dengan orang di seberang telepon itu.
“Saya minta maaf, Bos. Tadi saya tak sengaja melamun sedikit.”
Mendengkus kesal itulah yang dirasakan oleh Sarah, tanpa menyahutnya kembali. Ia pun memutuskan panggilan secara sepihak, setelah ia memberi perintah yang tak terbantahkan. “Lalukan tugasmu dengan rapi. Ingat jika kau gagal nyawamu taruhannya!”
__ADS_1
Jika memang terbukti benar, kalung yang dulu sempat aku incar pemiliknya. Ini kesempatanku untuk mengincarnya kembali, dan apa pun yang terjadi barang itu harus bisa menjadi milikku!