Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part lima puluh tiga


__ADS_3

Namun, dia tak menyadari ada seorang mata-mata yang telah mengintai pergerakannya dan melaporkan hal tersebut pada rekannya yang lain.


“Target sudah masuk ke dalam mobil dan sedang mengarah ke tempat yang telah kita tentukan lokasi penyerangan untuknya.” Musuh mata-mata itu melaporkan perjalanan Arion pada rekannya.


“Oke di copy.”


Setelah menerima laporan tentang target mereka saat sedang menuju tempat yang mengarah ke Texas.


Sementara itu Arion yang tengah menyetir dengan kecepatan sedang tak menyadari pergerakannya telah diintai.


Sampai penyerangan itu pun terjadi dan membuat dia mengumpat geram karena mendapat serangan yang mengharuskan merelakan mobil beserta barang pribadi meledak di mobil yang di kendarai olehnya.


“Si'alan siapa yang telah berani menyerangku seperti ini dan sekarang tubuhku remuk semua karena harus keluar dari mobil.” Arion mendesis pelan sembari menahan sakit di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Berjalan terseok-seok Arion menjauhkan diri untuk mencari pertolongan dengan menumpang di sekitar mobil yang lewat. Namun, tak ada satu pun mobil yang mau berhenti ketika ia melambaikan tangannya.


Benar-benar sungguh si'al nasib Arion sekarang ini tapi kabar kecelakaannya sampai terdengar di telinga Alana. Ya, wanita tomboi itu sedikit kaget dengan berita kecelakaan mobil hingga menimbulkan kebakaran. Mengingatkannya kejadian di mana ia menolong priab tersebut.


Kembali dengan Arion yang mengumpat geram karena tak ada satu pun mobil yang mau memberinya tumpangan. Bahkan ia tak menyerah begitu saja ketika harus menghentikan laju mobil itu.


Sampai netra manik matanya menangkap ke arah sebuah bus yang begitu cukup mengagetkannya. Begitu bus berhenti turunkan seorang pria asing yang berkisar berumur 20 tahun ke atas tersebut.


Memberinya sebuah tumpangan dan mengajak ia masuk ke dalam bus yang ternyata sebuah rumah berjalan di dalamnya. Arion berterima kasih pada pria asing tersebut dan bersumpah akan membantu sebagai imbal balik atas pertolongan yang dilakukan olehnya.


“Kau bisa beristirahat dulu di sini,” ucap Virus yang begitu sedikit kasihan melihat keadaan pria asing yang sedang duduk itu.


“Aku sangat berterima kasih karena mau menolongku karena sedari tadi tak ada yang mau berhenti ketika tangan ini melambai banyak ke arah mobil yang melintas.” Arion menyahut sembari mendesis pelan.

__ADS_1


“Kita itu seharusnya saling menolong, kan?” tanya Virus yang juga berada di posisi terjepit.


“Kau, benar tapi sekarang tak ada manusia yang mau saling menolong,” jawab Arion. Namun, Virus sedikit tersinggung.


“Akan tetapi maaf kami bukanlah seperti itu. Kalau begitu aku mau menyetir terlebih dulu. Tak apa kan ku tinggal sebentar karena tak bisa menemanimu mengobrol.” Virus berpamitan tanpa sedikit menolehkan diri.


Mereka tak menyadari obrolan tersebut di simak oleh ke dua orang yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun, tidak dengan salah satu darinya seperti sudah mengenal Arion tapi ia hanya diam untuk memastikan sesuatu.


“Siapa kau? Dari mana asalmu? Tujuan ke arah mana dirimu?” teman Virus yang bernama Diego mencecarinya banyak pertanyaan. Tak lupa pergerakan matanya selalu mewaspadai pria asing yang tak lain ialah dirinya sendiri.


*****


Yuhu aku datang membawa berita bab ini berkolaborasi dengan judul karya VIRUS ya.

__ADS_1


Jika ingin tahu ketik saja judul VIRUS nanti pasti bakalan ketemu kok.


__ADS_2