Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part empat puluh tujuh


__ADS_3

“Bisakah kau serius dengan rapat ini, Whep!”


Tak ada yang berani membuka obrolan begitu sang tangan kanan memberi ultimatim untuk tak menyela atau pun memotong perkataan demi kata yang sedang dijelaskan pada anggotanya.


“Sekarang kalian yang ikut misi nanti paham tugas masing-masing?” Gerry bertanya sambil memastikan anggota yang akan ikut nanti telah menyiapkan diri.


“Paham, Bos.”


“Baguslah kalau begitu. Sekarang persiapkan diri bagi yang ikut misi nanti. Lalu untuk yang tak ikut perketat keamanan markas yang ada di sini. Bila kalian menemukan keganjalan segera laporan padaku.” Nada dingin nan tegas yang terlontar dari bibir Gerry. Membuat beberapa anggotanya melakukan perintah masing-masing.


Selesai mengadakan rapat tinggalah keempatnya dengan Agung yang kembali merakit sebuah senjata untuk dia pakai dalam misi pengejaran buronan mafia tersebut.


Mereka kembali mengobrol untuk mempersiapkan diri masing-masing dengan Gerry seorang diri yang tak masuk ke dalam misi tersebut.


Sebab, dia sendiri telah mendapat misi khusus hanya dirinya yang mengetahui, dan hal tersebut sangat dirahasiakan atas permintaan kakek Alana.

__ADS_1


Untuk Whepi sendiri tengah bersiap pergi menjemput Alana. Namun, sebelum itu dia terlebih dahulu menghubunginya dengan mengambil ponsel disaku celana jeans, dan tak lupa menekan sebuah nomor ponsel milik adik angkatnya itu.


Begitu panggilan tersambung dia terkekeh pelan saat adiknya itu mendengkus kesal karena kegiataannya terganggu yang sedang menenangkan Raya.


“Ada perlu apa Abang menghubungiku? Mengganggu saja!”


“Kamu ada di mana sekarang? Biar Abang yang menjemputmu.” Whepi berkata sambil bertanya pada adiknya ini.


“Aku baru saja tiba di apartemenku. Memangnya ada apa, Bang?”


Alana yang kini tengah berada di apartemen itu pun mengernyit heran saat mendengar perkataan dari abang angkatnya yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju arah apartemen.


Sambil menunggu kedatangan abangnya itu dia bergegas membawa Raya naik ke lantai paling atas untuk menenangkan kondisinya yang seding syok karena Eva sungguh sangat keterlaluan.


Apa yang di dapat Eva tak sebanding dengannya yang sama sekali tak pernah mendapat perlakuan adil dari sang papa dan lebih memercayai setiap perkataan terlontar dari seorang wanita begitu dia benci.

__ADS_1


Seharusnya kau sadar diri karena kasih sayang itu tak akan pernah datang kembali untuk kedua kali. Kita lihat sejauh mana bisa hidup tanpa mama Raya.


“Sebaiknya untuk sementara waktu kau tinggallah di tempatku.” Alana bertanya sembari menawari Raya untuk menempati apartemennya.


“Bagaimana dengan mamaku nanti, Lan?” tanya Raya yang tak begitu tega meninggalkan sang mama tercinta.


“Soal mamamu biar aku yang mengurusnya.” Alana menjawabnya dengan menegaskan dan memberi Raya solusi untuk memberi pelajaran pada Eva yang terlalu butakan oleh cinta.


Lalu selesai menemani Raya. Alana berpamitan pada sang sahabat untuk pergi sebentar, dan tak perlu menunggunya terlalu lama. Yang mendapat anggukan kepala bahwa sahabatnya itu mematuhi perkataan yang keluar dari nada dingin dia sendiri.


Begitu sampai di basement lantai paling bawah dia telah mendapati abang angkat Whepi sedang menunggu untuk menemuinya.


“Ada apa, Bang?” tanya Alana dingin.


“Cepat naik, semua sudah menunggumu di markas. Nanti akan di jelaskan oleh Gerry.” Whepi berkata sambil menyodorkan helm untuk segera di pakai.

__ADS_1


__ADS_2