
“Bagaimana apa kata adikmu itu, Yon?” Boy bertanya sembari menyesap batang rokok yang sedang dihisapnya.
“Sebentar lagi mereka sampai. Kita tunggu di sini saja.” Arion memerintahkan Boy untuk menemaninya menunggu kedatangan kedua orang yang dia cintai.
Sampai akhirnya mobil yang di tumpangi oleh mama dan adik itu pun tiba tepat di depan mobilnya. Dia tak lupa membukakan pintu mobil untuk keduanya dan meminta sopir mereka tak perlu menunggu.
Ketiganya pun memasuki lobi utama Mall. Namun, dia sendiri bingung ke mana kakinya harus melangkah. Yang mana sang adik tercinta justru menarik dirinya ke arah sebuah toko sepatu.
“Sepatu baru lagi?” Arion bertanya sambil terlihat heran dengan adiknya lebih memilih mengoleksi sepatu di bandingkan dengan hal lain.
“Ayolah, Kak, bukannya kamu tanpa ku beritahu pasti paham kan. Sebentar lagi aku tak tinggal bersama kalian karena magang di tempat lain.” Adiknya itu menjawab dengan menebak bahwa dia sendiri memang mengetahui tentang magang yang akan dilakukan oleh kesayangannya tercinta.
Arion tak lagi berdebat dengan sang adik tercinta. Namun, dia sendiri tak akan mencampuri urusan pribadinya. Ketika melihat sang adik sedang memilih sepatu kesukaannya.
__ADS_1
Arion berpamitan dengan adiknya itu untuk menemani mama mereka yang sedari tadi diam menyimak perdebatan adik dan kakak tersebut.
“Aku mau menemani mama sebentar apa tak keberatan kamu ada di sini?”
“Semua sepatuku ini kamu nanti yang harus membayarnya, Kak!” rengeknya dengan raut wajah memelas.
Arion tak memedulikan rengekan tapi justru dia mengacak pucuk kepala sang adik yang terlihat kesal.
Selesai membayar sepatu Arion mengajak sang mama meninggalkan toko sepatu dimana ada sang adik yang sedang memilih sepatu kesukaannya.
******
Sementara itu di markas organisasi rahasia dengan Gerry sebagai tangan kanan tengah mengadakan rapat penting bersama beberapa rekannya lain. Termasuk ketiga abang angkat Alana menyimak apa yang sedang dia sampaikan.
__ADS_1
Misi rahasia penting yang sedang memburu buronan mafia dari kakek Alana sang jenderal mendadak dimajukan saat Gerry mendapat laporan dari markas cabang yang berada di Los Angeles.
Bahwa ketua king mafia Gordon Cullen terlalu berbahaya jika dibiarkan bebas. Maka dari itulah dia segera menyampaikan rencana penampakan buronan tersebut.
“Mengapa kau memanggil kita, Ger?” tanya Whepi yang sedikit heran denga rekannya yang tiba-tiba melakukan rapat.
“Kita sudah tak punya banyak waktu, Whep. Secepatnya dalam waktu dekat ini, Kau, Agung, Fatah, dan juga Alana berangkat ke Los Angeles karena Gordon semakin berulah. Mengingat ia melakukan hal itu karena sebuah dendam pada seorang ketua dari organisasi Black Knight yang telah membunuh putranya.” Gerry berkata sambil menjelaskan detil tentang laporan yang dia terima.
Fatah yang sedari berdiam diri mulai angkat bicara seraya bertanya tentang misi yang berasal dari pemimpin mereka. “Jadi misi itu dari tuan besar? Begitukah laporan yang kau terima, Ger?”
“Lalu siapa nanti yang akan mengabari hal ini pada, Alana?” tanya Agung pada ketiga rekannya.
“Aku yang akan menghubunginya, kalau perlu biar dia ku' seret ke sini.” Whepi menjawab dengan setengah bercanda. Yang mana dia mendapat tatapan dingin dari Gerry.
__ADS_1