Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part lima puluh lima


__ADS_3

Sejujurnya Arion sedikit terlihat murung saat niat hati ingin meminta bantuan pada Andi untuk melacak keberadaan gadis itu. Namun, ia urungkan kembali karena secara tak sengaja mendengar nama Wasabi tertembak. Dan hal tersebut membuatnya tergerak untuk membantu temannya ini.


“Maaf Andi kalau boleh tahu Wasabi tertembak oleh siapa?” tanya Arion.


“Iya tapi aku sangat sedih karena tak mengetahui kejadian yang menimpanya. Lalu untuk orang-orang yang berniat melukai sahabatku itu. Tak akan pernah lepas dari genggaman tangan ini.” Andi menjawab dengan mata berkilat marah karena tak terima dengan perbuatan orang-orang yang melukai Wasabi sang sahabat tercinta.


Arion yang melihat kilatan mata marah dari Andi tanpa ia menepuk pundak seraya memberinya bantuan pada pria di depannya ini. “Kau tenang saja aku siap mengerahkan pasukanku untuk membantumu.”


“Mana nomor yang bisa ku hubungi? Eh tapi tunggu bukannya ponselmu tadi itu–” Andi berucap tapi Arion tetap meminta kertas dengan pulpen karena ia hanya teringat nomor ponsel milik Boy.


“Kau jangan khawatir, Ndi. Aku hanya sedang mengirim kode untuk Boy. Tak masalah 'kan yang ada di ponselmu ini bukan nomor ponselku?” tanya Arion seraya mengirim kode untuk Boy sang tangan kanannya.


“Tidak.”

__ADS_1


Arion akan meminta bantuan pada Andi untuk melacak keberadaan gadis tersebut di lain waktu karena dia tak tega melihat temannya terlihat sedang sedih memikirkan Wasabi yang tertembak.


Kau tenang saja meskipun kita tak terlalu mengenal dekat tapi aku berjanji akan membantumu untuk menangkap orang-orang yang melukai Wasabi.


Ia akan bersumpah dan bertekad kan membantu Andi untuk jika memang nanti dibutuhkan.


Sementara itu di tempat lain Alana Stevannya Lucier terlihat memendam amarah saat ada seseorang yang tiba-tiba menyerang Arion.


Seorang pria dingin ketua Black King Mafia yang memang pernah ia tolong dalam kecelakaan lima tahun lalu. Yang dengan sengaja meninggalkan sebuah kalung peninggalan sang mama. Dititipkan karena Alana tak ingin kalung berharga jatuh ke tangan saudari tiri yang tak sedarah dengannya.


Masih berkilat marah dengan tekad yang bulat. Tanpa banyak kata Alana memanggil para anggotanya.


“Ada gerangan apa Anda memanggil kami, Ketua?” tanya salah satu anggota sembari membungkuk hormat.

__ADS_1


“Aku tak akan berbasa-basi langsung saja. Tangkap orang itu untukku sekarang!” Alana menjawab sambil berucap dingin.


Salah satu dari mereka berusaha membuka suara karena ingin menolaknya. Namun, tiba-tiba Alana sang ketua organisasi rahasia Dark Angel tak ingin tugas yang ia berikan mendapat bantahan dari anggotanya. “Tangkap dan jangan banyak protes! Aku tak ingin dibantah. Mengerti!”


Jika sang ketua Dark Angel sudah memerintahkan. Tak kan ada seorang pun yang bisa membantahnya.


Di tempat lain terlihat Boy sedang mengamuk karena ia tak bisa menghubungi nomor ponsel milik Arion.


“Si'al ada di mana dia?” gumam Boy sembari mengepalkan tangan kekarnya.


“Permisi, Bos.” Anak buah Arion melaporkan perihal tentang kecelakaan yang dialami oleh ketuanya.


“Bagaimana kau sudah melacak keberadaannya?” tanya Boy dingin.

__ADS_1


“Di ujung perempatan jalan itu mobil ketua diserang oleh musuh lain.”


__ADS_2