Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy

Mr Mafia Terjerat Cinta Gadis Tomboy
Part lima puluh sembilan


__ADS_3

Bahkan sampai sekarang dia telah berusaha memahami tentang wanita yang disukainya Alana. Sedikit pun tak pernah melibatkan orang lain saat menghadapi masalah yang menimpa salah satu diantaranya.


Untuk memastikan keadaan kedua sahabatnya Sean mengambil ponsel yang tergeletak sembarang arah. Lalu jemarinya menekan sebuah nomor pribadi milik Alana. Yang hanya terdengar nada dering dari arah seberang.


Sebab, Alana sendiri tak mengaktifkan ponselnya yang hanya bisa menghasilkan suara deringan. Ia lakukan agar tak mengganggu misinya yang sedang dilakukan.


Kesal karena panggilan tak tersambung dengan Alana. Sean berganti menghubungi Raya untuk menanyakan keberadaan wanita yang disukainya itu.


Begitu panggilan tersambung Sean mencecarnya dengan sebuah pertanyaan. “Nda, apa Lana saat ini sedang bersamamu? Kalian berdua saat ini ada di posisi mana? Apa aku boleh menyusul ke tempat kalian?”


Raya meringis pelan saat di cecar pertanyaan oleh Sean. Namun, sedikit demi sedikit dia bisa menebak kalau sahabatnya ini menyimpan perasaan pada Alana.


Itulah mengapa Eva saudari tirinya menunjuk jika dia yang menyimpan perasaan pada Sean Mahendra. Kenyataan yang sebenarnya justru Alana yang disukai oleh Sean itu sendiri.

__ADS_1


Untuk menyembunyikan bahwa saat ini dia sedang berada di apartemen milik Alana. Terpaksa Raya membohongi Sean agar tak ada seorang pun yang mengetahui kehidupan asli dari sahabatnya.


“Maaf, Hen, aku sedang ada di kontrakan Alana.” Raya menjawabnya dengan berkilah.


“Bisa kirimkan alamat itu untukku? Karena aku ingin ke sana.” Sean bertanya sambil menunggu jawaban dari arah panggilan tersambung.


“Aku tanya dulu sama Alana karena dia sedang keluar,” jawab Raya.


Di apartemen milik Alana dengan Raya tengah menggigit bibir bawahnya karena ia sedang dalam keadaan bingung. Namun, dirinya tak menyadari ada sebuah kamera khusus yang sedang mengawasi dan itu langsung terhubung arah seberang.


“Bagaimana ini Alana bilang tempat ini tak boleh ada yang mengetahuinya selain aku.” Raya bergumam diri sambil berjalan mondar-mandir karena ia sendiri tak ingin Alana menjadi salah paham dengan tindakannya.


Di negara yang menjadi tempat tujuan Alana sedikit kesal dengan nada dering panggilan yang masuk ke dalam ponselnya. Dia memang sengaja membuat ponselnya seperti tak bisa dihubungi tapi masih bisa mendengar nada dering yang masuk.

__ADS_1


Entah mengapa sedikit mengusik pandangan matanya seperti sedang membawa ia ke arah laptop yang disambung kamera khusus di apartemen tersebut.


Seketika dia terkejut saat manik matanya menatap ke arah Raya yang sedang dihubungi oleh Sean. Lalu dengan pelan mendengarkan obrolan kedua sahabatnya.


Begitu panggilan terputus Alana sedikit tergelitik saat secara tak sengaja melihat Raya yang sedang terlihat gelisah karena bingung antara memberitahukan atau tidak tentang apartemen tersebut.


Mengambil ponsel dan menekan sebuah nomor ponsel milik Raya untuk memintanya ditemani oleh selama ia masih berada di negara ini.


Panggilan tersambung begitu saat ia dengan terkekeh pelan melihat Raya mengangkatnya dilaptop yang dibawa oleh dirinya.


“Lama sekali untuk angkat panggilan. Sedang apa kamu, Ra?” tanya Alana tanpa berbasa-basi.


“Baru saja aku ingin menghubungimu sudah lebih dulu dihubungi olehmu.” Raya menjawabnya sembari terlihat gugup. Hal tersebut sangat terdengar jelas di pendengaran Alana.

__ADS_1


__ADS_2