Muara Hasrat Baruna

Muara Hasrat Baruna
Eps. #79 Pernikahan Bahagia


__ADS_3

Hari yang terus berganti membawa banyak kisah baru penuh asa. Kebesaran hati untuk sebuah kesabaran, sudah pasti akan membuahkan hasil yang manis juga.


Sama seperti sebuah ungkapan yang sering dikatakan orang-orang itulah, perasaan yang kini tengah dirasakan oleh Baruna. Setelah beberapa bulan penantian, kini tiba saatnya satu awal baru untuk hari-hari bahagia selanjutnya akan dia jalani, bersama sang tambatan hati.


Hari itu juga adalah hari yang akan menjadi sejarah dalam hidup Baruna, dimana dia akan duduk bersanding di pelaminan bersama gadis yang paling dicintainya. Di hari istimewa pernikahannya, pastilah berjuta perasaan bahagia sedang mengisi hatinya, sehingga senyum bahagia selalu terbias di bibir Baruna dan juga Flo.


Di sebuah resort mewah pinggir pantai, acara pesta pernikahan Baruna dan Floretta akan digelar. Di resort itu juga bahkan keseluruhan function area dan kamar-kamar sudah di buy out oleh Arkha khusus untuk acara pernikahan putranya. Bagi tamu undangan yang datang dari luar kota ataupun rumahnya jauh dari lokasi acara itu, sudah pasti akan mendapat jatah kamar untuk mereka menginap di resort tersebut.


Sebuah open air area di pinggir kolam renang yang menghadap ke pantai, juga sudah mereka pilih sebagai venue resepsi pernikahan Baruna dan Floretta. Area terbuka itupun sudah dihias dengan sangat indah. Rangkaian bunga-bunga memenuhi setiap sudut di tempat itu.


Sebuah standing party berkonsep santai dan bertema laut itu, terlihat begitu mewah dan meriah serta dibuat khusus untuk memanjakan semua undangan yang hadir disana.


Aneka jenis makanan lezat juga tersaji sangat apik dan menarik. Mulai dari western food hingga local food yang disajikan secara prasmanan.


Beberapa orang crew dari wedding organizer yang mengatur setiap rundown acara juga terlihat sibuk mengatur semua dekorasi dan lighting agar selalu terlihat sempurna. Para pelayan juga mondar-mandir dengan membawa round tray di tangannya. Mereka semua berkeliling untuk menyajikan canapes serta cocktail dan mocktail untuk para undangan.


Keserasian pasangan pengantin yaitu Baruna dan Floretta memang tidak diragukan lagi.


Gaun panjang berwarna putih nan mewah yang dikenakan oleh Flo juga sangat pas menutupi tubuh indahnya yang sangat ramping. Gaun mahal yang sedikit terbuka di bagian dada dan punggung itu membuat Flo terlihat semakin seksi di hari istimewanya.

__ADS_1


Make up serta hiasan rambut Flo yang selaras dengan wajah tirus dan kulit mulusnya, juga membuat penampilan Flo terlihat sangat elegan dan anggun. Sehingga, semua mata kagum akan kecantikannya.


Baruna juga mengenakan busana pernikahan berwarna senada dengan gaun yang dikenakan Flo. Tampan dan pastinya sangat gagah, membuat semua undangan yang hadir berdecak takjub menyaksikan kedua mempelai.


Senyum-senyum bahagia juga menghiasi wajah-wajah semua orang yang hadir di acara itu. Sorak-sorai serta tawa riang, euphoria sebuah pesta pernikahan mewah terdengar riuh di acara tersebut.


Rangkaian prosesi acara pernikahan itu digelar dari pagi hingga malam. Seperti halnya yang dirasakan Baruna dan Floretta, semua orang yang ada di tempat itu turut merasa berbahagia.


Selain pasangan pengantin dan para undangan, rasa bahagia itu juga pasti dirasakan oleh orang-orang terdekat mereka.


Bahkan, Arkha dan Mutiara juga tidak ragu memamerkan rasa bahagia mereka kepada semua tamu undangan yang hadir di pesta pernikahan putranya. Ucapan selamat mengalir datang dari berbagai kalangan bahkan hingga orang-orang penting serta petinggi lainnya juga ikut mendoakan kebahagiaan pasangan muda itu. Tentu saja, karena Arkha sangatlah terpandang di kota itu, sehingga acara pernikahan putranya pastilah menjadi sorotan banyak orang.


"Selamat ya, Una."


"Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Semoga kalian berbahagia selamanya!"


Arkha memeluk putranya erat dan berkali-kali mengucapkan kata selamat itu kepada putranya. Tidak ketinggalan Mutiara. Sama halnya seperti Arkha, dia juga ikut memeluk dan memberi ucapan selamat kepada Baruna dan Flo secara bergantian. Kebahagiaan yang sama sudah pasti juga ikut dirasakannya.


Malam sudah sangat larut kala itu. Para undangan juga sudah satu persatu meninggalkan tempat acara dan kini hanya tersisa anggota Keluarga Besar Waradana saja masih ada di tempat itu.

__ADS_1


Acara pernikahan Baruna dan Flo juga menjadi momen yang sangat istimewa bagi keluarga itu dan hari itu mereka semua berkumpul bersama.


"Selamat ya, Una Sayang. Oma doakan kamu dan Flo segera memiliki momongan. Supaya sebelum oma meninggal, oma masih bisa melihat cicit oma." Seorang wanita yang sudah cukup renta dan duduk di atas kursi roda ikut memberi ucapan selamat kepada Baruna.


"Jangan berkata seperti itu, Oma. Kami semua selalu mendoakan oma panjang umur dan tetap sehat." Baruna memeluk wanita tua itu yang tidak lain adalah Oma Yuna.


Dari Singapore, dia langsung terbang pulang ke tanah air agar bisa ikut menyaksikan pernikahan cucu kesayangannya itu. Meski sebenarnya kondisi kesehatannya tidak terlalu baik, tetapi dia tetap memaksa untuk pulang. Selama ini Oma Yuna memilih tinggal di Singapore bukan tanpa sebab, dia tinggal di The Lion City bersama saudaranya disana, agar bisa mendapat perawatan dokter ahli disana. Akan tetapi, di usia yang semakin senja, berbagai penyakit pastilah akan selalu mudah menyerang.


"Selamat ya, Kak. Semoga pernikahan kakak dan Kak Flo tetap langgeng sampai kakek, nenek!" Seorang pria yang lebih muda dari Baruna itu memeluknya erat dan ikut memberi ucapan selamat. Pria itu memiliki wajah yang juga sangat mirip dengan Baruna. Hanya saja, dia mengenakan sebuah kacamata tebal, dan penampilannya pun terlihat lebih culun dibandingkan dengan Baruna.


"Terima kasih, Bocah Kutu Buku! Aku sangat senang disela kesibukan kuliahmu, kamu masih bisa pulang khusus untuk hari pernikahanku!" seloroh Baruna mengejek adik kandungnya, Arnav.


"Mana mungkin aku tidak pulang di hari besar kakak tercintaku ini!" balas Arnav tersenyum dan ikut berkelakar terhadap kakak kandungnya yang memang sedari kecil selalu memanggilnya Kutu Buku.


"Baiklah, Adikku tercinta!" Baruna juga tersenyum sambil mengacak rambut klimis adiknya itu dengan kekonyolannya.


"Selamat, Una. Semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah!" Ardila juga ikut memeluk Baruna dan Flo bergantian.


"Tolong jaga adikku, Baruna! Aku titip dia seumur hidup padamu dan aku percaya kamu pasti akan bisa membahagiakannya." Diaz memegang erat tangan Baruna serta menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Terima kasih banyak, Kak Diaz. Aku sangat mencintai Flo dan aku pasti akan terus berusaha membuatnya bahagia. Aku janji akan selalu melindunginya sepanjang hidupku."


Baruna dan Diaz saling berpelukan. Mereka yang awalnya saling membenci kini terlihat sangat dekat karena hubungan persaudaraan sudah terjalin setelah pernikahan Baruna dan Flo. Tidak ada lagi rasa benci itu, karena mereka kini sudah menyatu sebagai sebuah keluarga. Dendam yang ada sebelumnya pun kini sudah sirna berganti sebuah kehangatan keluarga yang utuh.


__ADS_2