Muara Hasrat Baruna

Muara Hasrat Baruna
Eps. #82 Floating Breakfast


__ADS_3

Malam indah itu pun berganti pagi nan cerah. Kicau burung terdengar sangat merdu memecah kesunyian pagi.


Hangat sapaan sinar mentari menerpa wajah dua manusia yang masih lelap dalam tidurnya. Jiwa-jiwa yang tampak sangat kelelahan setelah hampir sepanjang malam memadu asmara.


Flo mengerjap dan mengucek kedua matanya. Ada rasa perih akibat paparan ultraviolet yang menerobos masuk melalui jendela kamar villanya.


"Sayang, bangun!" Flo mengusap dada Baruna yang masih tidur memeluknya.


"Sudah siang, Sayang. Perutku lapar!" Flo melepaskan pelukan Baruna seraya mengecup pipinya.


"Hmmm." Baruna menggeliat seraya balas mengecup pipi istrinya, tetapi matanya masih terpejam dan ada rasa enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya. Bukannya melepaskan pelukan Flo, dia justru lebih erat memeluk wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu.


"Ehh... lepaskan aku, Bar. Ayo cepetan bangun! Aku lapar," rengek Flo lagi dengan sangat manja.


Mendengar nada memelas dari Flo, akhirnya Baruna membuka matanya perlahan.


"Sepertinya pertempuran kita semalam sangat sengit. Sampai-sampai sepagi ini kamu sudah kelaparan, Sayang!" cibir Baruna menggoda istrinya.


Baruna menatap lekat wajah Flo dan raut kelelahan memang terlihat jelas disana. Baruna tersenyum, dia menyadari kalau malam yang panas penuh gairah, sudah mereka habiskan bersama.


"Iya, kamu sudah menguras habis tenagaku," jawab Flo jujur dan ikut tersenyum menatap wajah suaminya.


"Baiklah, ayo sekarang kita sarapan. Aku yakin breakfast pasti sudah ready di villa ini!" angguk Baruna lalu melepaskan selimut yang masih menutupi tubuh mereka.


Keduanya kembali sama-sama tersenyum dan tertawa cekikikan ketika menyadari tubuh mereka masih sama-sama polos tanpa sehelai benangpun menutupinya.


Baruna bergegas beranjak dari ranjang dan tanpa meminta izin dari Flo, dia langsung menggendong tubuh polos istrinya dan dibawanya masuk ke dalam kamar mandi. Setelah sama-sama membersihkan badannya, Baruna dan Flo lalu mengenakan bathrobe dan melangkah keluar dari kamar villanya itu.

__ADS_1


"Wow... this is amazing!" Flo membulatkan matanya dan berdecak penuh kekaguman.


Seorang villa butler terlihat sudah berdiri dan menyambut mereka dengan senyum ramah di tepi kolam renang. Permukaan kolam itu pun sudah dihiasi rangkaian rose petal berbentuk hati dan ada tulisan 'HAPPY HONEYMOON' di tengah-tengahnya. Terdapat keranjang yang penuh dengan makanan juga sudah siap di sisi kolam renang. Sebuah floating breakfast (sarapan pagi terapung) yang tersaji begitu istimewa sudah menyapa pagi pasangan pengantin baru tersebut.


"Silahkan, Tuan! Silahkan, Nyonya!"


"Floating breakfast-nya sudah ready!"


Butler itu menyapa ramah seraya menengadahkan tangannya, mempersilahkan Baruna dan Flo untuk masuk ke dalam kolam renang dan menikmati sarapannya disana.


"Ayo, Sayang!" Baruna menggandeng tangan Flo dan melangkah bersama ke kolam renang.


Di tepi kolam Baruna menyentuh bathrobe yang dikenakan Flo dan hendak melepaskannya sebelum masuk ke dalam kolam.


"Jangan, Sayang! Aku malu," tolak Flo setengah berbisik seraya menahan tangan Baruna agar tidak melepaskan bathrobe itu dari tubuhnya. Namun, pandangan Flo justru tertuju kepada villa butler yang masih berdiri di dekat mereka. Ada rasa risih bila harus memamerkan kemesraan mereka di hadapan orang lain.


Mendengar ucapan Flo, butler itu hanya tersenyum dan membungkukkan punggungnya. Dia paham pastilah pasangan itu tidak ingin diganggu oleh kehadirannya disana.


Setelah butler itu menghilang, Flo dan Baruna sudah tidak merasa canggung lagi. Mereka bergegas melepaskan bathrobe-nya masing-masing. Dengan tubuhnya yang hanya dibalut bikini, Flo menceburkan dirinya ke dalam kolam disusul oleh Baruna.


Senyum takjub kembali mengembang di bibir Flo tatkala melihat sarapan pagi ala western style sudah tersaji dan tertata indah dalam sebuah keranjang yang terapung di permukaan kolam.


"Ayo makan!" ajak Baruna seraya meraih segelas jus dari atas keranjang dan memberikannya kepada Flo.


"Iya, Sayang!" Flo meraih gelas jus dari tangan Baruna, lalu keduanya sama-sama menikmati sarapan pagi sambil berendam di dalam kolam renang. Sebuah floating breakfast istimewa yang begitu meninggalkan kesan terasa menambah suasana romantis pasangan itu.


Sambil makan, gelak tawa sesekali terdengar di antara mereka. Flo dan Baruna juga sesekali saling menyuapi makanannya satu sama lain dan membuat kedekatan begitu indah memenuhi dua hati yang tengah berbunga-bunga.

__ADS_1


"Apa kamu sudah kenyang, Sayang?" Baruna tak pernah bosan memandangi Flo yang terlihat sangat lahap menyantap sarapannya pagi itu.


"Sudah," sahut Flo singkat karena masih meneguk sisa terakhir jus di gelasnya lalu mendorong keranjang yang sudah kosong itu menjauh dari posisi mereka.


"Hmm.... berarti kamu sudah punya cukup tenaga lagi dong, untuk melayaniku?" bisik Baruna genit sambil memegang erat tangan istrinya.


Baruna menarik pinggang Flo dan menempelkan tubuhnya di tubuh Flo sambil mengecup mesra pipinya. Kecupan itu pun kembali membawa ciuman di bibir yang semakin lama semakin dalam.


"Tidak usah lagi ya, Sayang. Siang ini kan kita sudah harus check out dari villa ini, karena kita harus segera ke bandara!" Flo menggeleng dan tidak ingin menanggapi suaminya yang selalu saja menggodanya. Flo juga teringat kalau siang itu mereka akan terbang ke Maldives dan melanjutkan bulan madu mereka di negara kepulauan dengan sejuta keromantisannya itu.


"Kan masih nanti siang! Masih ada waktu beberapa jam lagi untuk kita menikmati fasilitas villa ini!" bujuk Baruna dengan pupil matanya yang mulai terlihat melebar menatap lekuk indah tubuh istrinya. Flo memang terlihat semakin seksi dengan rambut dan tubuhnya yang tengah basah. Semua itu membuat hasrat ingin bercinta kembali menyapa Baruna di pagi hari itu.


"Ihh... jangan, Sayang! Kalau kita sampai terlambat, Papa Arkha dan Mama Mutiara bisa memarahi kita!" tolak Flo mencari alasan seraya mencubit pinggang suaminya.


"Aaahhh... kamu terlalu banyak alasan, Sayang." Baruna yang sudah kembali dikuasai oleh gairahnya tidak memperdulikan penolakan istrinya.


Bergegas dia mengangkat tubuh istrinya keluar dari dalam kolam dan menggendongnya kembali ke kamar. Setiap jengkal lantai yang mereka lewati seketika basah oleh tetesan air dari tubuh keduanya.


Baruna menghempaskan tubuh basah istrinya di atas ranjang.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kita keringkan badan dulu?" Menggunakan telapak tangannya, Flo menahan wajah Baruna yang sudah sangat dekat mendesak ke wajahnya.


"Tidak perlu, Sayang! Nanti juga kering sendiri." Baruna semakin tidak memperdulikan perkataan istrinya. Dengan penuh gairah dia mencumbu semua yang ada di tubuh Flo hingga pergulatan panas dua orang yang tengah dimabuk asmara itu kembali terjadi.


Seolah tidak ada kata lelah, keduanya semakin hanyut dalam aliran hasrat yang bergelora. Hanya suara lenguhan dan d*esahan nikmat yang terdengar lirih mengiringi setiap sentuhan percintaan mereka. Keduanya larut dalam kemesraan yang begitu hangat tanpa bisa diungkapkan dengan berbagai kosa-kata, bait sajak atau puisi cinta yang indah sekalipun.


...****************...

__ADS_1



Sekedar berbagi info saja untuk para pembaca setia, floating breakfast ini sedang sangat digandrungi kaum honeymooner dan menjadi bagian dari paket bulan madu khususnya apabila menginap di beberapa resort di Pulau Dewata.


__ADS_2