Muara Hasrat Baruna

Muara Hasrat Baruna
Pengumuman Karya Baru


__ADS_3

Hi Readers,


Author hadir bawa karya baru nih....


Jangan lupa dukung terus cerita selanjutnya ya! Dijamin nggak kalah seru kok.


Berikut cuplikan bab awal ya




"Gio, aku minta kamu menikah dengan Sherin secepatnya!" Seorang pria paruh baya mengucapkan titahnya dengan nada penuh penekanan. Walau terlihat tenang dan mencoba bijaksana menghadapi permasalahan yang tengah terjadi, tetapi keresahan terpancar jelas dari sorot mata pria tersebut.


"Tidak, Pak Bisma. Saya tidak mau! Saya dan Nona Sherina tidak mungkin menikah. Kami tidak saling mencintai!"

__ADS_1


Seorang pemuda berpenampilan sederhana bernama Gio Argashena, menolak dengan tegas keinginan Bisma Mahardika, pria yang sudah menjadi majikannya selama hampir lebih dari lima tahun ini.


Bisma yang semula berdiri membelakangi Gio, lalu berbalik dan menatap tajam kearahnya.


"Bagiku cinta tidak penting, Gio! Untuk saat ini, hanya kamu satu-satunya orang yang bisa membantuku untuk menutupi aib yang telah Sherin corengkan di mukaku," terang Bisma jengah. Ada kekecewaan teramat dalam yang tersirat dari ucapannya. Dia merasa marah sekaligus juga menyesal akibat sebuah kesalahan yang telah diperbuat oleh Sherina Magnolia Mahardika, putri semata wayangnya yang kini sudah berusia 23 tahun.


"Tapi, Pak ... " Gio berusaha mengelak. "Perbedaan antara saya dan Nona Sherina terlalu jauh. Gaya hidup kami sangat berbeda. Non Sherin tidak akan mungkin bisa menerima saya!" Gio terus mencoba mencari alasan untuk menolak perjodohan yang dipaksakan oleh Bisma. Dia sadar, ada perbedaan yang sangat kontras antara dirinya dengan putri majikannya itu. Sherina adalah putri tunggal serta satu-satunya calon pewaris untuk Bisma, yang merupakan seorang pengusaha sukses dan terkenal di kota tempat tinggalnya. Sedangkan Gio, dia hanyalah seorang pemuda biasa yang selama ini bekerja di rumah Keluarga Mahardika.


Secara pendidikan, Gio juga bukanlah apa-apa dibandingkan dengan Sherina. Gio hanya lulusan sebuah universitas negeri di kota itu. Sedangkan Sherina, gadis itu baru saja kembali ke tanah air karena sudah menyelesaikan kuliahnya di sebuah universitas terbaik di London.


"Apa kau lupa ... siapa yang sudah memberi tumpangan hidup kepadamu selama ini?" seringai tajam Bisma mempertegas perintahnya.


"Kalau saja dulu aku tidak menolong kamu dan juga ibumu yang lumpuh itu, bisa jadi saja saat ini kau hanya bisa hidup di jalanan sebagai pengemis. Kau juga bisa melanjutkan kuliah dan mendapat gelar sarjana seperti sekarang, itu semua karena kemurahan hatiku, Gio!" urai Bisma sambil menepuk dadanya dan menudingkan telunjuknya di depan wajah pria yang masih terbilang muda dan sederhana itu. Namun, di balik penampilannya yang sangat sederhana, Gio adalah seorang pemuda yang sangat tampan. Kulit bersih dan lesung pipit yang selalu muncul kala ia tersenyum, menyisakan sejuta pesona bagi setiap mata yang melihatnya. Postur tubuh dan tinggi badannya pun sangat proporsional, sehingga meninggalkan kesan gagah selalu melekat dalam dirinya.


Mendengar kalimat-kalimat yang dilontarkan Bisma, Gio mendadak tercengang. Kata-kata pamrih yang terlontar dari mulut Bisma adalah sebuah permintaan terberat yang pernah majikannya itu paksakan terhadap dirinya.

__ADS_1


Bagai sebuah pecut api yang menyambar tepat di jantungnya, hati Gio pun bagai terbakar rasa terhina. Akan tetapi, Gio harus berusaha menahan segala gemuruh di dadanya. Dia tetap tidak ingin berdebat dengan Bisma dan tidak berani menyangkal semua hinaan itu.


Seketika dia mematung tanpa mampu membantah perkataan majikan yang sangat diseganinya tersebut. Gio sadar kalau selama ini dirinya hidup memanglah sangat bergantung pada Bisma. Pria itulah yang sudah memberi pertolongan dengan tulus ikhlas tatkala hidupnya bersama sang ibu, tertimpa begitu banyak kesulitan.


Lima tahun mengabdikan diri untuk Bisma, baru kali ini dia mendengar perkataan Bisma yang seolah perhitungan dan meminta balas jasa atas semua kebaikan yang telah dia berikan kepada Gio dan ibunya selama ini.


Untuk sesaat suasana menjadi hening. Gio tetap diam dan menundukkan kepalanya tanpa berani menatap ke arah Bisma. Bagaimanapun juga, dia mengakui kalau dirinya memang banyak berhutang budi terhadap Bisma. Berkat uluran tangan Bisma lah, saat ini dia bersama Bu Sani yaitu ibu kandungnya yang menderita kelumpuhan, bisa tinggal di rumah besar dan mewah milik seorang pengusaha ternama seperti Bisma Mahardika. Kendati di rumah itu Gio juga bekerja sebagai sopir pribadi untuk Keluarga Mahardika, tetapi selama ini Bisma selalu memperlakukan dia dan ibunya dengan sangat baik. Bisma tidak pernah menganggapnya sebagai seorang bawahan ataupun pelayan di rumahnya, melainkan Gio sudah dianggap seperti anak angkat oleh Bisma.


Bisma juga sangat berbesar hati membiayai kuliah serta menanggung semua biaya hidup Gio selama lima tahun terakhir, semenjak Bisma menolong Gio dan Bu Sani dari sebuah kemalangan yang menimpa mereka. Bahkan, biaya pengobatan untuk penyakit Bu Sani yang harus terus mendapat perawatan secara insentif itupun, ditanggung sepenuhnya oleh Bisma tanpa memperhitungkan berapa besar nilainya.


"Dan kamu juga jangan pura-pura lupa, Gio!" Bisma menatap tajam seraya kembali mengarahkan telunjuknya ke wajah Gio.


"Semua ini bisa terjadi terhadap Sherin, itu juga karena kesalahanmu! Kamu tidak bisa menjaga tanggung jawab yang aku percayakan kepadamu untuk menjaga putriku!" tuding Bisma, menekankan lagi alasannya agar Gio bersedia menikah dengan putrinya.


Lagi-lagi Gio hanya diam dan menundukkan kepala mendengar tudingan Bisma. Kali ini, dia sudah tidak mampu mengelak. Dia juga teringat kalau semua itu benar adanya, dia sudah lalai menjalankan sebuah amanat yang Bisma titahkan kepadanya. Bahkan karena kecerobohan dirinya itu pula lah semua masalah ini sampai terjadi.

__ADS_1


Gio menghela nafas dalam-dalam. Tidak ada lagi pilihan lain yang bisa dia jalani selain menerima permintaan sulit tersebut. Mau tidak mau, siap tidak siap, dia harus bersedia menikahi putri majikannya itu, meski dia sendiri tidak pernah menginginkannya.


__ADS_2