
Malam yang syahdu bertabur cahaya bintang. Redup suluh sang rembulan tampak menghiasi cakrawala. Nyanyian serangga malam pun tak mau kalah melengkapi indahnya malam, tatkala dua hati tengah menyatu dalam hangat buaian kemesraan.
Di atas ranjang di dalam kamar villa itu, Baruna membaringkan tubuh Flo dan menindihnya. Aroma lilin aromaterapi dan wangi dari rangkaian bunga sedap malam, seakan ikut menjadi pelengkap romantisnya malam pertama yang akan dilewati oleh sepasang insan yang tengah dimabuk asmara.
"Apa yang akan kamu lakukan terhadapku, Baruna?" tanya Flo dengan polosnya sambil menatap sepasang mata di hadapannya yang tak pernah lepas memandangi wajahnya dengan sorot penuh hasrat.
"Hmm.... menurut kamu apa yang akan aku lakukan, Sayang?" Baruna tersenyum penuh arti seraya mengusap wajah wanita yang kini sudah halal untuk disentuhnya. Flo juga membalas tersenyum manja, ada rasa tidak sabar untuk segera mengecapi manisnya cinta, kini semakin membuncah di hati mereka.
Meski malam itu bukanlah pertama kalinya mereka menghabiskan malam bersama, tetapi kesan berbeda tetap terasa di antara keduanya, karena itu adalah malam pertama yang akan mereka lewati setelah sah menjadi pasangan suami istri.
Baruna mendekatkan wajahnya ke wajah Flo dan sebuah kecupan mesra dia daratkan di bibir indah yang selalu menjadi candu baginya itu. Ciuman yang semakin lama semakin dalam hingga membuat keduanya kian terlena dalam sapaan gairah. Untuk sesaat, keduanya begitu hanyut dalam ciuman panasnya. Bibir mereka saling mellumat hingga tak sepatah katapun terucap lagi di antara mereka. Hanya hasrat yang sedang berbincang, saling mengungkapkan perasaan cinta yang kian bergelora.
Seolah tidak ingin membuang banyak waktu percuma, Baruna dengan mesra mencumbu semua yang ada di wajah Flo. Kecupan-kecupan penuh kehangatan mendarat di sembarang tempat di tubuh Flo. Hingga, tubuh keduanya pun terasa menghangat dan aliran darah mereka juga berdesir lebih cepat.
Beberapa bulan mereka lalui dengan penantian, malam ini akan berujung manis dan keduanya pun sudah sangat siap menikmati malam pertama mereka yang penuh kebahagiaan.
Dengan lembut tangan nakal Baruna mengusap belahan dada Flo yang sedikit terbuka serta menarik lepas resleting gaun pengantin yang masih dikenakannya. Dua gundukan indah di raga Flo itu pun kini terpampang nyata di depan matanya. Senyum penuh hasrat kian mengembang di bibir Baruna dan dengan sangat rakus dia melahap dua pucuk kembar itu bergantian.
Tangan Baruna juga tidak hanya diam, dengan sangat lincah jari-jarinya mengembara dan menjamah setiap bagian di tubuh Flo seraya melepaskan semua kain yang masih menutupi semua keindahannya. Baruna kembali tersenyum, dengan kondisi tubuh Flo yang sudah polos tanpa sehelai benangpun saat itu, dia semakin bisa dengan liar mencumbunya. Gigitan-gigitan kecil dari bibir Baruna, tak elak menyisakan jejak merah yang bertebaran dimana-mana.
__ADS_1
"Aaaahhh....." de*ahan panjang terdengar dari bibir Flo yang menganga. Seiring debaran jantungnya yang berpacu semakin cepat, setiap sentuhan Baruna sukses membuatnya bagai melayang ke angkasa raya.
Baruna lalu beranjak dari Atas ranjang. Meski sudah berhasil melucuti semua pakaian dan membuat tubuh Flo tampak polos tanpa busana, namun dia sendiri masih mengenakan pakaian lengkap. Dengan tergesa dia melepaskan satu persatu pakaian pengantin yang juga masih melekat di tubuhnya. Di balik boxer yang dia kenakan, Baruna bisa merasakan pusakanya sudah sangat mengeras dan siap menghujamkan serangan maut ke raga Flo.
Baruna kembali menghampiri Flo yang berbaring polos terlentang di atas ranjang.
"Kamu sudah siap bersamaku ke nirwana kan, Sayang?" bisik Baruna di telinga Flo seraya memberi kecupan disana.
"Hmmm..." Flo hanya mengangguk pelan tanpa mampu berucap karena hasrat itu pun sudah menguasainya sepenuhnya.
Baruna kembali mengusap lembut dua buah pucuk kembar di dada istrinya dan membenamkan kepalanya di antara dua benda bulat dan kenyal itu. Bibir nakal Baruna lalu mengecup perut Flo hingga ke bagian bawahnya yang terasa sudah sangat basah. Sejenak, jari-jari Baruna juga bermain di sana, yang seketika membuat gairah Flo semakin tidak terkendali.
Baruna perlahan menarik tangan Flo dan mengarahkannya ke bagian utamanya. Flo tersenyum malu serta mengatupkan rapat-rapat kedua kelopak matanya, ketika merasakan sesuatu yang sudah sangat keras dan berukuran besar itu menggeliat saat dalam genggamannya.
"Iya, bersiaplah menerima seranganku, Sayang!"
Perlahan Baruna mengangkat kedua paha Flo dan mengarahkan pusakanya tepat di tengahnya.
"Aaaahhhhh...." Mulut Flo berdesis merasakan benda keras itu menerobos masuk dan berkedut di dalam rongga kehangatannya. Baruna menggerakkan pinggulnya perlahan dan memberi hentakan-hentakan lembut yang membuat tubuh Flo melenting dan menggeliat tak beraturan. Kehangatan dari setiap sentuhan Baruna mampu membuat semua urat di tubuhnya menegang hebat.
__ADS_1
Meski berada di bawah kungkungan tubuh kekar Baruna, Flo tetap berusaha mengimbangi permainan suaminya sehingga pergulatan mereka semakin terasa panas membara.
Layaknya aliran air sungai yang mengalir begitu kencang, seperti itulah hasrat kian menghanyutkannya dan membawa mereka semakin jauh terhempas menuju muara asmara.
Hampir satu jam lamanya mereka bergulat panas. Peluh bercucuran\, d*esahan demi d*esahan nikmat menggema dari mulut keduanya dan Baruna tampak sangat puas menikmati malam pertamanya bersama Flo. Tidak ada lagi rasa berdosa\, karena hubungan mereka sudah menyatu dalam sebuah ikatan. Menikmati tubuh seorang wanita yang sudah halal untuknya\, tentu menyisakan perasaan berbeda di hati Baruna. Tidak ada lagi batasan baginya untuk mengekspresikan segala hasratnya kepada Flo.
"Aaahhh..... aku mencintaimu, Baruna," desah Flo tatkala merasakan puncak kenikmatan percintaan mereka. Tanpa sadar kedua tangannya mencengkram erat pinggang Baruna agar membenamkan pusakanya lebih dalam ke liang indah miliknya.
"Aku juga sangat mencintaimu, Flo," balas Baruna sambil kembali mellumat bibir Flo dan menahan pinggulnya untuk memperdalam sentuhannya.
Pada saat Flo merasakan puncak gairah begitu hebat menjalari seluruh tubuhnya, dinding rahimnya pun kian menghangat. Semua itu membuat Baruna juga tidak mampu lagi menahan semburan gairahnya yang terasa berdesir kencang di dalam sana.
"Aaaahhhhh....." racauan panjang itu juga terdengar keluar dari mulutnya.
Di atas tubuh Flo, Baruna menghempaskan tubuhnya dan dengan sangat jelas dia bisa mendengar detak jantung istrinya yang masih memburu, nafasnya tersengal dan badannya pun basah oleh keringat. Baruna dan Flo lalu melemaskan tubuhnya, dan berbaring miring saling berhadapan sambil berpelukan erat. Keduanya sama-sama puas merasakan kenikmatan percintaan di malam pertama mereka.
"Terima kasih banyak, Sayang. Mulai malam ini dan malam-malam selanjutnya, kita akan selalu menikmati malam penuh keindahan seperti ini," bisik Baruna seraya mengecup kening Flo dengan mesra.
"Sama-sama, Sayang. Mudah-mudahan selamanya kamu akan selalu menghangatkan malam-malamku," balas Flo, tersenyum menatap wajah pria yang kini sudah menjadi miliknya seutuhnya.
__ADS_1
Sesaat, suasana menjadi hening di antara mereka dan keduanya sibuk dengan perasaanya masing-masing.
Baruna semakin menyadari kalau kebahagiaan yang dia rasakan bersama Flo adalah karena rasa cintanya yang begitu besar terhadap wanita yang sudah menjadi istrinya kini. Sehingga, dalam hati dia berjanji untuk melupakan kenakalan di masa lampaunya dan memantapkan hati sepenuhnya untuk satu wanita yaitu, Floretta.