My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
9. Mamah mertua bijak


__ADS_3

Selesai berbelanja. Mamah mengajak Alana untuk pergi makan di Restoran yang ada di Mall tersebut.


"sayang kau mau makan apa" tanya mamah sambil memberikan daftar menu


"mm, aku mau ini dan ini. Minumya ini saja" sambil menunjuk menu yang akan dipesan


"baiklah mba, kami pesan dua nasi putih dengan ayam rica-rica dan cumi bakar. Minumannya dua air lemon dengan campura biji selasih dan juga air mineral."


"baik nyonya. Tunggu sebentar ya" ucap waiters


itu ramah. Melina tersenyum dan mengangguk


sambil menunggu pesana tiba-tiba Alana bertanya.


"Mah, apa mamah ingin segera punya cucu"


mamah menoleh ke samping dimana Alana duduk.


"kenapa kau bertanya seperti itu sayang?"


Alana menggelengkan kepalanya.


"tidak papa mah, aku hanya bertanya. Soalnya aku dengar dengar katanya setiap orang tua ingin segera anaknya menikah dengan alasan ingin segera memiliki cucu dan anehnya orang zaman sekarang ketika seseorang belum lulus pendidikan ditanya kapan lulus, saat sudah lulus ditanya kapan nikah, setelah menikah ditanya kapan punya anak, dan kalau belum memiliki anak pasti menjadi pembicaraan walaupun tak semua seperti itu!!" Alana dengan panjang lebar bercerita


Melina tertawa mendengar celotehan Alana.


"Mamah kenapa tertawa? apa ada yang lucu?" tanya Alana bingung.


Mamah menghentikan tawanya kemudian tersenyum menjawab pertanyaan Alana.


"sayang, setiap orang tua ketika anaknya dewasa dan menikah salah satu harapan mereka segera mendapatkan cucu. Karena cucu bukan hanya bisa mengobati kerinduan nya pada anaknya yang sudah dewasa.


Tapi juga bisa membuat hubungan kakek nenek serta orang tuanya semakin dekat. Namun bagi mamah pernikahan bukan hanya sekedar memberikan keturunan, tapi juga bersatunya dua insan yang bukan hanya berbeda prilaku tapi juga isi kepala. Sehingga baik suami maupun istri harus sama sama saling mengerti dan saling percaya satu sama lain agar sebesar apapun badai yang dilalui bisa di lalui bersama meskipun tidak mudah. Dan soal keturunan itu adalah rezeki dari sang maha kuasa" jawab Mamah panjang lebar


"dan mamah bukan salah satu dari orang yang kau sebutkan tadi" lanjutnya kemudian tertawa kembali Alana pun ikut tertawa mendengarnya


"makasih mah" ucap Alana setelah mereka berhenti tertawa dan memeluk Melina, ia merasa terharu dengan jawaban sang mertua


"iya sayang" mamah pun membalas pelukan Alana dengan sayang


tak lama pesanan pun tiba.


"saatnya makan" pekik Alana

__ADS_1


mamah hanya menggeleng kan kepalanya. Untung sang waiters sudah terlebih dahulu pergi.




Di kantor.



"Dav, hari ini kita jadwalnya apa saja" tanya Aldric



"Hari ini kita akan meteeng bos dengan Tuan Wijaya dari perusahaan Wijaya Group yang bergerak di bidang kuliner. Mereka mengajak perusahaan kita untuk bergabung dalam pembangunan Resort" jelas Davin



" baiklah, siapkan keperluannya"



"baik, Bos"



Nicko sedang melamun di balkon kamarnya sambil memikirkan hubungan nya dengan Natalie. Selama ini Nicko menyukai Natalie secara diam namun Natalie hanya menganggapnya sebagai sahabat tak lebih.


(Friend zone donk wkwk).



yah Nicko merupakan Sahabat Natalie. Ia juga seorang model. terkadang ia menjadi brand ambasador bersama Natalie. Awalnya mereka berteman namun karena rasa nyaman itu membawa mereka pada persahabatan. Natalie selalu berbagi kisahnya hidup dan kisah cintanya kepada Nicko begitupun sebaliknya. Maka itu tak heran jika Nicko mengetahui hubungan Natalie dengan Aldric.



"Dor" teriak Natalie mengagetkan Nicko



"Ayam ayam Ayam" latah Nicko karena terkejut


__ADS_1


"hahahahhaa. Kau!!. badan saja dewasa, jika terkejut pasti Ayam yang kau sebut" tawa Natalie memecah



Nicko yang melihat Natalie belum berhenti tertawa. Tiba-tiba menarik Natalie ke dalam pangkuannya.



"Aaa... Apa yang kau lakukan" teriak Natalie



Nicko menatap mata Natalie dengan tatapan yang dalam. Sedangkan yang di tatap menjadi salah tingkah. Tanpa ba bi bu Nicko menjatuhkan Natalie dari pangkuannya.



Bruk.



"adduuuh"



"hahaha, rasakan. Emang enak" tawa Nicko membalas Natalie



"hiks hiks hiks"



"eh, Aku hanya bercanda jangan menangis" Nicko mendekati Natalie yang menangis. Tanpa di duga Natalie menggigit lengan Nicko.



"Aaaaaaaaaa" suara Nicko bergema di dalam kamar. Natalie pun berlari menghindari Nicko yang pasti akan membalas nya



"Natalie tunggu, awas kau yah" mereka pun saling kejar dan membalas perlakuan masing-masing.


__ADS_1


Itulah yang membuat mereka nyaman. Saling menjahili satu sama lain meski usia mereka sama sama dewasa terkadang masih bersikap layaknya anak kecil.


__ADS_2