
Tepat sore hari Aldric sudah pulang dari kantor.
Kepulangannya di sambut dengan ocehan baby Ed yang sedang berada diruang tamu yang kini berusia lima bulan.
"Ema, kemana Alana?" tanya Aldric dengan Edbert yang berada digendongannya
"pap pap pap" oceh Edbert sambil menyentuh rahang Aldric
"kakak sedang istirahat dikamar, tadi mualnya kembali datang dan ka Alana merasakan pusing dan lemas di badannya" jawab Ema
"Astaga, Kalau begitu kau jaga Edbert dulu, aku akan menemui kakak mu dulu" ujar Aldric panik dan segera melangkahkan kaki ke atas
Ema menganggukkan kepalanya bingung.
"Bukankah sedari tadi aku yang menjaganya?, dasar bucin" batin Ema
namun ia bersyukur kakak-nya telah mendapatkan pendamping yang sangat menyayangi dan mencintainya. Saat kedatangannya di rumah Alana, ia sudah melihat betapa besar cinta Aldric pada kakak nya.
__ADS_1
Flesbek On.
Tiga bulan berlalu sudah, hubungan rumah tangga Aldric dan Alana semakin baik. Mereka sudah pindah ke rumah tempat tinggal mereka. Dan seperti yang Aldric inginkan, kediamannya sekarang sudah lumayan banyak orang tidak sesepi saat Edbert masih di dalam kandungan. Sekarang sudah ada supir yang akan mengantar Alana dan Ema kemanapun pergi, dan tukang kebun yang selalu memberi dan merawat taman.
Serta pelayan yang bertambah, selain Bi Nani sekarang ada juga Bi Lita dan Bi Ani. Bi Ani yang merupakan adik Bi Nani bertugas membantu Bi Nani mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak jika Alana menyuruh mereka. Sedangkan Bi Lita adalah tetangga Bi Nani di kampung yang saat itu sedang mencari pekerjaan dan kebetulan Bi Lita sebelumnya menjadi pengasuh bayi dan karena sang majikan pindah rumah Bi Lita pun berhenti dari pekerjaannya.
Saat itu Aldric membutuhkan pekerja baru untuk membantu Alana mengurus Edbert di karenakan Alana tengah hamil muda. Ya, Alana saat ini telah mengandung usia kehamilannya sekitar satu bulan.
Saat itu tantangan yang Alana berikan nyatanya gagal karena Aldric sakit di karenakan terlalu lama menahan hasratnya. Alana merasa kasihan melihat suaminya. Setelah Aldric sembuh Alana pun membatalkan tantangannya dan betapa senang hati Aldric hingga mereka lupa memakai pengaman. Selang satu bulan Alana merasakan tidak enak badan dan mual, saat periksa ke dokter ternyata Alana sedang hamil muda. Betapa terkejutnya mereka, lain Aldric, lain Alana. Di saat Aldric senang dengan kehamilan istrinya, Alana merasa kesal pada Aldric karena tidak memakai pengaman saat berhubungan.
"Sudah jangan cemberut seperti itu, apa kau tidak kasihan padanya? kehadirannya tak membuat mamah nya senang" ucap Aldric sambil mengusap perut Alana yang masih datar.
"Bukankah kita akan sedikit kewalahan jika harus menambah anak pada saat usia Edbert masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang orangtua-nya " lanjutnya
Ia bukan tidak senang, Alana hanya sedikit khawatir belum bisa menjadi orang tua yang baik. Ia takut salah satu terabaikan karena fokus kepada yang satunya. Dan jarak kehamilan yang dekat bukankah beresiko? untung mereka sudah berkonsultasi pada dokter, meski awalnya dokter melarang namun jika sudah terjadi bisa apa, Dokter pun memperingati agar Alana tidak terlalu lelah dan mencukupi setiap kebutuhan nutrisinya. Baik untuk kandungan dan ASI sebab Edbert masih mengkonsumsi ASI.
Tangan Aldric beralih pada pundak Alana dan menatapnya dalam.
__ADS_1
"Hei sayang dengarkan aku, kau tidak usah khawatir akan hal itu kita akan adil memberikan kasih sayang pada mereka. Dan mengenai pengasuhan aku akan meminta Bi Nani untuk mencari seseorang yang bisa membantu kita mengurus Edbert dan pastinya aku akan selalu di sampingmu jadi jangan takut"
"tapi aku tidak mau jika anak anak kita di asuh orang lain" sela Alana
"kita tidak sepenuhnya menyerahkan Edbert pada pengasuh, hanya pada saat kau membutuhkannya saja. Jika nanti kau tidak sempat atau karena hamil muda kau mudah lelah kau bisa meminta bantuan pengasuh untuk memandikannya tapi jika tidur Edbert akan selalu bersama kita. Bagaimana? apakah kau setuju?. Dan ya, aku juga berniat agar rumah ini tidak sepi aku akan menambah pelayan untuk membantu Bi Nani serta tukang kebun untuk mengurus taman dan juga supir untuk mengantarkanmu kemana saja saat aku tidak bisa mengantarkanmu" usul Aldric
Alana yang mendengarnya terharu ia pun memeluk Aldric.
"Terima kasih Honey, aku akan menyetujui apa yang kau katakan barusan" ujar Alana
Dan yah mereka juga memutuskan nama panggilan lebih tepatnya Aldric yang meminta Alana untuk tidak memanggilnya Om lagi, toh dirinya tidak terlalu tua jika harus di sebut Om. Dan Alana pun menyetujuinya, awalnya mereka juga sedikit berdebat untuk nama panggilan dan akhirnya panggilan itu jatuh pada kata Honey, yang berarti "sayang".
Seolah setelah rentetan kesedihan yang menghampiri Alana kini terganti dengan kebahagiaan bertubi-tubi. Adiknya Ema dinyatakan sembuh dan bisa pulang setelah sadar dari koma tiga minggu yang lalu.
Flesbek Of.
Halo Riders kesayangan Author, maaf ya selama dua hari ini gak update di karenakan kesibukan author di kehidupan nyata. Doakan author ya biar bisa Update setiap hari.
__ADS_1
Stay tuned š.
š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·.