My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
25. Terkejut?


__ADS_3

Di Keheningan malam mobil Aldric melesat meninggalkan Apartemen kekasihnya. Jalanan Ibu Kota yang biasanya padat dengan lalu lintas di siang hari, kini terasa sejuk dan hening karena saat ini sebagian orang telah terlelap dalam tidurnya. Dan memudahkan Aldric berkendara tanpa halangan.


Sesampainya di kediamannya. Ia memasukan mobilnya ke dalam garasi.


Rumahnya Terlihat gelap wajar saja mungkin penghuni rumahnya telah tidur. Aldric pun menekan bell rumah.


Ting Tong.


Ting Tong.


Ting Tong.


Namun pintu tak ada yang membukanya.


15 menit berlalu Aldric yang kesal menggedor-gedor pintu rumahnya sambil berteriak.


Dor Dor Dor.


"Alana, Alana" teriak nya memangil nama istrinya


"Bi, Bibi" ia pun beralir memanggil asisten rumahnya


"Astaga, kemana Alana dan Bi Nani? Apa mereka pingsan hingga Bell serta ketukan ku tidak terdengar," gerutunya sambil menahan kantuknya


"Lain kali aku akan menambah penjaga dan pelayan untuk berjaga-jaga jika seperti ini" ucapnya dengan kesal


Dengan menambahkan beberapa orang dirumahnya akan membuat rumah sedikit ramai mengingat dirumah ini hanya mereka bertiga bukan agar ramai sih maksudnya biar sebagian ada yang terjaga di malam hari, bagaimana jika ada yang maling? dan mereka semua terlelap. pikirnya.


"Hoam.." sekarang sudah pukul setengah dua , Aldric mencoba menutup mulutnya yang sedari menguap menahan kantuk.


Karena kesal dan kantuk pun tak dapat di tahan ia pun terpaksa tidur di bangku yang ada di teras rumah. Sungguh tidur dalam keadaan duduk sangat tidak nyaman, tapi bagaimana lagi ia sudah tahan untuk tidur.


Sedangkan di dalam kamar tepatnya di balkon kamar Alana tengah menertawakan suaminya.


"Haha, rasakan emang enak Om aku kerjain. Wlee" ucapnya sambil menjulurkan lidahnya dan berkacak pinggang seolah-olah Aldric ada di hadapannya


"Ah, akhirnya aku bisa tidur dengan tenang" ia pun beranjak sambil bersenandung ria


Flesbek On.

__ADS_1


Alana yang kesal dengan Aldric berniat mengerjainya. Ia pun lantas turun dari tangga dan mengunci pintunya. Sementara Bi Nani entah mengapa ia tertidur sangat pulas malam ini mungkin karena efek capek, dan juga kamarnya yang berada di belakang agak jauh dengan ruang tamu tak terlalu terdengar jelas suara pintu digedor.


Flesbek Of.


Pukul 05:00 WIB. Bi Nani bersiap untuk ke pasar kebetulan stok mingguan mereka telah habis. Memang mereka membeli stok di tempat perbelanjaan modern tapi kadang Alana juga menyuruh Bi Nani untuk membelinya di pasar.


Hawa dingin menyeruak di kulit Bi Nani dan membuatnya merinding. Meskipun sudah pagi tapi keadaan masih sangat gelap di dalam rumah karena dalam keadaan lampu mati.


Ia pun menghidupkan lampu dan mencari mengambil kunci di dalam laci untuk membuka pintu depan.


Bi Nani pun langsung membuka pintu setelah mendapatkan nya. Perlahan ia memutar handel pintu. pintu pun terbuka


Ceklek.


"Astaghfirullah.... Jurig" teriak Bi Nani sambil memegang jantungnya tanda terkejut


teriakan Bi Nani, membuat pria yang ada di hadapannya seketika tersadar rasa kantuknya.


Sementara Bi Nani pingsan setelah berteriak.


"Astaga, Bibi" seru Aldric memanggil Alana dan mengangkat Bi Nani ke sofa


Alana pun terlihat berjalan cepat dari arah tangga dan masih memakai piyama tidurnya.


"Aku tidak tau" jawab Aldric


Alana pun melihat Aldric, ia pun terkejut dengan wajah Aldrik. Kepanikan yang ia rasakan melihat Bi Nani pingsan, di gantikan dengan keterkejutan dirinya melihat wajah Aldric dengan kantung mata yang hitam dan rambut yang acak-acakan. Serta kemeja putih. Ia pun melihat Aldric dari atas sampai bawah pantas saja Bi Nani pingsan ia tahu sekarang alasannya.


"Hei kenapa kau melamun. Cepat bantuk aku telfon dokter sekarang" perintah Aldric yang melihat Alana melamun


"Hah? ah iya baiklah" Alana pun bergegas menelfon dokter


Kini Bi Nani sudah sadarkan diri setelah 1 jam diperiksa.Ternyata Bi Nani terkejut untung saja penyakit jantungnya tidak terlalu parah bisa di pastikan Ia bisa saja meninggoy karena tragedi pagi tadi.


Tak ada yang perlu di khawatirkan, Dokter hanya menyuruh-nya Untuk beristirahat.


Alana dan Aldric bernafas lega mendengar penjelasan dokter.


Aldric pun mengantarkan dokter itu ke depan. Sedangkan Alana merasa bersalah niat ingin mengerjai Aldric eh malah Bi Nani yang hampir meregang nyawa karena guyonannya.

__ADS_1


"Bibi, maafkan aku" lirihnya dan memeluk Bi Nani


"Sudah Non, tidak papa. Bibi baik-baik saja" jawab Bi Nani tersenyum sambil mengelus punggung Alana dengan lembut


Alana pun melepaskan pelukannya dan meminta Bi Nani untuk beristirahat seharian ini.


Ia pun kembali ke kamar menemui suaminya.


Ceklek.


Ia masuk ke dalam kamar, namun tak mendapati siapa-siapa hanya terdengar suara gemercik air di dalam kamar mandi. Pastinya suaminya itu sedang mandi.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka menampilkan Aldric yang selesai mandi dengan memakai handuk di pinggangnya.


Alana yang melihat hal itu mendekatinya, namun Aldric mengabaikannya dan berjalan ke walk in closed untuk mengganti pakaiannya. Alana tau mungkin suaminya itu tengah marah pada-nya.


Ck, seharusnya kan dirinya yang marah kenapa berbalik seperti ini. Alana mencoba untuk meminta maaf pada Aldric dengan memeluknya. Namun respon Aldric sungguh tak terduga. Ia melepas belitan tangan Alana dan sedikit mendorongnya.


"Hentikan Alana, kau sudah keterlaluan" bentaknya


Alana terjungkal ke bawah dan tak sengaja lengannya mengenai sudut meja yang tajam.


"Aakh" ringisnya


Aldric yang melihat tiba-tiba menjadi panik, sungguh ia tidak sengaja mendorongnya. tangannya hanya reflek mendorong Alan. Entahlah kenapa ia menjadi emosional entah karena kejadian semalam apa karena hal tadi. Tapi tak seharusnya ia marah


Alana pun akan pergi dari kamar tersebut namun lengangnya di cekal oleh Aldric. Aldric pun memeluknya dari belakang dan membisikkan kata maaf.


"Maaf. Maafkan aku" bisiknya sambil memeluk Alana


terdengar isakan kecil dari bibir Alana. Bukan, bukan karena lengangnya yang sedikit berdarah ia menangis tapi karena sikap Aldric padanya. Dimulai dari telat pulang serta sikapnya barusan.


Aldric yang menyadari hal itu. membalikkan badan Alana untuk menghadapnya dan mengusap air mata Alana. Ia pun mengecup wajah Alana. kedua Kelopak mata Alana yang basah tak luput dari kecupannya, hidung, pipi dan terakhir bibir kenyal Alana. Perlahan ia ********** dan meraba tubuh Alana. Alana yang mengetahuinya entah mengapa ia pun menginginkan hal yang sama. Dan terjadilah apa yang mereka inginkan.


🌷🌷🌷🌷🌷


Hai-Hai Riders šŸ™Œ šŸ™Œ


Jangan lupa like, vote, dan coment.

__ADS_1


Untuk mendukung karya Author.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2