
"memangnya Om tidak bekerja?" tanya Alana ketika melihat Aldric membawakannya sarapan
"ck, apa karena kejadian semalam kau menjadi pikun, hari ini adalah hari minggu yang berarti libur"
"Oh.." Jawab Alana singkat
Aldric pun duduk mendekatinya sambil membawa nampan berisi sarapan.
"Om, mau apa? aku belum mandi" ujarnya sambil memegang selimut sampai dada untuk menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benang.
"tentu saja menyuapimu, lalu apa lagi! kau bisa sarapan dulu setelah itu baru mandi" serunya sambil memaksa Alana untuk memakan sarapannya
mau tak mau Alana pun terpaksa menerimanya.
Awalnya Alana memaksa makan sendiri, namun Aldric juga memaksa untuk menyuapinya. Karena tangan Alana memegang selimut, ia juga mengancam akan melakukan hal seperti semalam jika Alana tidak menurut padanya. padahal gosok gigi saja belum.
"sungguh jorok. Ck, dasar tuan pemaksa. Enak saja sekarang saja tubuhku seperti remuk, dia dengan seenak jidatnya ingin mengulang adegan semalam" gerutunya dalam hati sambil menatap sinis Aldric
"jangan mengumpatku" ujar Aldric menatap Alana
"e-eh... si-siapa yang mengumpatmu" Alana tergagap dan memalingkan wajahnya dari Aldric
__ADS_1
"astaga, apakah suaminya memiliki Indra ke-tujuh setiap ia mengumpatinya pasti tau atau apakah sebuah kebetulan?" Alana pun melanjutkan sarapan-nya lagi
***
Hari ini Melina akan mengunjungi kediamannya. Ia sudah rindu dengan anak dan menantunya lebih tepatnya pada Alana. Melina bersiap-siap bersama dengan papah Devan. Mumpung hari libur mereka akan menghabiskan waktu dan kumpul bersama.
"Mona, aku titip Ayah dulu ya" ucap mamah Melina kepada pelayan yang ikut membantunya mengurus keperluan Kendrick
"aku bukan anak kecil yang harus di titipkan" celetuk Kakek di atas tempat tidur
Mamah memutar matanya malas, kakek memang seperti itu. terkadang butuh bantuan namun tidak mau dibantu. Yah, Meski usianya sudah memasuki umur 90 tahun namun ia masih terlihat segar bugar. Tapi yang namanya menantu-anak pasti khawatir dengan orang tuanya. dulu sempat terjatuh dan beberapa hari hanya bisa terbaring di kasur namun karena keras kepalanya ia tidak mau hanya duduk dan berbaring di kasur.
"Ayah, aku begitu menghawatirkan mu" ujar mamah Melina
"baiklah, jangan lupa titipkan salamku pada cucu-ku, bilang padanya kapan ia mengunjungi-ku. Dasar cucuk tengik apa harus menunggu ku terbaring lemah dulu baru berkunjung" serunya
"Ayah.." kata mamah sambil mengusap tangan kakek
"baiklah" Kakek menghela nafas
"aku pergi dulu" pamit mamah
__ADS_1
"Iya, hati-hati di jalan"
mamah pun keluar dari kamar Kakek dan pergi ke kamarnya.
"papah, ayo" teriak mamah Melina
"sebentar mah, gak usah teriak-teriak papah dengar" jawab papah perlahan mendekati mamah
"ih, papah. Mamah kan gak sabar pingin ketemu Alana" ujar mamah sambil menggandeng tangan papah
Mereka pun segera turun dari kamar sambil bergandengan tangan keluar dari Mension. Kemudian, masuk ke dalam mobil dengan di supiri. Perlahan mobil pun meninggalkan kediaman mereka.
š·š·š·
Hai Riders š.
Jumpa lagi kita. Author gak lupa buat ngingetin riders untuk like, coment, dan vote. Untuk mendukung karya Author.
Dan, yah. Author juga mau bilang kurang lebih satu Minggu author gak bakal up. Karena suatu hal. Semoga kalian tetep setia dengan karya ini ya!!.
bunga banyak-banyak dari author. š·š·š·š·š· š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·
__ADS_1