My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
68. Kunjungan mamah dan papah 2


__ADS_3

"Apa kau sudah tahu jenis kelaminnya?" tanya mamah setelah menghentikan tawanya


"belum. Walaupun aku dan Aldric selalu memeriksa kehamilan ku tapi Kami berdua sepakat meminta Dokter untuk tidak memberitahukan jenis kelaminnya sampai hari kelahiran tiba agar menjadi kejutan untuk kita semua" jawab Alana


meski mereka mengharapkan bayi perempuan di kehamilan kali ini. Namun, Alana dan Aldric sepakat untuk merahasiakan jenis kelamin anak kedua mereka. Lain halnya saat kehamilan pertama, mereka merasakan euforia menjadi orang tua baru sehingga ingin tahu jenis kelamin anak mereka.


Mamah tersenyum dan menjawab.


"Apapun jenis kelaminnya baik laki-laki maupun perempuan yang terpenting terlahir sehat kau dan bayimu selamat" ujar mamah memegang bahu Alana


"yang dikatakan mamah mu benar Alana. Dan saat bayi kalian lahir aku akan meminjam Edbert untuk di bawa pulang ke rumah agar kalian fokus pada bayimu" pinta papah bercanda


seperti mengerti ucapan sang kakek Edbert memukul wajah sang kakek dengan tangannya yang mungil sambil mengoceh khas bayi seperti protes.


"Sepertinya Edbert akan menjadi kakak yang posesif pada adiknya"


Alana dan mamah menggangguk kepalanya setuju dengan ucapan papah.


Karena hari sudah sore Alana meminta Bi Lita memandikan Edbert dan mengajak kedua mertuanya untuk makan terlebih dahulu. Awalnya mamah dan papah menolak namun Alana memaksa.


"Bi tolong mandikan Edbert dulu ya" pinta Alana pada bi Lita


"baik Non"


"ayo sayang kita mandi dulu" ucap bi Lita mengambil Edbert dari gendongan papah Devan


Alana pun mengajak kedua mertuanya ke meja makan dimana sudah tersedia banyak menu makanan menggugah selera yang di masak Bi Nani.

__ADS_1


"Silahkan di makan Tuan, Nyonya dan Nona Alana" ucap Bi Nani membungkukkan badan


"terima kasih Bi"


Bi Nani pun pamit undur diri.


Mereka pun makan dengan lahap.


"Apa Aldric selalu belum pulang jam segini" tanya mamah di sela kunyahan


Karena sekarang memang pukul lima sore, seharusnya Aldric sudah pulang.


"Aldric selalu pulang pukul setengah lima walau terkadang lembur pulang malam namun hanya sesekali. Mungkin sebentar lagi pulang karena jika lembur pasti ia mengabariku" jawab Alana


mamah mengagukan kepalanya. Dan benar saja setelah Alana menjawab pertanyaan mamah terdengar teriakan Aldric memanggil istri dan anaknya.


"Sayang, Edbert papah pulang"


"Sayang aku pulang kenapa kau tak menyambutku" ujar Aldric mencium kening Alana sedangkan Alana tersenyum malu mendapat ciuman dari Aldric sebab di depannya ada mertuanya


"Astaga dasar tak tahu malu" ujar papah setelah menghabiskan makanannya


"biar saja, Alana istriku" jawab Aldric dan duduk di sebelah Alana dengan sigap Alana mengambilkan makan untuk suaminya.


mamah tersenyum melihat perhatian Alana pada Aldric, mamah pun mengajak papah keruang tamu Sebab mereka telah menghabiskan makanannya.


sedangkan Alana menunggu Aldric selesai makan dahulu.

__ADS_1


...****************...


Malam hari tiba. Setelah mamah dan papah berbincang bincang dengan Aldric dan Alana. Mereka berdua memutuskan pulang karena memang hari sudah mulai gelap terdengar suara burung hantu, suaranya merdu. kukuk kukuk, kukuk kukuk kukuk. Eh ko author malah nyanyi sih. Skip


Mamah dan papah memutuskan untuk pulang sebab hari sudah mulai gelap.


Saat ini Aldric tengah bercanda dengan Edbert dengan Alana yang sedang di kamar mandi.


"Alana, Alana sayang lihatlah lah" teriak Aldric yang membuat Alana buru buru keluar dari kamar mandi


"ada ap..." ucapannya terhenti ketika melihat sang putra yang melangkahkan kakinya beberapa langkah ke arahnya


"mam mam ma mah" ocehnya


hap.


Alana menangkap Edbert yang terjatuh kedalam pelukannya.


Alana memeluk dan senang melihat sang putra bisa berjalan untuk pertama kalinya, meski Edbert sudah mulai berjalan namun ini pertama kalinya ia melangkah jauh tanpa terjatuh.


Begitupun dengan Aldric meski ia sibuk bekerja dan jarang melihat pertumbuhan sang putra secara langsung hanya melalui ponsel dimana sang isteri selalu mengirimkannya berupa foto atau Vidio.


Aldric mengangkat tubuh Edbert ke atas. Edbert tertawa atas apa yang dilakukan sang papah.


"Honey dia masih kecil jangan terlalu tinggi mengangkatnya" tegur Alana


"Dengar son kau adalah putra Aldric Hugo berarti keturunan keluarga Hugo, di mana tidak ada rasa takut di dalam hatimu" kata Aldric setelah menghentikan aksinya dan membawa Edbert ke atas kasur

__ADS_1


sedang Alana mencibirkan ucapan Aldric.


"Lihatlah jiwa sombongnya keluar jangan sampai anak ku menuruni sifatnya"


__ADS_2