My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
77. Mimpi buruk Bryan


__ADS_3

Sekitar 20 tahun lalu, seorang anak kecil berusia 8 tahun menangis di tengah guyuran hujan di depan rumahnya.


"Papah, bangun pah" ujar sang anak tersebut sambil menggoyangkan tubuh seorang pria dewasa yang tergeletak


"Astaga Bryan, apa yang terjadi Nak" ujar pria paruh baya tersebut ketika melihat seorang anak yang menangis bersama pria yang tergeletak di bawah guyuran lama.


Yah. Anak laki-laki tersebut adalah Bryan, sang Casanova sahabat Aldric. Ia menangis lantaran Ibu yang sangat ia sayangi ternyata memiliki pria idaman lain. Dan salah satu penyebab Ayahnya pingsan adalah ketika mencegah ibunya pergi bersama laki-laki lain. Karena Tomi ( Ayah Bryan) berusaha mencegah terjadilah saling tarik- menarik, namun naas ibu Bryan dibantu sang kekasih segera mendorong Tomi. Tomi pun terjerembab dan dahinya terbentur dan berdarah.


"Papah" seru Bryan yang sedari tadi melihat pertengkaran mereka


"mamah, tolong bantu papah mah dan jangan tinggalkan Bryan" pinta Bryan mengejar sang mamah sambil berurai air mata


"dengar nak, mamah harus pergi sekarang. Kau harus baik-baik saja bersama papah"


"sayang" ucap selingkuhan ibu Bryan


Wanita itu menengok sejenak ke arah pria tersebut dan pun melepaskan tangan Bryan.


"Maaf sayang, tapi mamah harus pergi" ucapnya kemudian masuk ke dalam mobil


"Mamah......"


Bryan terlihat terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah.


"Astaga mimpi itu kembali lagi" ucapnya sambil mengusap wajahnya yang penuh keringat


Bryan pun bangun dari tidurnya dan beranjak ke arah dapur untuk minum. Jika sudah begini pasti ia akan sulit tidur. Salah satu kebiasaannya, akhir- akhir ini ia selalu terbangun setelah memimpikan hal yang sama setiap malamnya.


Glek glek glek.


Bryan menghabiskan satu botol air mineral. Setelah itu dirinya menyalakan ponselnya untuk bermain game untuk menghilangkan kebosanan nya.


Lain Bryan, lain Aldric. Jika saat ini Bryan sulit tidur, Aldric terlihat pulas setelah melakukan olahraga malam bersama Alana, dan untungnya anak-anak pun ikut terlelap seolah tahu. Orang tuanya menginginkan waktu untuk berduaan.


Pagi hari tiba.


Seperti biasa keluarga Alana tengah sibuk dengan aktivitas sehari-hari sebagai istri menyiapkan pakaian suami.

__ADS_1


"Honey, aku sudah menyiapkan pakaian mu di atas kasur. Aku akan ke bawah dulu menyiapkan sarapan"


"Iyaa" sahutnya di dalam kamar mandi


"Pagi Nona Alana" sapa Davin yang sudah tiba menunggu sang Bos


Alana mendelik tak suka " Alana, Davin"


"eh iya maksudku Alana"


"nah begitu kan enak di dengar"


"Oh iya apa Tuan Aldric sudah siap"


Belum Alana menjawab, Aldric sudah terlihat rapi dengan stelan Jas nya menuruni anak tangga.


"Baiklah, kalau begitu kita sarapan bersama"


Alana pun segera menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Sedangkan anak-anak sedang masih tertidur di kamarnya.


"Alana terima kasih atas makanannya. Ini benar- benar enak" ucap Davin setelah mereka menyelesaikan


"sayang jangan sering sering mengundang Davin untuk makan di sini, nanti ia jatuh cinta pada masakanmu"


"Aw" ringis Aldric ketika Alana mencubit perutnya


"sayang kenapa kau mencubitku"


Sedangkan Davin menggerutu di dalam hati. "Astaga bos, siapa yang berani jatuh cinta pada istri mu lagi pun aku sudah memiliki calon"


"kalau jadi atasan jangan pelit-pelit Honey, lagi pun Davin sudah memiliki tunangan mana berani ia mendekatiku. Benarkan Dav" ucap Alana meminta persetujuan Davin


"yang dikatakan Alana benar bos, mana berani saya jatuh cinta pada istri Bos"


"Alah lain di mulut, lain di hati"


"Honey..."

__ADS_1


"ya baiklah, kau bebas sarapan di sini kapan saja" ucap Aldric


"Terima kasih Tuan, Alana" ucapnya menundukkan kepala dan tersenyum


"baiklah sayang aku pergi dulu dan baik baik di rumah bersama anak-anak" ucapnya kemudian mengecup bibir Alana


Aldric dan Davin telah berangkat ke kantor, ia pun kembali ke atas menemui kedua anaknya.


Ceklek. Pintu terbuka.


Alana menghampiri Edbert yang tertidur di atas kasur.


Edbert terbangun ketika merasakan ciuman di wajahnya. Ia pun tersenyum ketika melihat siapa yang menciumnya.


"Mamah" Edbert pun berbalik dan memeluk Alana


"Kakak Edbert dan adik Flo ,tumben jam segini belum bangun"


"masih ngantuk?" tanya Alana mengusap rambut Edbert


Edbert menggelengkan kepalanya, tapi menelusupkan wajahnya ke dada sang Bunda.


"Ah ternyata putranya ini sedang ingin bermanja dengan dirinya"


"apa kakak ingin ke rumah Opa dan Oma? Atau ke kantor Papah" tawar Alana


"hari ini kakak ingin di rumah saja mah" tolak Edbert


benar. Ia yakin pasti Edbert ingin bermanja dengannya seharian ini, pasti ia merasa setelah adiknya lahir ia tersingkirkan, Karena Alana sibuk dengan Flo. Baiklah hari ini ia akan menuruti kemauan putra sulungnya.


"Kalau begitu, bagaimana kalau Edbert hari ini membantu mamah membuat kue di dapur?"


Edbert mendongakkan kepalanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau begitu, kakak cepat bangun dan segera mandi. Mumpung baby Flo masih tidur. Nanti mamah akan minta bantuan Bi Lita untuk memandikan Flo"


"Oke mamah" Edbert pun mengacungkan jari senang pertanda Oke

__ADS_1


Edbert pun segera menuju ke kamar mandi, ia juga belajar mandi sendiri jadi Alana tak perlu repot-repot memandikannya.


__ADS_2