My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
8. Pergi Bersama Ibu Mertua


__ADS_3

Pagi hari tiba.


Alana sudah terlebih dahulu bangun dan sedang berada didapur membantu mamah memasak sarapan. Memang biasanya Bi Mona dan para pelayan yang menyiapkan. Namun, kali ini spesial karena hari pertama Alana dikediaman ini sebagai menantu.


Hari ini mereka membuat sarapan nasi goreng seafood dan telur mata sapi di atasnya.


Terlihat papah dan Aldric turun bersama dari arah tangga dan sudah rapi memakai pakaian kerja mereka. Sementara kakek sudah menunggu dengan secangkir teh-nya.


"selamat pagi semuanya." sapa ayah sedangkan Aldric langsung duduk di meja makan


"pagi, pagi Ayah" jawab Melina dan Alana


Alana membawa secangkir kopi dan teh. Kopi untuk Ayah dan teh untuk Aldric. catatan: Aldric tidak menyukai kopi ia biasa meminum teh atau susu.


Mereka pun duduk bersama di meja makan. Terlihat Melani mengambilkan makanan untuk Devan dan juga Kendrick. Di susul Alana yang ikut melayani Aldric. Melihat hal itu ayah dan mamah tersenyum.


Mereka pun makan bersama.


"mmm nasi gorengnya enak mah, pasti Alana yang membuatnya benar kan? karena papah hapal masakan mamah atau masakan Bi Mona" puji papah saat merasakan suapan pertama nasi goreng buatan Alana


"Iyalah, pah. Mantu siapa dulu dong." bangga mamah sambil terkekeh


"kalau begitu mulai sekarang Alana yang akan memasak sarapan setiap pagi" ujar kakek menggoda Alana


"Dan dengan senang hati Alana akan membuatnya" jawab Alana dengan memperlihatkan giginya yang putih

__ADS_1


mereka pun tertawa mendengar ucapan keduanya.


Sementara itu Aldric yang merasakan masakan buatan Alana pun ikut memuji didalam hati. Walau sederhana namun rasanya mampu membangkitkan selera makan.


"Mah, papah berangkat kerja dulu" pamit papah setelah mereka selesai sarapan


"hati hati pah " balas mamah dan ikut keluar mengantarkan papah sampai depan pintu


sedangkan Aldric terlebih dahulu mengambil sesuatu yang tertinggal di kamar setelah itu ia pun pamit.


"Alana, aku pergi dulu. Jika kau bosan dirumah pergi lah bersama mamah berbelanja atau ke salon." sambil mengecup kening Alana


Alana terkejut dengan tindakan Aldric yang tiba tiba menciumnya. Aldric yang melihat Alana terbengong pun ikut merasa malu dengan yang ia lakukan. Seketika ia menjauhkan dirinya dari Alana. Entah mengapa ia reflek mencium kening Alana.


"baiklah kalau begitu" balas Aldric sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan langsung keluar dari rumah


Sedangkan Alana masih terbengong dengan kejadian pagi ini.


"mimpi apa aku semalam tiba-tiba ia bersikap seperti itu." gumamnya sambil memegang keningnya.


****


Seperti yang di ucapkan Aldric tadi pagi. Benar saja Melina mengajak Alana untuk pergi berbelanja ke Mall. Awalnya Alana menolak karena ia belum merasa bosan dirumah. Tapi, Ibu mertuanya itu bilang ada yang akan dibeli olehnya dan Alana harus ikut karena itu berhubungan dengan Alana. Alana yang penasaran Pun ikut. Toh bukan di suruh apa apa lagian enak juga kan kalau di teraktir ibu mertua hehe.


"ini iya, eh tidak-tidak, warnanya tidak cocok. Coba yang ini. Nah bagus" kata Melina sembari menjajal kan lingeria pada Alana.

__ADS_1


"Mamaah. Aku tidak mau, apa ini?.. dan untuk apa membeli kain ini sebanyak ini. Lagian ini tidak cocok untukku" rengeknya dengan wajah polos


yah, ternyata Melina mengajak Alana ke Mall untuk membeli lingerie untuk Alana. Dan disini lah mereka di toko khusus menjual baju-baju haram. Halal bagi yang sudah halal 🤣


"ini bukan kain Alana, Ini namanya lingerie, baju khusus para istri untuk menyenangkan suami" kata mamah memberi penjelasan pada Alana


"dan ini juga cocok untukmu agar Aldric tergila gila padamu, mamah juga selalu memakai ini agar papah tidak jajan diluar" lanjutnya sambil terkekeh


"mas tolong bungkuskan ini ya" pinta mamah pada pelayanan toko tersebut sambil memberikan kartu ATM nya


Alana melongo dengan harga kain tersebut hanya 10 pasang dengan kain tipis harganya mencapai jutaan. Dasar orang kaya berbelanja tak pernah lihat Lebel harga, yang penting suka. batinnya takjub pada sang ibu mertua.


Eh tiba-tiba ia ingat dengan perkataan Aldric yang menyuruhnya berbelanja tapi tidak memberinya uang. Dasar suami pelit


"hachim.." Bersin Aldric dan tiba-tiba teringat Alana


"ada apa ini tiba-tiba aku teringat bocah itu" gumamnya


**


Hallo riders šŸ™Œ.


Jangan lupa pantengin terus dan beri like dan komen biar author tambah semangat.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2