My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
81. Sakit 2


__ADS_3

Aldric tak menjawab sebab dirinya benar-benar kedinginan. Alana secepat kilat memakai pakaian nya.


...****************...


Setelah di hubungi Dokter Kris pun sudah tiba di kediaman Aldric.


Bi Nani pun segera membawa Dokter Kris ke kamar majikannya.


Tok Tok Tok.


"Sepertinya Dokter Kris sudah tiba, sebentar aku akan membuka pintu dulu" ujar Alana melepaskan belitan tangan Aldric dari pinggangnya


Ceklek.


"Alana,Tuan Kris sudah datang"


"baiklah, terimakasih Bi" Bi Nani pun mengangguk dan pamit pergi


"selamat pagi Nona Alana" sapa Dokter Kris dengan tersenyum


"Pagi Dok" Alana pun ikut tersenyum menjawab sapaan sang Dokter


Langsung saja Dokter Kris menghampiri Aldric yang terbaring di atas kasur dan memeriksanya.


"Bagaimana Dok?" tanya Alana ketika Dokter Kris selesai memeriksa Aldric


"Tuan Aldric tidak papa, Ia hanya kelelahan dan butuh banyak istirahat"


"saya sudah meresepkan obatnya tinggal menebusnya di Apotek"


"lain kali jangan terlalu sering bergadang, jika terlalu sering tidak baik bagi kesehatan sekarang hanya butuh banyak istirahat namun jika nanti bisa saja dirimu harus masuk rumah sakit" lanjutnya pada Aldric


Aldric dan Alana mengangguk kemudian berterima kasih pada Dokter Kris.


"Terima kasih Dokter"


Kris mengangguk."Sama-sama Nyonya itu sudah tugas saya, jangan lupa tebus obatnya di Apotik"


"baiklah kalau begitu mari saya antar" jawab Alana namun langkah mereka dihentikan oleh Aldric

__ADS_1


"sayang kau suruh pak Roy saja atau Bi Nani untuk menebus obat, kau tetap disini jangan tinggalkan aku" pinta Aldric


Alana tersenyum malu pada Dokter Kris atas ucapan Aldric.


"Tidak papa Nyonya" Dokter Kris tersenyum memaklumi


"baiklah kalau begitu aku ke bawah sebentar melihat anak-anak sekalian membuat bubur untuk mu"


Alana pun segera turun ke bawah.


...----------------...


30 menit kemudian Alana telah kembali membawakan semangkuk bubur bersama Edbert.


Melihat sang Ayah yang terduduk di atas kasurnya, Edbert segera menaiki kasur dan menanyakan keadaan sang Ayah.


"Hati-hati sayang" ucap Aldric dan membantu Edbert menaiki kasur


"Apa papah sakit?" ucapnya sambil menyentuh kening sang Ayah


"papah tidak papa, hanya sedikit kurang enak badan"


"mamah sini, biar Edbert yang menyuapi Papah" tangan mungilnya segera mengambil mangkuk yang berada di tangan sang bunda


"Aku sudah memberi tahu mamah dan mamah bilang akan kemari bersama papah" ucap Alana


Aldric hanya menjawab pertanyaan Alana dengan sebuah senyuman konyol namun tersimpan rencana di otak liciknya.


"Haha akhirnya aku bisa menghabiskan waktu bersama Alana tanpa anak-anak"


"Kenapa Papah tersenyum, apa buburnya enak" pertanyaan Edbert menghentikan tawanya di dalam batin.


"Tidak sayang, eh. Maksudnya bubur ini sangat enak dan papah menyukainya"


Edbert hanya ber oh ria.


Setelah Aldric selesai memakan sarapannya terdengar suara Nyonya Melina di bawah.


"Honey sepertinya mamahn sudah datang aku akan ke bawah dahulu" belum sempat Alana pergi, mamah Melina terlihat memasuki kamar sang putranya berada

__ADS_1


"Edbert Oma datang"


"oh astaga Oma rindu sekali" bukan Aldric yang dipeluk melainkan sang cucu Edbert lalu beralih memeluk sang menantu


Aldric terlihat memonyongkan bibirnya pertanda cemburu.


"Sayang bagaimana kabarmu"


"Alana baik-baik saja Mah, Aldric yang sedang tidak baik-baik saja dan sepertinya ada yang tengah cemburu" ucapan Alana mengalihkan mata mamah Melina pada Aldric


"Hehe maafkan mamah sayang, mamah sudah tahu kau sedang sakit jadi mamah hanya bertanya pada istrimu" jawab mamah dengan cengiran dan langsung mendekati Aldric


"tapi tenang sayang, mamah sudah membawakan jamu untuk mu yang sudah di racik dirumah" jawab Mamah di susul kedatangan papah yang membawa jamu yang sudah di dalam gelas


rupanya tadi papah ke dapur terlebih dahulu.


Aldric melototkan matanya melihat cairan berwarna kuning pekat di dalam gelas tersebut, hal yang Aldric tidak sukai yaitu minuman bernama Jamu karena memang rasanya yang sangat pahit di indra perasa Aldric.


"Tidak Aldric tidak ingin meminumnya mah" jawab Aldric dengan gelengan kepala


"Aku sudah sembuh lagi pun Dokter sudah meresepkan obat untuk ku"


"obat dengan dengan Jamu berbeda Aldric, ini mamah buat dari bahan-bahan alami yang pastinya baik untuk kesehatanmu" ujar mamah


Kekeuh memaksa Aldric untuk meminumnya


"sayang" ucap Aldric meminta bantuan Alana, Alana hanya menjawab cengiran yang pastinya membela ibu mertuanya.


"aku tidak..mmmmm... Glek-glek-glek"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini Aldric dan Alana berada di atas kasur. Dimana Alana yang tengah mengelus rambut Aldric yang berada di dalam pelukannya.


Ya setelah acara meminum jamu tersebut Aldric merajuk pada Mamahnya. Karena rasa pahit yang di rasakan. Namun mamah Melina masa bodo dengan hal itu. Anak-anak pun juga di bawa oleh kedua orangtuanya sebab Alana akan kerepotan jika mengurus ketiganya. Awalnya Alana menolak karena tidak ingin berpisah dari anak-anak namun Aldric yang ingin rencananya berjalan lancar ikut membantu mamah Melina membujuk Alana dan berhasil.


"Aldric...."ucap Alana pelan yang tak nyaman dengan tangan serta mulut Aldric yang sedari tadi tak mau diam


Aldric mendongakkan kepalanya "Bagaimana jika kita melakukan Skin to Skin"

__ADS_1


Alana mengerutkan dahinya heran, bukankah metode Skin to Skin hanya untuk bayi?. Belum sempat Alana bertanya Aldric sudah menyerangnya dan terjadilah....... Sesuatu 🙈.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷. Halo Riders pada kangen gak sama Alana dan Aldric? 😁


__ADS_2